CERITA PERJALANAN

Berbagai kisah dan cerita yang menarik dari berbagai sumber tentunya dari mereka para penggiat atau petualang alam bebas.

INFORMASI SEPUTAR TEMPAT WISATA MENARIK

berbagai informasi seputar tempat-tempat wisata menarik,asik ,ngehitsz dari berbagai tempat yang tentunya dengan suasana dan pesona alam yang sangat luar biasa.

CERITA MISTIS

Rangkuman cerita mistis dari berbagai tempat yang langsung di alami oleh narasumber.

GALERY FHOTOGRHAPY

berbagai momen momen yang di abadikan dari berbagai tempat - tempat menarik.

informasi materi teknik dasar pecinta alam

informasi materi - materi teknik dasar untuk berkegiatan di alam bebas baik survival, navigasi, gunung hutan dan lain-lain.

Showing posts with label pendaki indonesia. Show all posts
Showing posts with label pendaki indonesia. Show all posts

Tuesday, 3 July 2018

Gn. Agung meletus kembali???

Hasil gambar untuk gunung agung meletus
letusan gunung agung pada senin malam 02/07/2018
Tepatnya pada hari  senin tanggal 2/07/201 dari pagi Gn. Agung sudah mengalami beberapa kali erupsi kecil dengan abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter. Pada senin malam tiba-tiba masyarakat sekitar Gn, Agung dikejutkan dengan letusan yang di sertai dengan suara dentuman yang begitu keras dan disertai dengan lontaran batu pijar. PVBMG melaporkan bahwa tanggal 2/07/2018 tepatnya pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di ataws puncak (± 5.142 meter di atas permukaan laut ). Saat di amati kolom abu berwarna  kelabu denga intensitas tebal condong ke arah barat.
Erupsi ini terekam di seismogtam dengan amplituo maksimum 24mm dan durasi ± 7 menit 21 detik. Erupsi terjadi secara strombolian dengan di ikuti sura dentuman.
Erupsi ini bersifat explosive dengan melontarkan batur pijar karena adanya tekanan dari dalam kawah. Sifar magma yang lebih cair dibandingakan dengan letusan tahun lalu yang juga  menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.

nampak kebakaran di sekitar puncak kawah gunung agung
sumber : dokumentasi warga sekitar
Lontaran lava pijar yang teramati keluar kawah mencapai hinga jarak 2 km . dan hutan di sekitar puncak kawah Gn. Agung Nampak memerah akibat terbakar oleh lava pijar yang terlontar di sekitaran puncak,  dan api yang terlihat Nampak begitu besardi beberapa bagian.
Relawan pasebaya melaporkan bahwa lontaran lava pijar dari puncak Gn. Agung ke lereng timur hingga timur laut  tepat nya ke daerah culik dan dukuh di kabupaten karangasem. Selain itu juga lava pijar mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar  cukup luas.
Saat itu masyarakat sekitar langsung melakukan evakuasi mandiri ,turun ke desa-desa yang dalam radius aman untuk di tempati . saat ini status Gn. Agung  tetap dalam status siaga (level 3) dengan radius berbahaya  4 km dari puncak kawah.
Dalam pantauan satelit Himawari BMKG menunjukan bahwa sesebaran abu vulkanik lebih dominan mengarah kea rah barat. Tapi hingga saat ini aktivitas di Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di denpasar Bali  masih beroprasi normal begitupun dengan bandara Banyuwangi Jember fan Lombok.
Untuk masyarakat sekitar (BALI) Dihimbau untuk tetap tenang  tetap dalam zona radius aman , dan jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar ,gunakan semua informas terkait dengan  kegunung apian dari PVMBG  sebagai lembaga yang resmi dan dapat di pertanggung jawabkan,.
Tetap tenang ,tetap waspada,dan teruslah berdo’a agar semuanya segera berakhir dan normal kembali. Trimakasih
Sumber @sutopopurwo BNPB @BNPB @PVBMG

Baca juga

Friday, 2 March 2018

Estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn.ciremai dari jakarta ke jalur linggasana kuningan terbaru

ESTIMASI PERJALANAN  DAN BIAYA PENDAKIAN KE GN. CIREMAI DARI JAKARTA.KE JALUR LINGGA SANA KUNINGAN TERBARU DAN TERLENGKAP.
Hasil gambar untuk jalur pendakian ciremai via linggasanaSelamat pagi ,siang ,sore dan malam buat kalian para penggiat alam bebas, para pecinta petualangan dan para penikmat alam.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang informasi perjalanan menuju jalur pendakian  LINGGASANA dari Jakarta. Semoga bisa membantu buat kalian yang memang sedang mencari informasi tersebut.
Mungkin sebelumnya kalian masih merasa kebingungan dengan rute perjalanan ke jalur linggasana. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn. Ciremai dari terminal kampung rambutan,
Untuk bisa sampai ke jalur pendakian Linggasana kalian bisa menggunakan jasa transfortasi umum dari terminal kampung rambutan dengan menggunakan bus , disana banyak terdapat bus jurusan kuningan, tapi kalian harus hati-hati saat hendak naik bis, karena beberapa bus jurusan kuningan itu ternyata tidak sampai ke kuningan ,melainkan hanya sampai ciperna saja, biasanya di over dari sana salah satunya bus BINEKA yang ternyata tidak sampai, tapi ketika ditanya kondekturnya bilang sampai kuningan, itu kemarin ketika saya hendak mendaki gunung ciremai naik bus ini kendekturnya bilang seperti itu.
tarif biaya transfortasi menuju kuningan
Untuk ongkos dari Terminal Kampung Rambutan sampai ke camatan cilimus itu Rp. 80.000/orang bus ekonomi ,tapi jika kalian di over di Daerah Ci Perna, ongkosnya akan bertambah Rp. 5000. Orang dan totalnya menjadi Rp. 85.000/orang, sampai desa bojong cilimus.
Untuk jarak tempuhnya dari terminal kampung rambutan sampai ciperna itu kurang lebih sekitar 4-5 jam normal.
Dari sana kalian akan melanjutkan perjalanan bisa dengan ojeg bisa dengan angkot, jika menggunakan ojeg itu ongkosnya Rp. 15.000/orang sampai basecamp, jika menggunakan angkot ongkosnya Rp. 10.000/ orang, tapi kalau sedikitan ongkos angkot bisa menjadi Rp. 15.000/orang sampai basecamp pendakian linggasana,
Nanti tinggal bilang saja ke mamang nya, dan pasti di anterin kok, dari jalan raya sampai basecamp pendakian jaraknya tidak terlalu jauh kok,kurang lebih sekitar 15 menitan lah, dekat kok.
Jika dihitung biaya perjalanan dari Jakarta sampai basecamp normalnya hanya menghabiskan biaya sekitar Rp. 100.000/orang untuk sekali jalan, jika di hitung denga pulang – pergi yah tinggal di kalikan 2 saja hehe. Yah PP Rp/ 200.000 /orang lah, belum termasuk biaya logisitk dan pendaftarannya yah
sertifikat pendakian gn ciremai
Jika untuk biaya registrasi nya itu dikenakan biaya Rp. 50.000 / orang , sama dengan jalur-jalur pendakian Gn. Ciremai yang lainnya seperti jalur pendakian  apuy, palutungan dan linggarjati. Karena masih 1 kawasan taman nasional gunung ciremai  (TNGC),  dikasih makan 1 kali nanti saat turun dari gunung ,dan dikasih sertifikat pendakian masing-masing  1 perorangnya, sampai atau tidak kepuncak tetap dikasih kok.
Jika di total semuanya dari mulai ongkos kendaraan dan biaya registrasi itu Rp. 250.000/orang. Nah untuk biaya logistic nya itu tergantung kita sendiri, biasanya semakin banyak anggota team semakin irit juga pengeluaran untuk belanja logistic, itu kita sendiri yang mengaturnya mau berapa perorangnya tinggal hitung saja dengan kebutuhan yang akan kita bawa.
Mungkin ini sedikit informasi yang bisa saya berikan mengenai informasi Estimasi Perjalnan Dan Biaya Perjalanan Menuju Jalur Pendakian Linggasana Gunung Ciremai,semoga bisa membantu kalian yang memang sedang mencari informasi mengenai ini.



Salam Petualangan Sala Rimba ,Salam Lestari
BACA JUGA

PERTARUHAN DI LERENG TERJAL MAHAMERU (PERJUANGAN MENUJU PUNCAK)

PERTARUHAN DI LERENG TERJAL MAHAMERU (PERJUANGAN MENUJU PUNCAK)
fhoto cak tarpin ketika jalan mundur pertama


Tepat pada jam 11:00 malam, kami sudah terbangun ,dan menyudahi istirahat di malam itu dan segera mempersiapkan diri untuk segera ke puncak, hari itu tepat pada tanggal 28 oktober 2016 , kami ber 4 siap melakukan perjalanan malam menuju mahameru, tapi di saat kita sedang bersiap siap, tiba satu orang menghampiri kami, namanya bang rekta dari Jakarta, dia ijin sama kita untuk ikut bergabung menuju puncak, rombongan dia lumayan banyak dan kita pun senang karena rombongan makin bertambah,bertambah pula teman nantinya, tapi tau sendiri lah jika berjalan dengan jumlah orang yang banyak, akan seperti apa? ,yah akan banyak berhenti, apalagi ini kita belum kenal satu sama lain, tapi itu tidak menjadi soal untuk bisa bersama sama meraih puncak, setelah kami mempersilahkannya untuk bergabung, Rekta pun kembali ke pasukannya, sebenarnya dia pernah juga ke semeru,tapi saat itu dia sedang menjadi peserta, dan saat itu di mungkin agak lupa lagi jalannya, yang saya lihat dari rekta, dia berusaha tetap bertanggung jawab terhadap teamnya, langkahnya tepat karena tidak malu untuk berkata, dan untungnya 2 orang dari kami yaitu mba april sama mas maru mereka sudah bisa di percaya lah di antara yang lainya, terlebih dia bisa dibilang termasuk warga local,sudah pasti dia tau trek, dan kebetulan dia juga sudah pernah beberapa kali mendaki ke gunung semeru dan ikut melakukan pencarian korban pada saat ada pendaki yang ke sasar di sana, yah jam terbangnya sudah oke mantap oke punya lah,
Saat itu rombongan rekta ada beberapa orang, yang saya ingat ,ada ucok farid tony yang berasal dari Palembang, ada juga yang lainya dari teman tony dan rekta, saya lupa lagi he, karena jarang komunikasi selain dari mereka,,
Tepat pada pukul 12 malam kurang, kita ber 11 orang kurang lebih, memulai start dari kalimati menuju puncak, dengan leadernya mas maru dan mba april, di ikuti kang alif rekta dan yang lainya, saya menjadi sweaper di belakang di temani parid,dan tony, awal perjalanan kita tak terlalu banyak berbicara ,hanya seperlunya saja, karena memang jika baru jalan biasanya langsung terasa  cape karena badan masih dingin,
Di perjalanan pun kami tidak menjadikan puncak sebagai target ,jika memang ada rejeki kita di atas sana kenapa tidak untuk mengambilnya, jika memang belum waktunya ,jangan memaksakan hari ini, mungkin lusa,minggu depan,bulan depan,atau mungkin tahun depan bisa kita ambil kesini, itu lah yang menjadi pegangan buat saya dan teman teman, beberapa kali kita beristirahat di sebelum melewati arcopodo , bahkan setelah melewati batas vegetasi pun kita memang sering  berhenti, saat melewati batas vegetasi saat itu kalau tidak salah seingat saya sekitar pukul 01 pagi buta, kita beristirahat kembali sembari mengingatkan satu sama lain ,yang terutama focus pada track dan pijakan yang akan di injak,
Setelah beberapa kali beristirahat ,kita  sampai di tengah tengah track pasir itu sekitar pukul 3 pagi,, dan kondisi tubuh masing masing sudah mulai goyah namun masih bisa di bilang aman untuk di lanjutkan, saya sempat merasakan kegerahan karena pakayan yang saya gunakan saat itu doble doble, celana doble,dalam baselayer polar,luar celana PDL, kaos baselayer ,tshirt, iner polar,dan jaket tebal waterproof, sudah hitungan aman lah dari kedinginan, memang iya di jalan tidak terasa dingin,,
Jaket bagian dalam iner polar sempat saya buka, dan hanya mengenakan 1 jaket saja di tengah tengah, setelah team sedikit goyah dan mulay acak acakan, barulah saya sempat merasakan dingin kembali, teman saya yang menjadi sweaper bersama saya yaitu parid, dia tiba tiba kelelahan dan mulai tak stabil, di depan saya ada kang alif mba april dan mas maru, sisanya saya nggak tau kemana, jujur saja saat itu  emosi saya sempat  ikut memuncak, siapa yang tidak pusing, leader di depan di lewati begitu saja oleh mereka, sementara 1 anggota temannya tertinggal di belakang bersama saya, saat itu saya sempat berteriak untuk menahan 2 orang dari mereka untuk tetap di tempat, namun sudah kepalang jauh, bukan maksud saya mau meninggalkan farid, disini ada yang lebih bertanggung jawab dari saya ,ya itu teman temannya yang sudah bersama sedari awa, meski itu masih menjadi tanggung jawab saya juga sebagai seorang sweaper, saya tidak ada masalah dengan posisi terakhir,karena sudah menjadi kebiasaan saya menjadi seorang sweaper, dan saat itu sempat kaget juga ketika parid saya minta meneriakan 2 orang anggota temannya terserah siapa mereka,yang penting buat saya mereka berhenti dan menunggu lalu kemudian membantu, ternya parid pun tidak tau siapa siapa nya mereka, sebab ia hanya anggota tambahan yang ikut bergabung di tengah perjalanan,dia sempat bercerita dulu di track sambil saya bawa dia istirahat dulu, dia bermula berangkat berdua dengan temannya, namun teman tidak bisa melanjutkan perjalanan,di pos 2 temannya harus di evakuasi turun,kalau tidak salah dia alergi terhadap cuaca dingin,dan saat itu dia harus menunrunknnya ke pos bawah,setelah temannya aman baru kemudian dia naik kembali melanjutkan perjalanan ,setibanya di ranu kumbolo ketika dia hendak menuju kali mati dan puncak, dia sempat mencari barengan di jalur, supaya dia tidak terlalu sendirian ,karena memang tidak di anjurkan dimanapun juga, akhirnya bertemulah rekta dan kawan kawan dan saat itu dia langsung ikut bergabung hingga bisa melanjutkan ke puncak,
                Setelah mendengar itu baru saya paham, kenapa mereka berangkat duluan kepuncak dan memisahkan diri di tengah tengah, entah lah memisahkan atau terpisah, yang pasti di pendakian jika bertindak seperti itu ,itu tidak di perbolehkan kecuali ada instruksi dan kesepakatan bersama dari masing masing anggota team,
Akhir nya saya di belakang sama parid dan tetap melanjutkan perjalanan, dia juga sempat cerita, baru kali ini dia bisa separah itu, tapi saya tidak terlalu ambil pusing, karena siapa saja bisa kelelahan,lelah yah lelah,sekuat kuatnya orang juga jika terus berjalan dia akan drop,termasuk saya saat itu juga sudah mulai merasa kedingin, dan alhamdullahnya jaket masih aada,saya pakai kembali, ditengah tengah ketika sedang berjalan,sempat beberapa kali bercanda sambil bertanya  perihal asal masing masing,,sambil ketawa ketawa menikmati lelah ,untungnya saya membawa air panas yang sudah di masukan ke termos, jadi saat dijalan kedinginan sesekali meminumnya sama parid dan yang lainya, setelah lumayan lama, sekitar pukul 4 pagi lah kang alif memanggil saya untuk ke atas karena dia butuh air panas, saya pun pergi dan meninggalkan parid di belakang,tetapi masih dalam jangkawan pandangan saya, tidak lebih dari 50 me, setelah saya sama kang alif bertemu baru dia bertanya dan kemudian saya jelaskan,setelah itu baru lah saya meminta kang alif untuk tetap di depan jangan sampai menunggu saya terus saja jalan,karena ada mas maru dan mba april saya pun tidak khawatir, dan mba aprilpun setuju dengan opsi saya yang menjaga jarak dengan parid dan mereka, jadi ketika berjalan saya di tengah tengah antara parid dan kang alif, parid berhenti saya berhenti,parid jalan saya jalan, hingga sampai terlihat bendera yang menjadi tanda bahwa puncak sudah semakin dekat,nah saat itu kondisi tubuh saya juga sudah terasa sangat lelah ,hingga sudah kayak orang gila, ngomong sendiri ketawa ketawa kadang nyanyi gak jelas,karena parid dia masih di bawah, lama lama jengkel saya, akhir nya saya duduk menunggu parid yang masih di bawah hingga dia menghampiri saya, saat itu juga parid sudang kayak orang tak berdaya hihi, terlelah pokonya lah, setelah parid bareng saya,kita masih kembali dalam kesenangan “istirahat kembali” hha,dan mulai mengacau bersama, saya sempat mau tidur di track karena saking lelahnya, namun ketahuan sama mba april, dengan cepat dia mengingatkan saya dengan setengah maksa, bahwa disana tidak aman untuk istirahat,dan mengingatkan saya sama pesan mas jalil ,jangan mengikuti ke inginan untuk tidur di jalur, lawan saja, kata dia saat berpesan sama saya, dan mba aprilpun member opsi sama saya untuk tidur di puncak saja, kocak juga sih,lagi cape mah iya ajah hihi,dan dia pergi dengan pelan pelan sambil masih memperhatikan saya takutnya saya kembali ke posisi mau tidur, karena memang ia mau tidur, setelah di ingetin lagi baru saya sama parid kembali melanjutkan perjalanan dengan sisa sisa tenaga yang masih tersisa, dengan pelan yang amat sangat langkah kembali berayun setengah maksa, lutut sepertinya sudah ingin segera beristirahat dengan bebas, tapi ya itu tadi ,jangan mengikuti ke inginan lawan saja focus sama yang di tuju, kita memang perlu beristirahat ,namun jika masih di perjalanan ,istarahat sewajarnya saja, kecuali kalau memang sudah benar benar tidak mampu,itu berbeda cerita ,
Dititik ini saya sempat merasakan kesal yang lumayan sangat, saat itu waktu menunjukan pukul 5 pagi,dan cuaca saat itupun sudah sangat cerah,dan otomatis puncak kelihatan ,jalur yang akan di lalui juga semakin Nampak jelas, disitu rasanya kesel sekali saya, tenaga udah tinggal sisaan, mental udah kena juga, yang bikin kesel itu bendera, dikira sudah bener bener sangat dekat dengan puncak,taunya masih lumayan jauh, jam 5 pagi saya melihat puncak jam 7 pagi baru saya sampai di puncak,kan bikin kesel,dan ternyata yang bendera yang saya lihat ukurannya bukan ukuran yang kecil melainkan yang besar, dari pertama saya lihat bendera juga saya sebenernya sudah jalan duluan dari parid yang masih istirahat saat itu saya mutusin buat ninggalin dia di belakang dan saya berangkat duluan, itupun bukan tanpa sebab,karena saya masih merasa dia aman,karena mba april sama mas maru dia masih di bawah sedang poto poto dengan expresi santai padahal kita ngos ngosan setengah mati, gak taulah apa mereka itu hha, dan kedatangan parid pun ternyata lebih dulu dari mas maru sama mba april, yah mungkin mereka memilih santai di belakang menjadi sweaper, perbedaan waktu sampai nya antara saya sama rombongan itu berbeda beda, ada yang sampai di atas masih agak pagian sebelum pukul 6 pagi, saya sama kang alif saja beda jaraknya 1 jam, dan terakhir jarak saya sama parid beda 30menitan,,
           
Ketika sampai puncak pemandangan luar biasa itu terjadi,dari apa yang sebelumnya belum pernah rasakan,di mahameru saya rasakan pertama kalinya, dimana orang ketika sampai puncak disana benar benar sujud syukur dengan air mata yang jatuh,bukan karena cengeng,kalau mau bilang ukuran cengeng,rasanya TIDAK MUNGKIN SEORANG PENDAKI GUNUNG CENGENG, disana itu menangis karena rasa terharu,benar benar terbayar apa yang sudah di perjuangkan dan di pertaruhkan,dan setiap mereka yang baru tiba di puncak sambutan hangat dari mereka yang sudah berada dipuncak terlebih dahulu itu benar benar terasa,perjuangan yang amat sangat luar biasa,dan tidak semua orang bisa mencapainya, disaat orang lain tidur nyenyak,kita harus bertempur dengan rasa lelah yang mendera, disaat orang lain sedang merasakan empuknya tempat tidur,kita disana harus bertarung dengan kerikil keriki tajam yang sewaktu waktu bisa membunuh kita , disaat orang lain merasakan hangatnya selimut,disana kita sedang bertarung melawan rasa dingin yang menusuk tulang, dan disaat orang lain sedang merasakan indahnya mimpi malam, ,kita sedang bersusah payah menjemput kenyataan,dari mimpi kita wujudkan,
fhotobareng bersama teman-teman dari malaysia
Bertaruh nyawa, berjudi dengan diri sendiri, saling terjaga,saling semangati,saling bantu, tangan satu ke yang lainya,saling gapai menarik satu sama lain, itu benar benar terjadi bukan dari sekedar cerita atau hanya sebuah karangan saja,, suasana saat itupun bisa dibilang benar benar luar biasa, titik tertinggi ditanah kelahiran,menjadi bukti bahwa kita memang masih mahluk bertuhan, karena apa yang sedang kita lakukan saat itu,tak lain sedang mencari dan membuktikan sendiri bahwa ciptaan tuhan itu indah bukan sekedar kiasan semata,bukan cerita dari lisan ke lisan semata,bukan kata dari perkata, tapi kami menyaksikannya sendiri dan langsung dengan ke dua mata kami sendiri, dengan langkah kaki kami sendiri,dengan raihan tangan kami sendiri dengan tekad kami sendiri, dan yang paling utama TUHAN MENGIJINKAN ITU.
Saya sendiri di atas mahameru sempat meneteskan air mata ketika saya sampai dan mengucap syukur lalu bersujud, tanpa disuruh tetesan air mata dengan sendirinya mengalir, saya sendiri bukan tivikal  orang cengeng, saat saat seperti itu mah nangis yah nangis sudah tidak perduli dengan ke adaan,,
puncak maha meru ( cerita para pejalan)
Saya berada dipuncak mahameru lumayan cukup lama, sekitar 2 jam saya di atas,, dan disana juga saya sempat bertemu juga dengan mas aji dan mas  satria, mereka tiba kira kira sekitar pukul 8 pagian lah, sehabis itu yah kita lamanya fhoto fhoto disana,puas puasin ,setelah merasa puas mah kita juga  bosen,
Saya bersama kang alif dan team turun kira kira sekitar pukul 9 pagi kurang lah, kalau turun cepet sih sampai bawahnya, di pasir juga kita setengah lari juga,memanfaatkan daya tarik gravitasi bumi saja,tapi tidak terlalu cepat juga, takutnya ada batu yang ikut ke geser akiba gerakan kami, sementara di bawah masih ada banyak pendaki yang masih berjuang menuju puncak, apalagi di bawah ada rombongan jalan mundur cak tarpin,dan rekan rekan dari gimbal alas juga,yang sedang ikut mengawal, entahlah mereka sampai jam berapa ke sana, yang pasti saat itu mereka baru memasuki track pasir ,tak jauh dari batas vegetasi, saya sempat melihat dulu sebentar lalu kemudian berlanjut kembali menuju camp, dan ternyata parid sudah turun sebelum saya, bahkan sempat bertemu sama saya saat dia sedang tidur di jalur menunggu saya dan teman teman,dan akhirnya kita pun turun bersama sama menuju kalimati,
Sesampainya di kalimati kita langsung tepar seadaadanya tidur pulas sampai sore,sampai jam 2 siang  saya baru terbangun, tidur dari  jam 11 siang, habis itu langsung ngisi perut dulu terus packing ulang peralatan, sekitar jam 4 sore kita baru turun kembali ke ranu kumbolo, dan mendirikan tenda kembali disana, untuk istirahat sejenak,suapaya besok ketika turun kondisi tubuh sudah kembali normal walau tak sepenuhnya kembali fit
Saat itu kita sampai di ranu kumbolo pas ketika magrib tiba, dan langsung mendirikan tenda, masak ,makan dan istirahat
fhoto bareng sebelum pulang
Besoknya setelah kita beristirahat sebelum pergi pulang,kta sempatkan dulu untuk bercengkrama bersama teman teman, kebetulan saya bertemu sama rombongan rekta yang sudah duluan sampai di ranu kumbolo, setelah kumpul, baru ke pembantayan sisa logisitik, separo di makan disana,separonya lagi di kasih sama orang yang masih bertahan di ranukumbolo, dan sisanya baru kita bawa turun untuk perbekalan dikereta,,karena memang logitsik kita kalau mau bertahan 2-3 hari kita masih bisa bertahan saking over nya he,tapi mending lebih dari pada kurang,
Setelah asik bercengkarama,baru kita kembali merapihkan peralatan tempur kita masing masing dan kemudian packing ulang, setelah selesai packing, kita sempatkan dulu fhoto fhoto di pinggir danau ranu kumbolo dengan peralatan lengkap,
Sekita pukul 10 pagi baru kita beranjak pulang menuju pos pendakian ranupani,,
Sampai diranupani itu kita masih agas sorean, sekita pukul 4 sore kita sudah tiba disana dengan kondisi badan basah kuyup karena diguyur hujan dari pertengahan pos 2 dan pos 1 sampai basecamp pendakian,dan alhamdulilah ketika dibawah ternyata mas yusuf sudah berada disana dan kebetulan sedang menunggu kami turun, sebelum turun kita juga sempat mengisi perut dulu di warung sekitar basecamp,baru setelah makan, kita pun turun, yah sekitar pukul 5 sorean lah,cuaca kebetulan menjadi cerah, jadi saat diperjalanan melintas area bromo kita sempat berhenti sejenak untuk sekedar berfoto foto dulu, karena ketika pertama berangkat kita tidak sempat menikmati perjalanan,karena kondisinya sudah kemalaman,
fhoto bareng ketika di perjalanan pulang 
Dan di jep pun kita masih dengan rombongan yang sama, hanya kurang rombongan dany saja yang sudah turun terlebih dahulu, hanya bertambah parid sama temannya yang tidak sempat ikut naik ke puncak, sampai basecamp tumpang itu kira kira jam setengah 7 malam lah, dan mas jalil pun disana sudah menunggu kita disana, setelah sampai ,kita sempat juga bersih bersih disana, baru setelah bersih bersih kita mulai terpisah dari rombonga, mas aji dan mas satria mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah begitupun parid sama temannya, saya dan teman teman langsung menuju kampus unisma malang, dan istirahat disana, ,dari sana saya dan kang alif tidak langsung pulang, ke esokan harinya kang alif mengajak saya dan mas jalil untuk mencari oleh oleh yang sudah di pesan sama the lucy istri kang alif, setelah selesai baru menuju rumah mas jalil dan lanjut ke rumah temenya mas alif yang satu lagi, tour sidoarjo lah judulnya hehe,
Besok nya tanggal 1 november baru kita siap siap untuk pulang ke bandung, dengan menggunakan kereta,
Setibanya di setasiun malang, saya sempat bertemu kembali sama rombongan rekta, namun yang tersisa hanya ucok tony dan teman temannya,  ternyata mereka kehabisan tiket kreta, dan baru bisa dapat tiket ke esokan harinya,,lucu iya kasihan iya, lucunya kita sudah kemana mana mereka masih distasiun, kalau tau juga mereka saya ajak untuk istirahat di kampus ,biar lebih nyaman dari pada harus di stasiun, tapi ya sudahlah sudah terjadi,
Sebelum berangkat pulang kita sempat mengisi perut dulu sambil menunggu kereta tiba,baru setalah waktu menunjukan pukul 3 sore, kita pun bergegas menuju kereta  tujuan bandung, dan pulaaaaaaaaang, hehe
Terimakasih buat kalian yang sudah mau membaca cerita saya ini, membosankan yah,? Yah namamya juga diceritakan ,tidak mungkin dipersingkat,  sengaja saya buat cukup detail walau tak terlalu detail, supaya ada yang bisa di pelajari entah itu dari kesalahan saya ketika di pendakian, atau apapun, berbagi cerita jangan sampai hanya garis besarnya sajak,saya ingin ada yang di tangkap lebih dari sekedar cerita, saya ingin kisah saya ini menjadi salah satu pembelajaran juga,, perihal suka atau tidaknya dengan cerita saya ini,itu buat saya tidak penting karena saya tidak butuh like, ini cerita saya ,saya yang mengalami saya yang merasakan,dan saya yang menuntaskan dan tuhan mengijinkan saya untuk bisa membuat bahan untuk selalu saya kisahkan pada orang orang,walaupun banyak kesalahan,setidaknya orang bisa belajar, hanya itu saja buat sayamah hehe,

Sekali lagi terimakasih banyak, buat yang belum pernah kesemeru,silahkan persiapkan diri kalian pergilah kesana dan raih lah apa yang ingin kalian raih,jika yang sudah tapi belum pernah sampai kemahameru, jangan berkecil hati, tuhan bukan berarti tidak mengijinkan,mahameru bukan berarti tidak mau menerima tamu,hanya waktunya saja belum tiba, tapi kenapa tidak untuk selalu mencoba, tapi jangan pernah menganggap puncak adalah akhir dari perjalanan, puncak itu hanya persinggahan saja,dan merupakan bonus kecil diperjalanan,bonus terbesarnya, ketika kita bisa pulang dengan selamat sampai rumah yang menjadi zona nyaman kita setiap hari. Salam rimba ,lestari.!!!!!!!!!!

Wednesday, 28 February 2018

Estimasi Waktu Pendakian Gn. Slamet Via Jalur Bambangan Purbalingga Terlengkap dan Terbaru

ESTIMASI WAKTU PENDAKIAN GN. SLAMET VIA JALUR BAMBANGAN PURBALINGGA
gerbang pendakian pos bambangan
Selamat pagi, siang , sore,  malam buat kalian para traveler, petualang, penikmat alam, penemuh rimba ,dll.
Pernah ke Gn. Slamet  atau belum ?  jika belum, kalian harus mencobanya gengs. Untuk kalian para traveler atau pendaki pemula ,kalian jangan khawatir tidak bisa mendaki ke Gn. Slamet ,tenang gengs ,kali ini saya akan memberitahu kalian ,enaknya via jalur pendakian mana yang cocok buat pemula dan treknya tidak garang, alias ramah ramah manjaah,hihi,
Melanjutkan tulisan saya yang kemarin mengenai  ESTIMASI PERJALANAN DAN BIAYA PENDAKIAN GUNUNG SLAMET JAWA TENGAH, kali ini saya akan membahas tentang  ESTIMASI WAKTU PENDAKIAN VIA JALUR BAMBANGAN PURBALINGGA, berapa lama sih via jalur bambangan? Treknya extrim gak sih via jalur bambangan? Bawa pemula bisa gak yah?
Mungkin masih ada yang bertanya-tanya seperti itu dari kalian? Mungkin saja yah, apalagi buat kalian para pendaki ulung yang ingin mengajak partner kalian yang masih pemula ,yah semisal pacar mungkin, gebetan, atau masih PDKTan hihihi.
Oke baiklah ,jalur pendakian Gn. Slamet via bambangan itu tergolong sangat ramah-tamah, jalurnya enak tidak terlalu terjal, namun sedikit panjang, tetapi banyak bonusnya. Untuk pos-posannya, jalur bambangan memiliki 9 pos dan berjarak tempuh diantaranya.
Basecamp – pos 1 : 1,5 jam -2 jam
Pos 1 (Pondok gumirung -  pos 2  walang : 1.5 jam
Pos 2 walang - pos 3 cemara : 1,5 jam
Pos 3 cemara -pos 4 samarantu : 30 menit
Pos 4 samarantu - pos 5 mata air : 45menit
Pos 5 mata air -  pos 6 samyang rangkah : 30 menit
Pos 6 samyang rangkah – pos 7 samyang jampang : 45 menit
Pos 7 samyang jampang – pelawangan  : 1 jam

Pembahasan kali ini saya akan mengulas mulai dari
·         RUTE PERJALANAN DAN WAKTU TEMPUH
·         AREA CAMPING
·         MATA AIR
·         SUMMIT ATACK

RUTE PERJALANAN
1.       BASECAMP – POS 1
basecamp pendakian jalur bambangan
Perjalanan dari basecamp menuju pos 1 (pondok gumirung) itu lumayan cukup panjang, pertama kita akan melewati perkebunan warga terlebih dahulu, dari jalan raya tidak jauh dari basecamp kita langsung belok kanan menuju jalan setapak, dari sini treknya lumayan cukup panjang. Sehabis perkebunan warga kita akan melewati hutan pinus yang lumayan cukup luas, disana terdapat bangunan banguna warga (saung) dan juga warung, jika cape yah kita bisa lah sebat dulu disitu. Jika kalian berangkat nya saat musim kemarau disarankan kalian jalan dari pagi saja biar tidak terlalu panas, karena disini areal nya lumayan cukup terbuka ,yaaah bisa melehoy lah jalurnya hihihi. Setelah kalian melewati hutan pinus kalian akan tiba di pos 1 ,disana terdapat bangunan shelter  pos 2 yang sudah di sediakan oleh ranger setempat, dan juga terdapat  beberapa warung warga, kalian bisa kembali melehoy dulu disana, areanya cukup terbuka ,jadi handphone kalian masih bisa mendeteksi signal, bisa lah update status dulu wkwkwkw.
Jarak dari basecamp sampai pos 1 itu sebenarnya berpariasi, ada yang cumin 1 jam, ada yang 2 -3 jam di perjalanan , tergantung gaya mendaki kiita saja, kita mau santai atau mau cepat, atur saja sesuai kebutuhan yang penting aman dan selamat,
  1. POS 1 PONDOK GUMIRUNG – POS 2  WALANG
warung di pos 1 
Dari pos 1 menuju pos 2 ,treknya lumayan panjang juga , namun tidak terlalu garang jalurnya ,hanya di awal saja ,tak panjang lah tanjakan kita akan melewati tanjakan yang agak lumayan menguras tenaga, apalagi jika kita berhenti lama di pos 1 ,otomatis badan akan kembali dari awal untuk memanaskan otot-ototnya, tapi tak jauh ko hanya sebentar. Setelah itu jalanan hanya nanjak-nanjak biasa saja, banyak bonus lah.
Jarak dari pos 1 sampai pos 2 itu rata-rata 2 jam perjalanan. Di pos 2 terdapat bangku-bangku yang sudah tertata rapih yang sudah disiapkan untuk istirahat para pendaki , dan biasanya para pendaki suka beristirahat dulu disini sebelum melanjutkan kembali ke pos 3.

2.  POS 2 WALANG – POS 3 CEMARA

pos 2 walang  jalur bambangan
Nah dari sini nih, trek pendakian menuju pos 3 cemara mulai terasa agak berat namun tidak terlalu berat ,seperti menahan rindu #adaaaw.  Trek mulai berakhar dan jalurpun agak semakin sempit, kondisi area hutan dari pos 3 sampai pos 4 dan seterusnya sudah termasuk hutan rapat, adem lah pokonya , dari pos 2 sampai ke pos 3 rata-rata waktu tempuhnya sekitar 1.5 jam perjalanan ,tapi kembali ke  gaya mendaki kita, bisa lama bisa lebih cepat,
Nah untuk kalian yang berangkat agak siangan ,jika kalian tiba di pos 3 sudah sore, saya sarankan untuk mendirikan tenda area ini, areanya cukup terbuka di bagian atas. Dan kalau bisa jangan sampai mendirikan tenda di pos 4 samarantu, anjuran mah begitu, tapi yah kalau memang terpaksa sih tidak menjadi soal. Sah-sah saja, tapi persediaan air kalian harus sudah diperhitungkan dari bawah jika ingin menginap di area ini, karena disini tidak ada sumber mata air lagi, yang ada hanya nanti di pos 5 .

 3. POS 3 CEMARA – POS 4 SAMARANTU
Dari pos 3 sampai pos 4 treknya tidak terlalu terjal ,banyak landainya dan jaraknya juga tebilang dekat lah ,hanya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 30-45 menitan saja dari pos 3 sampai pos 4 itu, disni juga areanya lumayan cukup luas ,dan bisa saja untuk mendirikan tenda di area ini, tapi kebanyakan para pendaki tidak memilih mendirikan tenda disini kebanyakan di pos 5. Karena ada sumber mata air untuk pasokan perbekalan,selain dari itu juga, pos 4 samarantu memang di kenal dengan suasananya yang lumayan horror, cerita ini juga bukan sekedar asal menarik saja, tapi memang di akui oleh para ranger dan warga setempat juga, dan tidak sedikit juga para pendaki yang mengalami suasana mistis juga saat mereka mendirikan tenda di area pos 4. Yaah namanya juga di gunung ,memang sudah tempanya mereka, semuanya kembali ke pribadi masing- masing saja,karena tidak semua pendaki yang berkemah di pos 4 selalu mendapatkan gangguan mistis , hanya sebagian saja. Bismillah saja, dan tetap ingat tuhan yang maha esa.


4. POS 4 SAMARANTU -  POS 5 MATA AIR
foto bareng sama kawanan dari bekaseeh
Untuk trek dari pos 4 sampai pos 5 itu tidak terlalu jauh jaraknya, hampir sama seperti dari pos 3 ke pos 4, yah kurang lebih sekitar 45 menitan lah,  treknya juga masih ramah-ramah manja, jalurnya yang tidak sempit dan banyak bonusnya juga. Dia area ini kebanyakan pendaki memilih mendirikan tenda atau berkemah, dikarenakan di area ini terdapat sumber mata air yang mengalir dan juga areanya yang lumayan luas,terdapat shelter juga , jika musim hujan air akan lumayan banyak, tapi jika musim kemarau kalian harus pintar pintaran juga mengambil air , karena jika musim kemarau biasanya hanya berupa genangan saja,.

·         MATA AIR TERAKHIR  DAN AREA CAMPING
5.     POS 5 SUMBER AIR – POS 6 SAMYANG RANGKAH
plang pemberitahuan pos 5
Untuk jarak dan rute dari pos 5 sampai pos 6 itu tidak terlalu jauh dan terbilang yang paling dekat diantara semua pos di jalur bambangan itu sendiri. Jaraknya hanya sekitar 20-30 menitan saja dari pos 5 ke pos 6 itu,dari pos 5 sampai pos berikutnya itu sudah mulai masuk areal terbuka, jika untuk kapasitas tenda di pos 6 tidak terlalu luas dan hanya muat kira – kira sekitar 2-3 tendaan saja,dengan kapasitas tenda 3/4 orang saja. Jarang juga pendaki mendirikan tenda di areal ini dan biasanya memilih bekemah di pos 7 saja ,

7.       POS 6 SAMYANG RANGKAH – POS 7 SAMYANG JAMPANG
Dari pos 6 menuju pos 7 arealnya sudah masuk areal terbuka, treknya juga mulai menyempit dan berakar, di sebelum sampai pos 7 kita akan memasuki jalur yang berakar dan seperti masuk lorong sempit , yah kira kira sekitar 30 meteran lah, kata sebagian pendaki jalur ini mirip seperti di trek pendakian Gn. Kerinci jambi.
salah satu trek di menuju pos 7
kata mereka yang sudah pernah berangkat kesana hehe. Nah setelah melewati trek tersebut ke pos 7 itu sudah tidak jauh lagi ,yah kurang lebih sekitar 15 menitan lagi lah,oh ia jangan lupa siapkan buff banda jika kalian sudah memasuki trek pos 6 pos 7 karena jika musim kemarau trek akan bedebu , mengingat areal nya yang sudah terbuka jadi tidak lembab tanahnya. Dari pos 6 ke pos 7 itu jaraknya kurang lebih sekitar 45 menitan lah bahkan bisa sampai 1 jam kalau kita santai mah.
8.       POS 7 SAMYANG JAMPANG  ( AREA CAMP TERAKHIR)
Dipos 7 ini biasanya menjadi opsi terakhir bagi para pendaki untuk mendirikan tenda jika di pos 5 sudah penuh, disini juga terdapat bangunan shelter.  Arealnya yang sudah terbuka  sehingga pemandangan nya sangat jelas menghadap ke seletan , jika sore menjelang senja, disini menjadi paporit pendaki untuk berfhoto-fhoto ria , biasan sinar matahari di sore hari biasanya akan terlihat merah merona , jingganya menjadi perburuan.  Jika memang sedang bagus cuacanya , tidak hanya suasana senja yang indah tapi hamparan awan putih akan Nampak terlihat indah, dari segi ketinggian ,kurang lebih sekitar  3100 mdpl lebih, lebih dari puncak Gn. Ciremai atap jawabarat.

fotret senja di camp 7

·         SUMMIT  ATACK KE PUNCAK GN. SLAMET
Jika lokasi camp kalian berada di pos 5 sumber air, summit ke puncak Gn. Slamet akan jauh lebih lama dibanding kan dengan yang berada di pos 7, tapi jika kalian berada di pos 7  bisa di tempuh dengan jarak perjalanan sekitar 3 jam saja , untuk persiapannya seperti biasa saja , jangan lupa membawa air panas saat sebelum melakukan summit attack dan cemilan untuk nanti di puncak , kopi mungkin jika kalian ingin masukan saja ke daftar perbekalan ,masa iya di puncak tidak menikmati segelas kopi, walau saya dulu tidak sempat karena cuaca di atas memang sedang tidak bersahabat.
Kalian bisa memulai perjalanan sekitar pukul 4 subuh dari pos 7 , jangan lupa perlengkapan ke amanan seperti jaket dan celana trekking yang tidak mudah di tembus dingin harus kalian gunakan,dan juga  jangan lupa untuk tetap menggunakan buff atau masker ,jika kondisi nya musim kemarau akan sangat berdebu ,dan biasanya angin sudah terasa kencang karena areal dari pos 7 sampai puncak itu sudah terbuka, hanya beberapa ratus meter saja dari pos 7 sampai pos 8 yang masih agak tertutup, jika sudah sampai di pos 8 sampai seterusnya areal benar – benar terbuka, focus kalian juga harus benar-benar di perhatikan saat berada di jalaur ,terlebih ketika sudah melewati POS 9 PELAWANGAN BATAS VEGETASI dari sana trek yang akan kalian jumpai bukan lagi tanah ,melainkan trek bebatuan dan berpasir kasar, tetap memperhatikan pijakan kalian dan team kalian, jangan sampai terpecah belah, usahakan leader yang memimpin sudah mengetahui trek pendakian dan sweaper yang mengawal di belakang di usahakan orang-orang yang kondisi fisiknya di atas rata-rata rombongan ,karena biasanya sweaper selalu menemani anggota team yang sudah kelelahan dan dia juga mengawal dan menentukan kuat atau tidaknya anggota team yang lemah bisa sampai puncak, disini kordinasi anatar anggota benar-benar di perhitungkan,
ini momen saat di bantai dingin

Dari batas vegetasi sampai puncak itu berjarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan, kadang juga bisa lebih lama dan lebih cepat, tergantung kondisi tubuh seseorang. Beberapa puluh meter sebelum top puncak disana trek sudah semuanya berbatu dan pergerakan angin juga lebih cepat ,tergantung kondisi cuaca saat itu,

Setelah melewati trek tersebut sampailah kalian di top puncak Gn. Slamet  dengan ketinggian 3428 MDPL ,disana akan terdapat tulisan plang puncak Gn. SLAMET yang terbuat dari Plat sheng dan plat yang berbentuk Gunung seperti di pewayangan.



puncak gunung slamet jawa tengah


rahma daniyah puncak gn.slamet (cerita para pejalan)














puncak gunung selamet jawa tengah









trek sebelum puncak gn slamet, (cerita para pejalan)


















puncak gunung selamet































silahkan berfoto-foto ria jika kalian sudah sampai puncak yah, jangan lupa untuk turun karena di atas dingin hihi,
perbanyak stok foto buat amunisi di lain waktu, biar bisa di updload satu satu hihi,
mungkin sekian untuk informasi seputar pendakian Gn. Slamet jawa tengah , dari mulai estimasi perjalnan dari basecamp sampai puncak. semoga bermanfaaat dan bisa membantu
trimakasih sudah bersedia membaca . salam petualangan .salam rimba dan salam lestari
baca juga


Saturday, 24 February 2018

MUNUJU SURGA TERSEMBUNYI GN,SEMERU

MUNUJU SURGA TERSEMBUNYI GN,SEMERU

keindahan danau ranu pane gn semeru ( sumber fhoto google)

Setelah lumayan beristirahat , sekitar pukul 4 shubuh saya bangun, Nampak saat itu dani pun sudah bangun juga, entahlah dia sudah bangun atau memang tidak bisa tidur, karena bisa dibilang lumayan cukup dingin,
Saat itu saya belum tau jam  berapa itu, saya mengira saat itu pukul 5 pagi lebih lah, karena memang suasananya sudah terang, dan Nampak ada beberapa orang juga yang sudah berada  pinggir danau ranu pani, yang kelihatanya sedang memancing, setelah shalat subuh, baru tau saya kalau saat itu baru jam 4 subuh, itupun setelah saya bertanya sama dani karena memang saya tidak menggunakan jam tangan, danipun memberitahu kalau saat itu masih jam 4, saya sedikit tidak percaya, keadaan jam 4 subuh masa iya sudah seterang ini kata saya, setelah dani memperlihatkan jam berapa itu, baru saya percaya, seketika saat itupun saya tertawa , karena biasanya kan jam 4 di tempat saya garut bisa dibilang  masih sangat gelap, kata danipun memberitahu letak  letak geograpis jawa barat sama jawa timur kan berbeda, jelas perbandingan cuacanya juga agak berbeda, termasuk dari terbit dan terbenamnya matahari, setelah itu saya baru saya sada, singkat cerita, setelah disakasih tau dani, sayapun pergi ke tenda untuk mengambil peralatan masak, dan memasak air panas untuk menyeduh kopi, karena sangat sayang jika terlewat begitu saja tanpa secangkir kopi, berlanjut lah obrolan kita sambil menikmati kopi, tak lama teman teman di tenda pun bangun , satu persatu keluar dari tenda,perbincangan pun makin hangat se irama dengan sinar matahari yang perlahan merambat menyelinap masuk ke balik kabut tebal yang tak begitu pekat dipagi itu,
Tak lupa juga kita sempatkan untuk berpoto poto dulu, untuk mengabadikan momen kebersamaan, sambil bercanda canda,karena kami tak lupa membawa kamera yang sudah disiapkan sebagai penyimpan momen,

Sekitar pukul 6 pagi lebih, kita pun menyempatkan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan,
Setelah selesai sarapan, kita  langsung packing ulang peralatan yang sempat dikeluarkan semalam,barulah sekitar pukul 8 pagi, setelah pos pendaftaran dubuka, teman saya mba april sama mas maru, langsung bergegas melakukan registrasi ulang di pos,
Setelah  itu kitapun pergi ke satu ruangan yang berada di bawah pos pendaftaran, yaitu ruang breping, ruangan yang sengaja di sediakan oleh para ranger dan pengurus balai taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) untuk memberikan pengarahan kepada para pendaki yang akan berangkat mendaki ke gunung semeru ,dari mulai rute perjalanan, pos pos di perjalanan, peraturan adat/kepercayaan setempat,,titik rawan hewan atau titik perlintasan hewan buas, hingga rute menuju puncak mahameru, ,itu benar benar di berikan dengan detail oleh mereka disana, supaya pendaki bisa lebih berhati hati, bisa lebih menjaga diri dan team,menjaga apa yang menjadi kepercayaan ada istiadat warga setempat,dan terutama menjaga kebersihan,,
Setelah selesai diruangan tersebut, kitapun bersiap siap untuk berangkat ,tak lupa kita berdo’a terlebih dahulu untuk  meminta keselamatan pada allah swt  agar kita bisa selamat sampai pulang kerumah masing masing,
Setelah selesai  berdo’a berangkatlah kita menuju titik camp pertama di daerah DANAU RANUKUMBOLO,

PERJALANAN MENUJU DANAU RANU KUMBOLO
Dari ranu pani sampai danau ranu kumbolo, itu berjarak kurang lebih sekitar 10km, dengan melewati beberapa pos pendakian, jarak hitungan jam antar posnya tidak menentu , yah kurang lebih 1-2 jam dari satu pos ke pos yang lainnya, saat itu saya berangkat sekitar pukul 9 pagian,
Perjalanan menuju pos 1 tidaklah sulit karena memang treknya bisa dibilang tidak terlalu susah seperti di trek pendakian pada umumnya,terbilang landay lah, saat itu yah masih terasa lelah lelah perkenalan ,belum lelah yang sesungguhnya hehe,
Perjalanan Menuju pos satu itu kurang lebih sekitar 1jam, setengahan lah, dengan perjalanan santai karena kita masih pemula,
Tiba di pos 1 itu kurang lebih sekitar pukul 10:00an, kita beristirahat dulu sebentar kurang lebih sekitar 20 menitan,sambil merokok,karena kebetulan saya peroko,kecuali kang alif dia nge vave soalnya  , setelah rokok habis, kita pun bergegas kembali menuju pos 2,
Naaah dari sini mulai lah lelah perlahan menjalar meraba tubuh, kebetulan cerrier yang saya bawa berukuran sekitar 85 ltr pull pack, dan 1 daypack di depan, karena memang logistic kita bawa banyak,yang penting tidak sampai kekurangan,jadi tidak apa apa cape di jalur juga,
Perlahan kaki mulai terasa keram di sebelum tiba pos 2, yah kira kira sekitar 10 menitan lagi menuju pos 2, istrihat saja yang saja banyakin, supaya tidak terlalu parah sambil saya urut perlahan,
Sekitar pukul 11 siang lebih saya tiba di pos 2, kita pun kembali beristirahat ,malahan teman saya kang alif sempat menelpon istrinya yang berada di bandung, karena kebetulan ada singal  buat nelpon. Selagi nunggu dia nelpon saya urut urut lagi kaki saya supaya tidak terlalu tegang,hanya untuk pelemasan otot saja tidak pada urat uranya,,ketika sedang  mengurutu kaki, tak lama ada seorang anggota TNI datang dan beristirahat, sambil saya sapa dia, biasa basa basi ala pendaki sudah tau lah hehe,  kebetulan dia datang sendirian ,disana tidak terlalu banyak mengobrol sih karena ketika dia datang saya sudah agak lama beristirahat , kemudian saya pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya yaitu pos 3,


watu rejeng gunung semeru
Setelah kurang lebih 30-40 menitan saya berjalan bersama teman teman, sesampainya di watu rejeng, sekitar 500 meter dari pos 2, saya bersama teman teman memutuskan untuk beristirahat kembali, karena sudah memasuki jam makan siang di perjalanan, saya keluarin alat masak dari tas cerrier saya, mba april mengeluarkan logistic mas maru kebetulan dia membawa kursi lipat mini,dia keluarkan juga untuk sekedar duduk duduk manja he, kang alif, seperti biasa dia mengeluarkan vavening nya, sambil menunggu air matang, kita ngobrol ngobrol saja ,banyak juga orang lalu lalang, dan lebih banyak seperti anggota polisi, rombonganya banyak banyak juga, dan ternyata saat itu kita naik pas bertepatan esok nya hari sumpah pemuda ,dan kebetulan pemerintah lumajang, polres lumajang kodim lumajang dan satuan dinas lainya ,mengadakan hari jadi sumpah pemuda di ranu kumbolo,barulah saya ngeuh pantesan banyak orang orang yang naik seperti anggota yang lewatin kita,
Tak lama teman kita dani dan rombonganya tiba juga di pos 3,dan ikut beristirahat bareng bersama kita, sambil berbincang bercanda sembari menghilangkan rasa lelah, tak lama kemudian seorang anggota TNI yang sempat bertegur sapa di pos 2 ,baru sampai, sempat berhenti dalam ke adaan berdiri sambil mengobrol dengan saya, tak lama saya paksa beliau untuk duduk bergabung dengan kita, akhirnya yah makin rame, tak lama kemudian setelah air sudah panas, kopipun tersaji, akhirnya perbincangan di bawah lereng terjal waturejeng dengan suasana yang sedikit ramai dengan gelak tawa makin terasa hangat, akhirnya perkenalan dimulai dengan bpk tentara tadi, beliau bernama bpk,Agus ,anggota kesatuan KODIM LUMAJANG, ternyata secangkir cerita memang sudah siap tersaji di waturejeng untuk kita, banyak perbincangan yang menarik dan bermanfaat yang saya tanggap dari beliau,terutama dari pengalaman pengalaman ketika dia tugas dulunya,  saking asik nya perbincangan kita lupa ternyata mie rebus sudah matang dan siap santap, mba april sudah memasakan mie  buat kita ,sedari kita semua asik berbincang dan bercanda,
Akhirnya makanlaaah dengan lahap hihi, makan rame rame kita, dan setelah selesai makan,kitapun kembali bercanda canda sambil mengunggu makanan turun keperut hhe,
Saat itu kita beristirahat lumayan cukup lama ,kurang lebih 1 jam lah ada,, saat itu Pk,Agus berangkat duluan, kita mah sih barudak santei hehe,setelah semua perlengkapan di packing ulang, tak lama kitapun bergegas berangkat melanjutkan perjalanan menuju pos 3,
Nah dari pos 2 ke pos pos berikutnya,perjalanan menjadi terasa lebih lama, biasa kaki saya kembali keram, malah bertambah,kejang otot juga ,parah kan , saat itu memang ada yang salah dengan celana yang saya kenakan,dan beban yang saya bawa, saat itu saya memakai celana jeans robek robek yang sudah agak ketat, dan beban yang saya bawa sudah melebihi batas yang biasa saya bawa ketika mendaki,  celana jeans memang tidak di anjurkan untuk dipakai ketika mendaki, karena mengingat dari segi safety prosedur pendakian,itu tidak di anjurkan, karena jeans mengandung bahan yang lumayan keras, untuk standa kemananannya di anjurkan memakai celana yang berbahan lentur dan mudah menyerap keringat atau berbahan QUICK DRY /cepat kering,  tapi yah kembali lagi ke kenyamanan pemakayan pribadi, kebetulan saya suka memakai jeans saja kalau mendaki, tapi perhitungan ke amanan tetap saya pakai, dan hanya pada ketinggian tertentu saja ,itupun hanya untuk perjalanan, untuk tidur saya menggunakan celana berbahan polar biar badan tetap hangat, yah seperti yang di anjurkan saja, kembali ke tofik,
Ketika kaki saya sudah terasa makin parah, saya selalu berhenti lalu kemudian melepas sepatu dan kemudian mengurut perlahan untun pelemasan dan memperlancar aliran darah yang sempat tertekan , setelah merasa baikan,saya pun kembali melanjutkan perjalanan,
Setibanya di pos 3 ,saat itu pendaki memang cukup ramai, saya beristirahat kembali disana, dan tak lama hujan turun yang lumayan cukup deras, kebetulan di pos 3 ada shelter kecil,yah muat lah beberapa orang disana, saya pun ikut masuk kedalam sambil plangak plongok dengerin yang ngobrol pake bahasa jawa, kalau teman saya kang alif dia paham dan ngerti, karena dulunya pernah lama tinggal di malang waktu dia mesantren. Dia hanya ketawa ketawa saja sambil ledekin saya yang gak paham, kadang kalau saya sudah jengkel,saya nanya pendaki yang berasal dari daerah jawa dengan bahasa sunda tanpa bahasa Indonesia sedikitpun, dan mereka menjawab pake bahasa jawa, ibarat ayam ngobrol sama monyet ,kayak nyambung padahal mah gak tau kemana arahnya ,mereka pun ketika menjawab sambil tertawa juga,,yah kita sama sama paham lah,dalam keadaan cape otak manusia itu daya pikirnya menurun dan tingkat emosionalnya lebih tinggi,makanya dibawa becanda saja ketika diperjalanan itu,
Dan ketika hujan reda kita langsung berjalan kembali, sebelum jalan,saya sempat bertanya, tanjakannya sepanjang apa dan tingkat kemiringannya seberapa,sama teman saya mba april, kata dia kurang dari 50 meter panjangnya dan tidak terlalu curam juga,
Karena saat itu kaki saya memang sudah tidak bakalan kuat lama jika harus berjalan ditanjakan dengan durasi yang lama, dan alhamdulilahnya tanjakan yang saya lewati memang tidak lebih dari 50 meter, namun saya juga melewatinya entah berapa menit, Karen 3,4  langkah saya jalan, kaki saya gemetar dan terasa mau keram, dan kembali berhenti, ketika di tengah tengah habis lah saya di jahilin sama bpk bpk polisi yang kebetulan saat itu ada orang tasik, nanyain kaki saya yang gemeteran dan bentar bentar behenti, saya jawab ajah sambil selengean , saya hanya sedang menikmati perjalanan saja pa, ini kaki mah emang saya lagi berimajinasi mendengarkan music, kan music  box saya tadi jatuh di jalan, mendengar saya ber alibi seperti itu mereka makin jadi tertawanya sambil bilang “ kehed kehed, bisa wae maneh” , sambil tertawa tawa kita berjalan pelan pelan, dan ternyata mereka sendiri pun sudah kelelahan,dan saya menjadi korban tawaran mereka, biasa mereka cape nawarin kesaya  istrahat ,padahalmah mereka kecapean hahaa,
Kurang lebih 20 menit saya  lewatin tanjakan itu ,terlama lah pokonya, dan Alhamdulillah setelah tanjakan itu jalan pun perlahan menurun, dan taklama kemudian hujan pun mulai turun , kondisi tubuh yang sudah terasa sangat lelah kembali menjadi bersemangat, apalagi ketika remang remang penampakan danau yang sebelumnya hanya ibarat dongeng pengantar tidur buat saya, bisa saya saksikan langsung, perlahan perlaham makin terlihat dan benarlah ada nya ciptahan tuhan yang satu ini memang luar biasa indahnya, saat itupun semangat makin menjadi, rasanya ingin cepat sampai,tapi yah apa daya meskipuun semangat menggebu kalau fisik sudah melehoy  mah jalan mah sama ajah,pelan booos capee haha,,tapi setidaknya jalan tidak terlalu lama saya, teman teman saya pun sudah jauh di depan, karena memang saya suruh mereka untuk terus jalan saja ,karena kalau bareng saya ,akan lebih lama ,kasihan mereka yang masih kuat bisa ikutan melemah, tapi saya juga tidak sembrono, karena mentang mentang cape, istirahat se enaknya, tidak lah,jalan saja walau pelan ,tak perlu berburu buru yang penting sampai,itu saja moto say amah hehe,
Ketika sampai di pos 4 di mana bisa melihat pemandangan danu ranu kumbolo dari atas tanpa terhalang sedikitpun dan langsung  ,wih indahnyaa, saat itu mas maru dan mba april masih di shelter menunggu saya, kang alif terus lanjut menunggu di bawah turunan ranukumbolo,
Tak lama kamipun kembali jalan dengan irama langkah yang lebih santai,bukan karena paktor kondisi, tapi lebih ke menikmati tapi tak lama cerita kembali seperti saat di tanjakan pos 3 haha,
Diturunan rakum(ranu kumbolo) yah kurang lebih 20 menit juga sama saya turun disitu, turun itu padaha, kaki saya masih ngerasa keram juga, mungkin karena factor turunan, beban yang di topang kaki pun 7x lipat dari sebelumnya ,yah wajar kalau lebih lama mah hehe, nampak kang alif sudah menggu dibawah sambil tertawa melihat pergerakan saya ketika turun, lama ,sering jatuh lagi,karena sepatu yang saya gunakan kebetulan alasnya yang menahan licin di batu bukan di tanah, yah ketemu tanah  basah ketawa ketawa yang ada ,jatuh nya sering hehe,

danau ranu kumbolo gunung semeru ( sumber fhoto google)
Saat itu  ketika kita sampai di DANAU RANU KUMBOLO, kira kira pukul 4 sorean lah, terbilang waktu yang lama memang, yah mau gimana lagi kondisi badan yang tak mendukung, tetapi yang terpenting kita selamat sampai lokasi camp,
Saat itu Nampak di bibir danau ranu kumbolo terlihat dari kejauhan sudah sangat ramai, tenda para pendaki pun sudah berjejeran seperti perkampungan saja, ragam rupa warna dari tenda tenda yang berdiri menambah suasana menjadi semakin menarik,dan asik, walaupun saya tidak terlalu suka dengan tempat tempat yang terlalu ramai, tapi yah ini bukan di KOTA, ini gunung, dimana secara tidak langsung tingkat social setiap individu menjadi lebih tinggi, tegus sapa selama diperjalanan dari berangkat hingga pulang tak pernah putus, tawar menawarkan antara satu dan yang lainya bukan hanya sekedar basa basi atau ajakan semata,walaupun hanya secangkir kopi yang di sajikan,itu benar benar mereka ingin kita ikut menikmati apa yang sudah mereka bawa, merasakan bersama sembari bertukar cerita, entah itu asal ataupun seputar pengalaman yang pernah di lalui di tempat tempat lain, dan itu terjadi bukan hanya di semeru saja, bukan hanya di satu tempat saja, disetiap tempat yang dimana mereka harus mengeluarkan extra tenaga ,fikiran dan lain sebagainya untuk bisa mencapainya, itu pasti akan terjadi dan sejatinya seorang manusia harus berbuat seperti apa itu akan terjadi disana dan akan Nampak siapa yang lebih lemah dan siapa yang paling kuat siapa yang paling bertanggung jawab siapa yang hanya memikirkan isi perut sendiri, dan siapa yang lebih perduli terhadap yang lainya,meskipun itu bukan bagian dari anggotanya.
Itulah alasan kenapa saya selalu ingin melakukan perjalanan yang selalu membutuhkan waktu waktu lama, karena saya bisa belajar dari setiap tempat yang akan dan sudah saya kunjungi,.
Ketika di ranukumbolopun itu saya rasakan,tegur sapa dari teman teman yang sudah berada disana, menawarkan secangkir kopi untuk sekedar penghangat badan, karena memang cuacanya cukup dingin disana,,makanya ketika sampai kita langsung saja bergegas mendirikan tenda untuk beristirahat, dan berganti pakayan yang sudah basah ketika terguyur hujan pas di perjalanan, setelah tenda siap kan lebih leluasa kita jika ingin melakukan aktivitas, begitupun kami saat itu, seperti biasa memasak air panas, membuat secangkir kopi, lalu merokok sambil menikmati suasa, dan tak lupa juga untuk masak he,
Tapi alhamdulilah ketika disemeru yang lebih sering megang kompor mba april teman saya, rasanya merdeka jauh dari kompor itu,karena keseringan setiap naik gunung pasti selalu urusan dapur,entah lah hhiihi,
Sembari menunggu makanan siap santap, saya pergi mencari teman saya tadi Pak,Agus,yang ketika di perjalanan sempat berbincang bincang dengan kami, sekitar pukul 7 malam saya mencari dia ke shelter yang ada di ranukumbolo,,saat itu didalam penuh dengan beberapa anggota TNI yang sedang istirahat dan sebagian porter yang sedang asik bercanda ria, akhirnya ketemu sama beliau, sayapun mengajaknya untuk mampir ke tenda saya,
Yaah untuk kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda lah , setibanya ditenda obrolan pun makin hangat, dan tak lama kemudian, makanan pun sudah siap untuk di santap, ya sudah kita kembali makan rame rame he,karena lebih nikmat rasanya jika rame rame,
Setelah selesai makan kembali lagi kekopi sambil merokok juga, hingga tak terasa sudah 2 jam kita bercerita,
Sekitar pukul 9 malam Pak,Agus pamit untuk beristirahat, dan kita pun segera beres beres peralatan dan merapihkannya, setelah selesai tak lama kang alif,mas maru dan ,mba aprilpun masuk tenda, tinggal saya sendiri di luar headlam tetap saya nyalakan, dan sempat mengambil apa yang sudah saya persiapkan sedari berangkat menuju tempat ini,kayu kayu untuk saya ukir, sempat membuat beberapa ukiran salah satunya kalung yang memang sudah direncanakan untuk membuatnya, sekitar pukul 11 malam baru selesai, barulah saya juga merapihkan kembali peralatan saya, dan mengambil sleping bag saya ditas,
Matras sengaja saya simpan diuar ,saya rapihkan ponco yang didepan tenda ,untuk menutupi atap, karena kebetulan saya pengen tidur diluar, jika masuk pasti gerah,sempit soalnya he,
Tak lupa juga bagian kepala ponco saya taro di atas muka saya, jadi buat persiapan ketika hujan turun air langsung ke muka saya dari lubang itu,
Alhamdulilah nyenyak karena kebetulan suhu di sana sedang bersahabat,tidak terlalu extream, tapi jam 4 subuh saya pindah ke dalam karena muka saya kena tetesan embun yang saya kira air hujan,hee
Melanjutkan tidur di tenda lah akhirnya sampai pagi,
 (klik disini untuk halaman selanjutnya)