GAGAL
MENGGAPAI PUNCAK GN. CIREMAI KARENA CUACA EXTREAM ( JALUR LINGGASANA )
 |
| suasana kabut di pos 3 kiara lawang (if @khoncolongok rahma daniyah) |
Selamat pagi
,siang ,sore dan malam buat kalian para penggiat alam bebas
Pada
kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya ketika mendaki
Gn. Ciremai . kalian pernah mendaki ke Gn. Ciremai ? pernah sampai ke puncak
atau tidak? Kalau pernah wah bersyukur sekali kalian, kalau belum jangan
berkecil hati gengs, saya juga waktu itu pernah gagal menggapai puncak Gn.
Ciremai ,jadi jangan sedih lah masih ada kawan yang gagal juga hihihi.
Kali ini
saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya,. Sebenarnya ini adalah niatan
teman saya yang bernama Rahma Daniyah untuk mendaki ke Gn. Ciremai ,dia
mengajak saya dan beberapa temanya yang lainya ,tapi tidak bisa berangkat mereka
akhirnya saya bersama Rahma di temani Mang Ali salah satu teman saya yang sudah
beberapa kali mendaki ke Gunung CIremai dan memang sudah sangat berpengalan
lah. Sebenarnya niatan awalnya bukanlah ke gunung ciremai melainkan ke Gn.
Argopuro jawa timur, berhubung gagal mendaki ke sana yah akhirnya di alihkan
lah ke Gn. Ciremai.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/914434/original/057422700_1435656325-20150630-Terminal-Kp-Rambutan-Jakarta1.jpg) |
| teminal kampung rambutan jakarta . sumber fhoto liputan.com |
Pada tanggal
21 Pebruari 2018 ,kami bertiga berangkat menuju daerah KUNINGAN jawa barat dari
TERMINAL KAMPUNG RAMBUTAN. Sekitar pukul 15 :30 sore berangkat menggunakan jasa
angkutan umum bis, ongkosnya itu Rp.
80,000/orang , awalnya saya kira ongkos sekian sudah sampai ke kuningan,
ternyata tidak. Kebetulan kami saat itu menggunakan bis BINEKA dengan tujuan
JAKARTA – KUNINGAN, dengan rute jalur pantura
, perjalanan di tol sedikit lambat karena kebetulan sedang macet ,tapi
tak begitu lama lah. Saat itu cuaca sedang hujan ,dari awal kita berangkat dari
Jakarta sampai tiba di kuningan itu hujan cukup deras.
Setelah
beberapa jam berada di bis BINEKA, tepatnya di daerah CIPERNA Cirebon, kita di
turunkan di jalan, sebelumnya saya juga menduga bahwa bis ini tidak akan sampai
ke tujuan saya , dan benar saja setelah mengobrol di bis memang iya ada
pengakuan dari kondekturnya , padahal sebelum naik teman saya mang ali sudah
bertanya terlebih dahulu,dan jawaban kendekturnya bilang ini sampai kuningan,
ah kacau lah
Setelah kami
diturunkan akhirnya kami di beri kembalian uang Rp. 15.000 untuk 3 orang,untuk
biaya naik bis berikutnya,sedikit kesal juga sih tapi yah sudahlah sudah tengah
malam juga, saat itu waktu menunjukan pukul 22: 10 malam, tak lama bis tujuan kuningan akhirnya dating
dan kami langsung naik, salah satu kondektur nya bertanya tentang jurusan kami,
teman saya bilang ke pertigaan linggar jati, dia juga sempat menggerutu kenapa
harus naik bineka katanya, yah kita mana tau akan di over di tengah jalan,
Dari sana
kami menambah ongkos lagi 5000/orang , sampai depan desa bojong, kurang lebih
30 menitan di bis itu akhirnya kamipun turun. Sebelumnya sempat bingung juga
,sudah malam begini mau istirahat dimana, istirahat di basecamp juga jauh. Tapi
mang ali untungnya ada kenalan warung kopi yang tepat di sebrang desa bojong
kaki Gn. Ciremai, kebetulan seminggu kebelakang mang ali baru turun dari Gn.
Ciremai dan sempat beristirahat di warung ini, nama pemiliknya A YOGI, yah buat
kalian yang mau istirahat disini bisa lah jika kemalaman, orangnya ramah dan
baik juga, welcome lah. Sampai di warung A yogi itu kurang lebih sekitar pukul
22:30n lah, dan kamipun langsung masuk ke sana, dan berbincang-bincang lah
disana, masa iya harus langsung tidur kan gak enak juga wkwkkwk,
Sebelum
istirahat kita juga sempat mencari makan dulu disana , saya dan Rahma yang
keluar karena kebetulan dia pengen makan nasi, di warung a yogi cuman ada mie
saja. Setelah makan rahma langsung istirahat dia, karena kebetulan dia juga
sudah kelelahan kurang tidur juga,saya sendiri tidur itu kurang lebih sekitar
pukul 3 subuh ,mang ali bahkan dia tidak tidur sama sekali.
Setelah
shalat subuh ,saya dan rahma berangkat ke pasar kebetulan tidak jauh dari
warung ada pasar ,tapi tidak begitu besar dan hanya pasar kecil saja, disana
kita belanja buat perbekalan kita mendaki,
setelah dirasa cukup kamipun pulang kembali ,dan langsung berangkat ke
basecamp pendakian dengan menggunakan angkot, kita juga sempat mampir ke
indomart untuk menambah logistic yang kurang, karena kebetulan sebelum
pertigaan disitu ada indomart,setelah selesai langung jalan kembali menuju
basecamp
Saat itu
sudah memasuki hari ke 2 ,tanggal 22 pebruary 2018. Pada pukul 6 pagi kita
langsung jalan ke basecamp dengan menggunakan angkutan umum angkot dengan tarip
ongkos Rp. 10.000/orang , dan sampai di basecamp itu setengah 7 pagian lah dan
masih sangat sepiii, ranger tidak ada, pos masih di tutup, dan tidak terdapat
pendaki sama sekali, karena memang saat itu bukan hari libur atau weckend. Mang ali langsung mencoba menghubungi salah
satu kontak ranger sana abah yatna ,kebetulan mang ali sama beliau sudah
lumayan akrab lah tapi tidak juga di angkat,
tak lama ada seorang bapak- bapak menghampiri kami dan mengobrol, lalu
dia menelpon kembali Abah Yatna dan memberi tahu beliau bahwa ada 3 orang
pendaki yang mau mendaki,tak lama abah pun datang ke basecamp, sempat
berbincang-bincang dulu agak lumayan lama lah. Sambil mengobrol satu persatu
dari kami bergantian berganti pakaian dan packing ulang, setelah semua selesai
packing mang ali baru melakukan registrasi pendaftaran pendakian, saat itu
dikenakan tarip Rp. 50,000 /orang jadi
total Rp, 150,000/3 orang. Setelah
mengisi pormulir pendaftaran dan persiapan sudah selesai,
PERJALANAN
MENUJU POS 1 DARI BASECAMP LINGGASANA
tepat pukul
09:40 pagi kita mulai ngetrek menuju pos 1 , perjalanan dari basecamp
menuju pos 1 tidak terlalu jauh dan lumayan ramah jalurnya , di sebelah kiri
jalur kita diguhkan pemandangan alam yang begitu asri,disana terdapat air
terjun yang lumayan indah , tapi jika kesininya musim kemarau, sungainya akan
kering, karena kebetulan kami kemarin berangkat masih musim hujan, saat itu
juga cuaca di sekitar Gn. Ciremai itu sedang berkabut, sempat beberapa kali
terlihat puncaknya namun tidak begitu lama, kami hanya berdo’a bisa sampai pos
5 ki bima sebelum hujan turun. Dari basecamp ke pos 1 jaraknya kurang lebih
sekitar 30 menitan lah, saat itu kita sampai di POS 1 PABADAKAN itu tepat
pukul 10:05 pagi , kata mang ali kita
termasuk cepat saat itu ,karena memang tidak banyak berhenti, di POS 1 kita
sempat beristirahat agak lumayan lama juga, sambil menikmati udara disana kebetulan
arealnya terbuka.
POS 1
PABADAKAN – POS 2 WIRABUANA
 |
| mang Ali di pos 1 pabadakan |
Jam 10 :45
kita kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 2 wirabuana, dari pos 1 ke pos 2
jaraknya tidak terlalu jauh juga kurang lebih sekitar 30 menitan lah, dan
jalannya juga masih landay dan enak lah, disana masih areal hutan pinus sampai
sebelum pos 2 jadi sangat adem lah di jalan. Saat itu kita tiba di pos 2 itu
pada pukul 11 : 15 siang, dan disana
kita sempat beristirahat kembali, karena
kebetulan kita bertiga belum sarapan akhirnya di pos 2 kita putuskan untuk
mengisi perut terlebih dahulu dengan menyeduh mie instan yang sudah kami bawa,
dan kebetulan di pos 2 juga terdapat sumber air yang mengalir di sebelah kiri
menuju pos 3 , hanya 20 meter saja dari tempat duduk pos 2,, dan setelah
selesai makan kita langsung packing kembali dan langsung berangkat ,takutnya
badan makin dingin yang ada nanti akan tambah cape di jalan.
POS 2 WIRABUANA – POS 3 KIARA LAWANG
 |
| pos 2 wirabuana jalur pendakian lingasana |
Dari pos 2
ke pos 3 treknya lumayan cukup jauh ,saat itu saya ,Rahma dan mang Ali
berangkat pukul 12 : 30 siang dari pos 2 ke pos 3 , dan tiba di pos 3 kalau
tidak salah pukul 13:; 00 , hitunganya memang dekat dari pos 2 ke 3 itu,
treknya juga masih banyak landainya ,apalagi pas jalan dari pos 2 ,cuman disini
focus kita benar-benar di perhatikan, mengingat di sepanjang jalur akan banyak
kita jumpai tanaman-tanaman berduri merambat ke jalan, di tambah lagi dengan
pacet wah semakin seru saja lah hihi. Pos 3 areal nya lumayan cukup luas dan
agak terbuka di sebelah kanan jalurnya, jika pagi-pagi disini sangat jelas
untuk menyaksikan sunrise atau matahari terbit, kerena posisi area terbukanya
pas dengan arah matahari terbit, jika suasana kabut disini tak kalah indah
juga untuk mengambil gambar. Tapi disini
sudah tidak ada sumber air, sumber air nanti akan kita temui lagi di pertengahan
anatara pos 3 dan pos 4.
POS 3 KIARA
LAWANG – POS 4 KI JAMUJU
 |
| pos 3 wirabuana @khoncolongok (rahma) |
Karena di
pos 3 kita tidak berhenti lama hanya beberapa menitan saja, kita langsung
terabas menuju pos 4, karena takunya hujan turun sebelum kita sampai di pos 5.jarak
dari pos 3 ke pos 4 lumayan cukup jauh ,kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan,
dan kebetulan kita juga saat itu sampai di pos 4 itu pukul 13 : 50, yah kurang
lebih 1 jam lah perjalanan kita.
Di tengah perjalanan sebelum pos 4 di sana
terdapat sumber air yang bisa kita gunakan,dia berupa selokan kecil ,disebelah
kiri trek pendakian,hanya turun beberapa meter saja.karena stok air kita masih
aman ,kita tidak mengisi air disini terus saja jalan sampai pos 4.
POS 4 KI
JAMUJU- POS 5 KI BIMA
Di pos 4
kita sempat berhenti sejenak,yah kurang lebiih sekitar 5 menitan lah, karena
sepanjang jalur kita tidak berhenti sampai duduk di jalur, hanya untuk
mengambil nafas saja lalu jalan kembali, dan berhenti lama itu hanya di
tiap=tiap pos saja, itu juga tidak semuanya,
Saat itu
kita berangkat dari pos 4 ke pos 5 itu pukul 14:00 , jarak dari pos 4 ke pos 5
hampir sama jauhnya seperti dari pos 3 ke pos 4 , tapi tidak terlalu jauh,
karena posisinya kami sudah mulai kelelahan akibat kurang istirahat malamnya,
perjalanan pun agak melambat , lutut sudah mulai bergetar manja deuh parah lah,
ditengah jalan juga sempat berhenti lumayan lama ,karena jalur yang akan kita
lalui terhalang oleh pohon tumbang, dan tidak bisa di lewati langsung, dan
untungnya mang Ali membawa golok tramontina di tas cerriernya dan langsung
membuka jalur ,sembari menunggu mang ali membersihkan jalur yang akan di
lewati,saya sempat turun kembali untuk mencari jalur yang lain supaya bisa di
lewati,tapi ternyata tidak ada jalur lain, akhirnya kita memutuskan untuk tetap
membuka jalur itu supaya bisa di pakai kembali. Setelah jalur kembali terbuka
dan bisa di lewati, saya pun maju ke depan untuk membantu Rahma melewati pohon
tumbang itu , karena memang jalurnya agak licin tanahnya juga merupakan tanah
gembur, setelah semua aman dan berhasil,kita langsung melanjutkan kembali
perjalanan, alhamdulilah mang ali membawa tramontina (golok khas brazil) jika
tidak yah kita akan kesusahan saat melewati pohon tumbang tersebut.
POS 5 KI
BIMA ( AREAL CAMP DAN SUMBER AIR)
 |
| pos 5 ki bima (kisah para pejalan)) |
saat kami
tiba di pos 5 waktu sudah
menunjukan tepat pukul3 SORE, dan kita
langsung memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 5 saja, mengingat cuaca saat
itu sudah tidak mendukung untuk melanjutkan perjalanan ke pos 6 ,di tambah lagi
pasokan air juga kurang,dan yang terdapat mata air hanya di pos 5 saja yang
terakhir. Kamipun langsung mendirikan tenda . disini lokasinya tidak serata di
pos 4 ,banyak akar yang menjalar keluar dan agak sempit juga ,hanya muat 3-4
tenda saja disini. Setelah tenda berdiri dan siap di gunakan, Rahma langsung
merapihkan isi tenda dan mulai mengeluarkan isi tas yang kita bawa,saya membuat
parit untuk membuat aliran air ke pinggir tenda, karena takutnya hujan yang
akan turun cukup deras, setelah selesai membuat parit mang Ali mengajak saya
untuk turun kebawah mengambil air untuk menambah persediaan. Rahma di tenda
sambil memasak air untuk kopi. Aliran air nya saat itu sangat kecil tapi
terdapat beberapa genangan yang bisa di manfaatkan ,tapi harus hati-hati saat
mengambil jangan sampai mengotori semuanya, setelah selesai kita pun langsung
bergegas kembali ke tenda,dan mulai berbincang-bincang di dalam tenda, yah lucu
juga sih di tengah hutan cuman ber3 saja dan cuaca sedang tidak bagus juga
wkwkwkw. Saat itu hujan baru turun setelah langit gelap kira kira jam 7 malam
hujan baru turun,dan sempat kalangkabut juga saat itu, karena ternyata tenda
yang kita bawa sempat rembes dan hampir banjir didalamnya, saya pun bergegas
keluar dan untungnya rahma membawa payung jadi saya gunakan karena saya tidak
membawa jas huja, tapi sempat ketakukan juga saat menggunakan payung, karena
saat itu hujan di sertai petir ,sudah bukan takut sama setan lagi, kalau setan
kita masih bisa baca do’a lah, kalau terkena petir baca do’a apaan gosong yang
ada wkwkkw, akhirnya saya simpan payung dan membuka baju yang masih saya
gunakan,celana untungnya saya belum ganti, jadi selama membetulkan tenda agar
tidak kebanjiran itu tanpa menggunakan baju hanya celana pendek saja, mang ali
pun keluar membantu saya,, oh ia jika kalian mengira saya ingin terlihat kuat
atau sok kuat saat membetulkan tenda itu salah yah,
 |
| mang ali di pos 5 (camp pos 5) |
kenapa saya
berani seperti itu ,karena saya sudah tahu batas kemampuan saya , dan lagi pula
saya tahu apa yang harus saya lakukan saat saya kedinginan, jika kalian mengira
saya tidak dingin saat itu, salah ,dingin banget yang ada tapi badan saya
bergerak tidak diam dan juga tidak saya lawan , biarin saja badan saya
menggigil saat sedang tidak memakai baju, tandanya itu bagus badan kita dengan
sendirinya sedang melawan rasa dingin tersebut tanpa kita perintah, makanya
saya saat itu baru menggunakan baju ketika badan saya sudah merasa hangat dan
kemudian dingin kembali, itu tanda nya kondisi tubuh kita sudah normal
kembali,dan saat memakai baju kering pun langsung terasa hangat. Ini mungkin
bisa menjadi tips juga buat kalian yang sedang membaca dan mungkin yang tidak
tahu dengan cara seperti itu, makanya jika nanti ke gunung kalian liat orang
hujanan atau setelah hujan-hujanan dia tidak memakai baju, itu tandanya dia
sedang menunggu badannya melawan rasa dingin di tubuhnya, jadi jangan dikira
sok kuat yah, mereka begitu pasti sudah paham dan tahu batas
kemampuannya.lanjut ke cerita hihihi
setelah
tenda kembali aman, sayapun langsung mengganti pakayan saya, tapi diluar tenda
karena depanya memakai flysheet ,jadi aman, kalau di dalam tidak enak lah, ada
perempuan hihiihi, setelah selesai baru saya masuk tenda dan kembali ke obrolan
dengan mereka, sambil cengengesan melihat tenda yang hampir kebanjiran hahaa.
Setelah itu
kita langsung masak untuk mengisi perut , dan seetelah makan kita langsung
istirahat , sebenarnya masih siang juga kita ber3 istirahat ,yah sekitar pukul
9 malam lebih lah, tapi yah mau ngapain lagi kegiatan tidak ada hihi.