CERITA PERJALANAN

Berbagai kisah dan cerita yang menarik dari berbagai sumber tentunya dari mereka para penggiat atau petualang alam bebas.

INFORMASI SEPUTAR TEMPAT WISATA MENARIK

berbagai informasi seputar tempat-tempat wisata menarik,asik ,ngehitsz dari berbagai tempat yang tentunya dengan suasana dan pesona alam yang sangat luar biasa.

CERITA MISTIS

Rangkuman cerita mistis dari berbagai tempat yang langsung di alami oleh narasumber.

GALERY FHOTOGRHAPY

berbagai momen momen yang di abadikan dari berbagai tempat - tempat menarik.

informasi materi teknik dasar pecinta alam

informasi materi - materi teknik dasar untuk berkegiatan di alam bebas baik survival, navigasi, gunung hutan dan lain-lain.

Showing posts with label info gunung. Show all posts
Showing posts with label info gunung. Show all posts

Tuesday, 3 July 2018

Gn. Agung meletus kembali???

Hasil gambar untuk gunung agung meletus
letusan gunung agung pada senin malam 02/07/2018
Tepatnya pada hari  senin tanggal 2/07/201 dari pagi Gn. Agung sudah mengalami beberapa kali erupsi kecil dengan abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter. Pada senin malam tiba-tiba masyarakat sekitar Gn, Agung dikejutkan dengan letusan yang di sertai dengan suara dentuman yang begitu keras dan disertai dengan lontaran batu pijar. PVBMG melaporkan bahwa tanggal 2/07/2018 tepatnya pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di ataws puncak (± 5.142 meter di atas permukaan laut ). Saat di amati kolom abu berwarna  kelabu denga intensitas tebal condong ke arah barat.
Erupsi ini terekam di seismogtam dengan amplituo maksimum 24mm dan durasi ± 7 menit 21 detik. Erupsi terjadi secara strombolian dengan di ikuti sura dentuman.
Erupsi ini bersifat explosive dengan melontarkan batur pijar karena adanya tekanan dari dalam kawah. Sifar magma yang lebih cair dibandingakan dengan letusan tahun lalu yang juga  menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.

nampak kebakaran di sekitar puncak kawah gunung agung
sumber : dokumentasi warga sekitar
Lontaran lava pijar yang teramati keluar kawah mencapai hinga jarak 2 km . dan hutan di sekitar puncak kawah Gn. Agung Nampak memerah akibat terbakar oleh lava pijar yang terlontar di sekitaran puncak,  dan api yang terlihat Nampak begitu besardi beberapa bagian.
Relawan pasebaya melaporkan bahwa lontaran lava pijar dari puncak Gn. Agung ke lereng timur hingga timur laut  tepat nya ke daerah culik dan dukuh di kabupaten karangasem. Selain itu juga lava pijar mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar  cukup luas.
Saat itu masyarakat sekitar langsung melakukan evakuasi mandiri ,turun ke desa-desa yang dalam radius aman untuk di tempati . saat ini status Gn. Agung  tetap dalam status siaga (level 3) dengan radius berbahaya  4 km dari puncak kawah.
Dalam pantauan satelit Himawari BMKG menunjukan bahwa sesebaran abu vulkanik lebih dominan mengarah kea rah barat. Tapi hingga saat ini aktivitas di Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di denpasar Bali  masih beroprasi normal begitupun dengan bandara Banyuwangi Jember fan Lombok.
Untuk masyarakat sekitar (BALI) Dihimbau untuk tetap tenang  tetap dalam zona radius aman , dan jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar ,gunakan semua informas terkait dengan  kegunung apian dari PVMBG  sebagai lembaga yang resmi dan dapat di pertanggung jawabkan,.
Tetap tenang ,tetap waspada,dan teruslah berdo’a agar semuanya segera berakhir dan normal kembali. Trimakasih
Sumber @sutopopurwo BNPB @BNPB @PVBMG

Baca juga

Friday, 2 March 2018

Diskusi Summit Atack Gn. Ciremai ,Muncak Atau Tidak???

DISKUSI SUMMIT ATACK GN. CIREMAI ,MUNCAK ATAU TIDAK???
suasana pagi di pos 5 ki bima 
(ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul " gagal menggapai puncak Gn. Ciremai karena cuaca extream".
Setelah kita merasa cukup istirahat pagi pukul 6 kita bangun, tak lama setelah terbangun langsung saja kita masak dan kebetulan  saat itu kita membawa beberapa pisang buat di bikin pisang goreng, itu salah satu perbekalan wajib yang harus di bawa dan masuk dalam daftar pokok logistic jika saya sedang mendaki bareng Rahma, karena memang makanan kesukaanya dia, dan beberapa kali naik gunung juga sama dia selalu bawa pisang , saya juga suka lah kalau makan mah, apa ajah juga di hajar di gunung mah hahhaa,
Sambil membuat pisang goreng kita sedikit berbincang dan mendengarkan pengalaman mang ali ketika melakukan pendakian ke Gn. Argopuro dulu, biar tidak terlalu jenuh juga dan lumayan kan dapat referensi lebih dari dia, sambil berdiskusi tentang perjalanan hari ini, APAKAH KITA AKAN KE PUNCAK ATAU PULANG?
jalur pendakian menuju puncak
Mang ali sempat mengusulkan untuk turun saja karena cuaca saat itu juga memang tidak terlalu mendukung, saya sih turun hayo muncak hayo , tapi saat itu Rahma juga pengen mencoba dulu ke puncak, saya juga sempat mengusulkan untuk mencoba dulu sesampainya saja, jika hujan turun kita langsung turun kembali ke camp,yah masa iya juga menyerah sebelum mencoba,, akhirnya kita ber3 sepakat untuk mencoba melanjutkan perjalanan ke puncak, dengan catatan “ SESAMPAINYA DAN KEMBALI JIKA CUACA MEMBURUK”, kita mencoba bukan sekedar asal menghilangkan rasa penasaran,tapi dengan mengutamakan keselamatan masing – masing dari kita, dan mang ali tetap yang memegang komando,karena dia yang lebih tahu tempat ini dari pada kita.
Setelah selesai membuat pisang goreng dan mencicipinya , kita bergegas dan packing sedikit perbekalan untuk dibawa ke atas.
Saat itu waktu menunjukan pukul 08 : 45 pagi, dan cuaca masih cukup cerah, perlahan kita mulai berjalan kearah puncak dengan naafas sedikit terengah-engah Karena kondisi badan masih dingin juga.
POS 5 KI BIMA – POS 6 TARAWANGSA
Dari pos 5 kita menuju pos 6 ,treknya sudah mulai terasa berat lebih dari pos 4  ke pos 5, tapi kita pelan-pelan saja. Jarak dari pos 5 ke pos 6 itu kurang lebih sekitar  30 menitan, dengan kondisi badan lenggang ,jika normalnya bisa 1 jam lebih,.. di pos 6 lokasinya cukup luas ,lebih luas dari pos 5 ,dan bisa menampung lebih banyak tenda ,hanya saja disini sudah tidak terdapat sumber air, karena sumber air terakhir  berada di pos 5, di sini juga terdapat 2 cabang jalur menuju puncak, jalur lama ( Linggar Jati) dan jalur baru ( Linggasana), saat itu sempat diskusi dulu sebelum melanjutkan perjalanan, mang ali sempat bertanya kepada Rahma, jalur mana yang akan di gunakan, dan akhirnya Rahma mau berbelok arah saja ke jalur lama yaitu ke jalur linggar jati, saya lupa nama pos nya, pokonya sudah di atas tanjakan BAPAK TERE   Ada pohon tumbang lah disana, kita masih melanjutkan perjalanan dan istirahatpun hanya berhenti sejenak tidak sampai duduk, begitu disepanjang jalan.
pos batu lingga jalur pendakian linggar jati
Baru ketika di pos  BATULINGGA LINGGAR JATI   kita berhenti untuk duduk lah, Rahma dan sayapun duduk menyelonjorkan kaki, hanya mang ali saja yang tidak duduk dia masih berdiri, saya pun sempat mengeluarkan cemilan yang saya bawa dan beberapa pisang goreng yang saya bawa,, saat itu waktu menujukan tepat pukul  10;30 siang . tapi sayangnya hanya sebentar kita disana menikmati lelah, kira- baru 3/5 menitan lah, rokok mang alipun belum sempat di nyalakan, eeh tiba tiba ada suara yang tidak asing, tapi jadi pertanyaan.
Ini hujan apa bukan ? atau hanya angin, mang ali sempat bertanya seperti itu, saya kira sih angin saja, eh taunya hujan, dan itu tak lama setelah gerimis langsung menjadi deras, tapi untungnya mang Ali dan Rahma langsung menggunakan jas hujan,saat itu mang Ali sempat bertanya sama Rahma, antara lanjut atau tidak ke puncak, dan Rahma langsung meminta untuk turun kembali ke tenda,karena dia pernah merasakan bagaimana harus muncak dengan kondisi cuaca hujaan,saat itu dia sempat menceritakan pengalamannya yang memaksa muncak ke gunung merbabu saat kondisi hujan, ,saya sih senang lah turun lagi, karena percuma jika harus kepuncak juga yang ada cuman tembok putih penuh ratapan saja, itu juga kalau cuaca tidak lebih buruk.
Akhirnya kitapun turun kembali dengan kondisi badan diguyur hujan sampai tenda, tapi setelah mau sampai pos 5 hujan tidak terlalu deras. Dan saat itu tiba di tenda tepat puku 11:30 siang.
Rahma dan mang ali langsung masuk ke tenda , saya masih di luar untuk mengamankan tenda , dan membetulakan parit di sekitar tenda, saat itu sih saya memakai payung dan masih menggunakan baju, tidak seperti semalam lah,ini mah posisinya sudah tidak danger lah wkwkwk
Setelah selesai saya pun berganti pakayan dan masuk ketenda, lalu kitapun berdiskusi, turun hari itu atau besok,
Ketika awal pendakian niat saya pengen 1 malam saja di atas jika kondisi cuaca tidak buruk,dan memilih berisitirahat di bawah saja ,dan juga biar ada space waktu buat Rahma istirahat ,karena tanggal 25 nya dia harus sudah masuk kerja dan kebetulan masuk pagi. Tapi saya juga tidak memaksakan malah saya pengen menginap lagi di atas, bukan karena apa-apa , melihat kondisi cuaca saat itu hujan di sertai petir terus mengguyur tenda kami, akhirnya kita pun memutuskan untuk turun ke esokan harinya, hari itu hujan baru reda sekitar pukul 8 malam. Bahkan di sore hariketika saya sedang tidur, karena memang sedikit mengantuk, Rahma dan Mang Ali sempat merasakan seperti sengatan listik ,yah mungkin di atas ada yang terkena sambaran petir, mengingat pasak tenda kita juga terbuat dari besi dan golok tramontina juga menacap ke tanah di depan tenda, mungkin karena posisi saya sedang tidur jadi saya tidak terlalu sadar ,dan hanya mereka berdua yang merasaka,malah saya kebangun bukan karena ikut tersengat melainkan karena mereka berdua yang berteriak dan juga suara petir yang memang cuukup kencang, mereka juga sempat bertanya pada saya, tapi yah saya tidak merasakan apa-apa , alhmdulilah hihi, akhirnya yah cengengesan saja ketawa-ketawa di dalam tenda, sambil menunggu hujan reda  kita hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol, yang lebih sering mengobrol itu Rahma dan mang Ali, saya tidak terlalu banyak mengobrol hanya mendengarkan saja apa yang mereka obrolkan,yah kadang ikut nimbrung,
Setelah hujan reda kita sempat memasak nasi dulu dan sisa logistic yang masih tersisa untuk mengisi perut kembali sebelum istirahat tidur. Setelah selesai masak dan makan, pukul 10 malam kita baru istirahat tidur.
Dan kembali terbangun sekitar pukul 5 pagi lebih lah, sebenarnya sempat beberapa kali terbangun tapi yah lanjut lagi tidur mau ngapain juga melek tengah hutan hahha.
pos 5 ki bima linggasana (cerita para pejalan)
Setelah terbangun saya pun langsung bergegas turun kebawah untuk mengambil air, karena pasokan air sudah habis , dan untungnya air di bawah sudah bening kembali, awalnya saya kira akan keruh akibat hujan semalam tapi ternyata tidak, stelah itu langsung ke tenda dan sempat memasak air juga untuk membut kopi dan the manis. Kebetulan saat itu Rahma  bawa agar- agar , kita bikin saja , memang tidak masak nasi atau yang lainya, hanya mengisi perut dengan agar saja, karena memang tidak terlalu lapar juga. Saat itu kita sedang asik menikmati suasana pagi dan secangkir kopi, tak lama datang 2 orang pendaki yang berasal dari bekasi, beuh alangkah senangnya saat itu bisa ketemu pendaki juga, Karena sudah 2 hari kita tidak bertemu orang hanya ber3 saja haha, akhirnya kita pun sempat berbincang-bincang sebentar sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan, tapi tidak lama juga mereka mampir ke tenda kita hanya beberapa menit saja, lalu kemudian mereka kembali melanjutkan ke puncak.
Kitapun sama langsung beres-beres saja dan packing, yang pertama packing duluan adalah Rahma, lalu saya, mang Ali terkahir karena kebetulan tenda berada di tas cerrier mang ali,
Setelah semua selesai packing kita sempat berfoto-fhoto dulu dipos 5 , lalu kembali turun menuju basecamp pendakian, kita turun dari pos 5 pukul 09:30 pagi, dan tiba di basecamp itu pukul 12:30 siang.,
Di pos 3 sempat berhenti sejenak untuk mengambil gambar tapi tidak begitu lama hanya sebentar saja. Dan setelah di pos 2 kita juga sempat bertemu 3 pendaki asal purwakarta , dan hanya mereka saja hari itu yang mendaki ke gunung ciremai via jalur linggasana.
pos 5 ki bima
Setelah di basecamp kita juga tidak langsung turun, sempat membersihkan badan dulu sebelum pulang dan mengobrol-ngobrol sama ranger setempat terutama bah yatna yang menanyakan kondisi cuaca di atas.
Setelah itu kita makan dulu karena kebetulan sudah di siapkan oleh abah yatna  ,baru setelah makan kita langsung pulang  kembali ke Jakarta, dari basecamp kita bertiga naik ojeg 2 ojeg, saya dempetan sama mang ali, Rahma misah sendiri, masa iya dempetan 4 di motor,udah kaya anak jaman now saja hahaa. Ojeg dari basecamp sampai jalan raya itu kita bertiga habis Rp.45.000 3 orang, dan tak lama langsung naik bis jurusan kuningan –jakarta ,dari sana kita berangkat pukul  16: 40 dan tiba di terminal kampung rambutan itu pukul 23 : 18 tengah malam.
salah satu spot di kiara lawang ( if Rahma daniyah)
@khoncolongok
Di sini kita baru berpencar , awalnya kita mau naik angkot bertiga ke depok ,cuman takutnya tidak ada angkutan akhirnya Rahma meminta temannya di jemput ke sana , kalau saya sama mang ali mah selau gak pernah mikirin buat tempat tidur, laki mah bebas haha, lagi pula Rahma esok paginya haru sudah masuk kerja lagi. Setelah rahma berangkat saya dan mang ali memutuskan untuk ke depok terlebih dahulu sebelum pulang ke slipi, dan bermalam di rumah teman saya di depok.
Yaah mungkin itu sedikit ulasan cerita pengalaman saya dan teman-teman kemarin saat kita mendaki ke Gn. Ciremai kuningan jawabarat, semoga ada yang bisa menjadi pelajaran buat kalian yang akan hendak mendaki ke Gn. Ciremai ,
Saya dan Rahma masih punya PR di di ciremai  yang belum tuntas, entahlah kapan akan di selelasikan , tapi itu hanya sebuah PR biasa saja ,karena tidak wajib juga ,kita juga memang tidak pernah membuat keharusan untuk selalu sampai kepuncak, karena kita memang bukan pendaki gunung, hanya sekedar menikmati saja tanpa harus berambisi lebih, toh puncak tidak kemana ko, kapan saja juga bisa berangkat lagi kesana , di perjalanan kemarin buat saya priabadi menjadi pelajaran baru ,karena bagi saya setiap tempat yang baru saya kunjungi akan menjadi guru bagi saya untuk belajar termasuk gunung ciremai sendiri.
Pesan dari saya, jangan pernah menganggap puncak sebagai tujuan akhir, puncak itu hanya sebatas bonus kecil di perjalanan,karena tujuan kita yang utama adalah bisa kembali pulang kerumah dengan selamat , jangan menjadikan puncak sebagai sebuah keharusan yang mesti di gapai, karena jika sudah berambisi seperti itu hal-hal yang lain sudah tidak akan di perhitungkan,dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain juga akan tidak ada ,karena yang ada hanya mengejar ambisi, tidak sedikit yang mati di puncak di perjalanan karena ulahnya sendiri, memaksa diri melawan alam sementara kita sendiri siapa? Melawan alam itu rasa nya tidak ada pantas pantasnya bagi kita, ikuti saja aturan alam toh tuhan juga akan menilai siapa yang lebih pantas ia berikan nikmat lebih di perjalanan, yang penting kita berjuang tapi dengan catatan tanpa mengesampingkan keselamatan diri dan rombongan, ini bukan saya bermaksud menasehati ,memang kadang jika dari segi tulisan seperti seakan di buat-buat, tapi yah ini yang saya terima dari teman-teman yang selalu mengingatkan saya,dan yang saya alami sendiri, karena ceroboh hanya akan mendatangkan masalah.
Terimakasih sudah bersedia membaca, maaf jika kepanjangan, saya sendiri saja cape ngetiknya wkwkwkw.
Salam petualangan,salam rimba,dan salam lestari.

Baca juga

Saturday, 24 February 2018

MUNUJU SURGA TERSEMBUNYI GN,SEMERU

MUNUJU SURGA TERSEMBUNYI GN,SEMERU

keindahan danau ranu pane gn semeru ( sumber fhoto google)

Setelah lumayan beristirahat , sekitar pukul 4 shubuh saya bangun, Nampak saat itu dani pun sudah bangun juga, entahlah dia sudah bangun atau memang tidak bisa tidur, karena bisa dibilang lumayan cukup dingin,
Saat itu saya belum tau jam  berapa itu, saya mengira saat itu pukul 5 pagi lebih lah, karena memang suasananya sudah terang, dan Nampak ada beberapa orang juga yang sudah berada  pinggir danau ranu pani, yang kelihatanya sedang memancing, setelah shalat subuh, baru tau saya kalau saat itu baru jam 4 subuh, itupun setelah saya bertanya sama dani karena memang saya tidak menggunakan jam tangan, danipun memberitahu kalau saat itu masih jam 4, saya sedikit tidak percaya, keadaan jam 4 subuh masa iya sudah seterang ini kata saya, setelah dani memperlihatkan jam berapa itu, baru saya percaya, seketika saat itupun saya tertawa , karena biasanya kan jam 4 di tempat saya garut bisa dibilang  masih sangat gelap, kata danipun memberitahu letak  letak geograpis jawa barat sama jawa timur kan berbeda, jelas perbandingan cuacanya juga agak berbeda, termasuk dari terbit dan terbenamnya matahari, setelah itu saya baru saya sada, singkat cerita, setelah disakasih tau dani, sayapun pergi ke tenda untuk mengambil peralatan masak, dan memasak air panas untuk menyeduh kopi, karena sangat sayang jika terlewat begitu saja tanpa secangkir kopi, berlanjut lah obrolan kita sambil menikmati kopi, tak lama teman teman di tenda pun bangun , satu persatu keluar dari tenda,perbincangan pun makin hangat se irama dengan sinar matahari yang perlahan merambat menyelinap masuk ke balik kabut tebal yang tak begitu pekat dipagi itu,
Tak lupa juga kita sempatkan untuk berpoto poto dulu, untuk mengabadikan momen kebersamaan, sambil bercanda canda,karena kami tak lupa membawa kamera yang sudah disiapkan sebagai penyimpan momen,

Sekitar pukul 6 pagi lebih, kita pun menyempatkan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan,
Setelah selesai sarapan, kita  langsung packing ulang peralatan yang sempat dikeluarkan semalam,barulah sekitar pukul 8 pagi, setelah pos pendaftaran dubuka, teman saya mba april sama mas maru, langsung bergegas melakukan registrasi ulang di pos,
Setelah  itu kitapun pergi ke satu ruangan yang berada di bawah pos pendaftaran, yaitu ruang breping, ruangan yang sengaja di sediakan oleh para ranger dan pengurus balai taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) untuk memberikan pengarahan kepada para pendaki yang akan berangkat mendaki ke gunung semeru ,dari mulai rute perjalanan, pos pos di perjalanan, peraturan adat/kepercayaan setempat,,titik rawan hewan atau titik perlintasan hewan buas, hingga rute menuju puncak mahameru, ,itu benar benar di berikan dengan detail oleh mereka disana, supaya pendaki bisa lebih berhati hati, bisa lebih menjaga diri dan team,menjaga apa yang menjadi kepercayaan ada istiadat warga setempat,dan terutama menjaga kebersihan,,
Setelah selesai diruangan tersebut, kitapun bersiap siap untuk berangkat ,tak lupa kita berdo’a terlebih dahulu untuk  meminta keselamatan pada allah swt  agar kita bisa selamat sampai pulang kerumah masing masing,
Setelah selesai  berdo’a berangkatlah kita menuju titik camp pertama di daerah DANAU RANUKUMBOLO,

PERJALANAN MENUJU DANAU RANU KUMBOLO
Dari ranu pani sampai danau ranu kumbolo, itu berjarak kurang lebih sekitar 10km, dengan melewati beberapa pos pendakian, jarak hitungan jam antar posnya tidak menentu , yah kurang lebih 1-2 jam dari satu pos ke pos yang lainnya, saat itu saya berangkat sekitar pukul 9 pagian,
Perjalanan menuju pos 1 tidaklah sulit karena memang treknya bisa dibilang tidak terlalu susah seperti di trek pendakian pada umumnya,terbilang landay lah, saat itu yah masih terasa lelah lelah perkenalan ,belum lelah yang sesungguhnya hehe,
Perjalanan Menuju pos satu itu kurang lebih sekitar 1jam, setengahan lah, dengan perjalanan santai karena kita masih pemula,
Tiba di pos 1 itu kurang lebih sekitar pukul 10:00an, kita beristirahat dulu sebentar kurang lebih sekitar 20 menitan,sambil merokok,karena kebetulan saya peroko,kecuali kang alif dia nge vave soalnya  , setelah rokok habis, kita pun bergegas kembali menuju pos 2,
Naaah dari sini mulai lah lelah perlahan menjalar meraba tubuh, kebetulan cerrier yang saya bawa berukuran sekitar 85 ltr pull pack, dan 1 daypack di depan, karena memang logistic kita bawa banyak,yang penting tidak sampai kekurangan,jadi tidak apa apa cape di jalur juga,
Perlahan kaki mulai terasa keram di sebelum tiba pos 2, yah kira kira sekitar 10 menitan lagi menuju pos 2, istrihat saja yang saja banyakin, supaya tidak terlalu parah sambil saya urut perlahan,
Sekitar pukul 11 siang lebih saya tiba di pos 2, kita pun kembali beristirahat ,malahan teman saya kang alif sempat menelpon istrinya yang berada di bandung, karena kebetulan ada singal  buat nelpon. Selagi nunggu dia nelpon saya urut urut lagi kaki saya supaya tidak terlalu tegang,hanya untuk pelemasan otot saja tidak pada urat uranya,,ketika sedang  mengurutu kaki, tak lama ada seorang anggota TNI datang dan beristirahat, sambil saya sapa dia, biasa basa basi ala pendaki sudah tau lah hehe,  kebetulan dia datang sendirian ,disana tidak terlalu banyak mengobrol sih karena ketika dia datang saya sudah agak lama beristirahat , kemudian saya pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya yaitu pos 3,


watu rejeng gunung semeru
Setelah kurang lebih 30-40 menitan saya berjalan bersama teman teman, sesampainya di watu rejeng, sekitar 500 meter dari pos 2, saya bersama teman teman memutuskan untuk beristirahat kembali, karena sudah memasuki jam makan siang di perjalanan, saya keluarin alat masak dari tas cerrier saya, mba april mengeluarkan logistic mas maru kebetulan dia membawa kursi lipat mini,dia keluarkan juga untuk sekedar duduk duduk manja he, kang alif, seperti biasa dia mengeluarkan vavening nya, sambil menunggu air matang, kita ngobrol ngobrol saja ,banyak juga orang lalu lalang, dan lebih banyak seperti anggota polisi, rombonganya banyak banyak juga, dan ternyata saat itu kita naik pas bertepatan esok nya hari sumpah pemuda ,dan kebetulan pemerintah lumajang, polres lumajang kodim lumajang dan satuan dinas lainya ,mengadakan hari jadi sumpah pemuda di ranu kumbolo,barulah saya ngeuh pantesan banyak orang orang yang naik seperti anggota yang lewatin kita,
Tak lama teman kita dani dan rombonganya tiba juga di pos 3,dan ikut beristirahat bareng bersama kita, sambil berbincang bercanda sembari menghilangkan rasa lelah, tak lama kemudian seorang anggota TNI yang sempat bertegur sapa di pos 2 ,baru sampai, sempat berhenti dalam ke adaan berdiri sambil mengobrol dengan saya, tak lama saya paksa beliau untuk duduk bergabung dengan kita, akhirnya yah makin rame, tak lama kemudian setelah air sudah panas, kopipun tersaji, akhirnya perbincangan di bawah lereng terjal waturejeng dengan suasana yang sedikit ramai dengan gelak tawa makin terasa hangat, akhirnya perkenalan dimulai dengan bpk tentara tadi, beliau bernama bpk,Agus ,anggota kesatuan KODIM LUMAJANG, ternyata secangkir cerita memang sudah siap tersaji di waturejeng untuk kita, banyak perbincangan yang menarik dan bermanfaat yang saya tanggap dari beliau,terutama dari pengalaman pengalaman ketika dia tugas dulunya,  saking asik nya perbincangan kita lupa ternyata mie rebus sudah matang dan siap santap, mba april sudah memasakan mie  buat kita ,sedari kita semua asik berbincang dan bercanda,
Akhirnya makanlaaah dengan lahap hihi, makan rame rame kita, dan setelah selesai makan,kitapun kembali bercanda canda sambil mengunggu makanan turun keperut hhe,
Saat itu kita beristirahat lumayan cukup lama ,kurang lebih 1 jam lah ada,, saat itu Pk,Agus berangkat duluan, kita mah sih barudak santei hehe,setelah semua perlengkapan di packing ulang, tak lama kitapun bergegas berangkat melanjutkan perjalanan menuju pos 3,
Nah dari pos 2 ke pos pos berikutnya,perjalanan menjadi terasa lebih lama, biasa kaki saya kembali keram, malah bertambah,kejang otot juga ,parah kan , saat itu memang ada yang salah dengan celana yang saya kenakan,dan beban yang saya bawa, saat itu saya memakai celana jeans robek robek yang sudah agak ketat, dan beban yang saya bawa sudah melebihi batas yang biasa saya bawa ketika mendaki,  celana jeans memang tidak di anjurkan untuk dipakai ketika mendaki, karena mengingat dari segi safety prosedur pendakian,itu tidak di anjurkan, karena jeans mengandung bahan yang lumayan keras, untuk standa kemananannya di anjurkan memakai celana yang berbahan lentur dan mudah menyerap keringat atau berbahan QUICK DRY /cepat kering,  tapi yah kembali lagi ke kenyamanan pemakayan pribadi, kebetulan saya suka memakai jeans saja kalau mendaki, tapi perhitungan ke amanan tetap saya pakai, dan hanya pada ketinggian tertentu saja ,itupun hanya untuk perjalanan, untuk tidur saya menggunakan celana berbahan polar biar badan tetap hangat, yah seperti yang di anjurkan saja, kembali ke tofik,
Ketika kaki saya sudah terasa makin parah, saya selalu berhenti lalu kemudian melepas sepatu dan kemudian mengurut perlahan untun pelemasan dan memperlancar aliran darah yang sempat tertekan , setelah merasa baikan,saya pun kembali melanjutkan perjalanan,
Setibanya di pos 3 ,saat itu pendaki memang cukup ramai, saya beristirahat kembali disana, dan tak lama hujan turun yang lumayan cukup deras, kebetulan di pos 3 ada shelter kecil,yah muat lah beberapa orang disana, saya pun ikut masuk kedalam sambil plangak plongok dengerin yang ngobrol pake bahasa jawa, kalau teman saya kang alif dia paham dan ngerti, karena dulunya pernah lama tinggal di malang waktu dia mesantren. Dia hanya ketawa ketawa saja sambil ledekin saya yang gak paham, kadang kalau saya sudah jengkel,saya nanya pendaki yang berasal dari daerah jawa dengan bahasa sunda tanpa bahasa Indonesia sedikitpun, dan mereka menjawab pake bahasa jawa, ibarat ayam ngobrol sama monyet ,kayak nyambung padahal mah gak tau kemana arahnya ,mereka pun ketika menjawab sambil tertawa juga,,yah kita sama sama paham lah,dalam keadaan cape otak manusia itu daya pikirnya menurun dan tingkat emosionalnya lebih tinggi,makanya dibawa becanda saja ketika diperjalanan itu,
Dan ketika hujan reda kita langsung berjalan kembali, sebelum jalan,saya sempat bertanya, tanjakannya sepanjang apa dan tingkat kemiringannya seberapa,sama teman saya mba april, kata dia kurang dari 50 meter panjangnya dan tidak terlalu curam juga,
Karena saat itu kaki saya memang sudah tidak bakalan kuat lama jika harus berjalan ditanjakan dengan durasi yang lama, dan alhamdulilahnya tanjakan yang saya lewati memang tidak lebih dari 50 meter, namun saya juga melewatinya entah berapa menit, Karen 3,4  langkah saya jalan, kaki saya gemetar dan terasa mau keram, dan kembali berhenti, ketika di tengah tengah habis lah saya di jahilin sama bpk bpk polisi yang kebetulan saat itu ada orang tasik, nanyain kaki saya yang gemeteran dan bentar bentar behenti, saya jawab ajah sambil selengean , saya hanya sedang menikmati perjalanan saja pa, ini kaki mah emang saya lagi berimajinasi mendengarkan music, kan music  box saya tadi jatuh di jalan, mendengar saya ber alibi seperti itu mereka makin jadi tertawanya sambil bilang “ kehed kehed, bisa wae maneh” , sambil tertawa tawa kita berjalan pelan pelan, dan ternyata mereka sendiri pun sudah kelelahan,dan saya menjadi korban tawaran mereka, biasa mereka cape nawarin kesaya  istrahat ,padahalmah mereka kecapean hahaa,
Kurang lebih 20 menit saya  lewatin tanjakan itu ,terlama lah pokonya, dan Alhamdulillah setelah tanjakan itu jalan pun perlahan menurun, dan taklama kemudian hujan pun mulai turun , kondisi tubuh yang sudah terasa sangat lelah kembali menjadi bersemangat, apalagi ketika remang remang penampakan danau yang sebelumnya hanya ibarat dongeng pengantar tidur buat saya, bisa saya saksikan langsung, perlahan perlaham makin terlihat dan benarlah ada nya ciptahan tuhan yang satu ini memang luar biasa indahnya, saat itupun semangat makin menjadi, rasanya ingin cepat sampai,tapi yah apa daya meskipuun semangat menggebu kalau fisik sudah melehoy  mah jalan mah sama ajah,pelan booos capee haha,,tapi setidaknya jalan tidak terlalu lama saya, teman teman saya pun sudah jauh di depan, karena memang saya suruh mereka untuk terus jalan saja ,karena kalau bareng saya ,akan lebih lama ,kasihan mereka yang masih kuat bisa ikutan melemah, tapi saya juga tidak sembrono, karena mentang mentang cape, istirahat se enaknya, tidak lah,jalan saja walau pelan ,tak perlu berburu buru yang penting sampai,itu saja moto say amah hehe,
Ketika sampai di pos 4 di mana bisa melihat pemandangan danu ranu kumbolo dari atas tanpa terhalang sedikitpun dan langsung  ,wih indahnyaa, saat itu mas maru dan mba april masih di shelter menunggu saya, kang alif terus lanjut menunggu di bawah turunan ranukumbolo,
Tak lama kamipun kembali jalan dengan irama langkah yang lebih santai,bukan karena paktor kondisi, tapi lebih ke menikmati tapi tak lama cerita kembali seperti saat di tanjakan pos 3 haha,
Diturunan rakum(ranu kumbolo) yah kurang lebih 20 menit juga sama saya turun disitu, turun itu padaha, kaki saya masih ngerasa keram juga, mungkin karena factor turunan, beban yang di topang kaki pun 7x lipat dari sebelumnya ,yah wajar kalau lebih lama mah hehe, nampak kang alif sudah menggu dibawah sambil tertawa melihat pergerakan saya ketika turun, lama ,sering jatuh lagi,karena sepatu yang saya gunakan kebetulan alasnya yang menahan licin di batu bukan di tanah, yah ketemu tanah  basah ketawa ketawa yang ada ,jatuh nya sering hehe,

danau ranu kumbolo gunung semeru ( sumber fhoto google)
Saat itu  ketika kita sampai di DANAU RANU KUMBOLO, kira kira pukul 4 sorean lah, terbilang waktu yang lama memang, yah mau gimana lagi kondisi badan yang tak mendukung, tetapi yang terpenting kita selamat sampai lokasi camp,
Saat itu Nampak di bibir danau ranu kumbolo terlihat dari kejauhan sudah sangat ramai, tenda para pendaki pun sudah berjejeran seperti perkampungan saja, ragam rupa warna dari tenda tenda yang berdiri menambah suasana menjadi semakin menarik,dan asik, walaupun saya tidak terlalu suka dengan tempat tempat yang terlalu ramai, tapi yah ini bukan di KOTA, ini gunung, dimana secara tidak langsung tingkat social setiap individu menjadi lebih tinggi, tegus sapa selama diperjalanan dari berangkat hingga pulang tak pernah putus, tawar menawarkan antara satu dan yang lainya bukan hanya sekedar basa basi atau ajakan semata,walaupun hanya secangkir kopi yang di sajikan,itu benar benar mereka ingin kita ikut menikmati apa yang sudah mereka bawa, merasakan bersama sembari bertukar cerita, entah itu asal ataupun seputar pengalaman yang pernah di lalui di tempat tempat lain, dan itu terjadi bukan hanya di semeru saja, bukan hanya di satu tempat saja, disetiap tempat yang dimana mereka harus mengeluarkan extra tenaga ,fikiran dan lain sebagainya untuk bisa mencapainya, itu pasti akan terjadi dan sejatinya seorang manusia harus berbuat seperti apa itu akan terjadi disana dan akan Nampak siapa yang lebih lemah dan siapa yang paling kuat siapa yang paling bertanggung jawab siapa yang hanya memikirkan isi perut sendiri, dan siapa yang lebih perduli terhadap yang lainya,meskipun itu bukan bagian dari anggotanya.
Itulah alasan kenapa saya selalu ingin melakukan perjalanan yang selalu membutuhkan waktu waktu lama, karena saya bisa belajar dari setiap tempat yang akan dan sudah saya kunjungi,.
Ketika di ranukumbolopun itu saya rasakan,tegur sapa dari teman teman yang sudah berada disana, menawarkan secangkir kopi untuk sekedar penghangat badan, karena memang cuacanya cukup dingin disana,,makanya ketika sampai kita langsung saja bergegas mendirikan tenda untuk beristirahat, dan berganti pakayan yang sudah basah ketika terguyur hujan pas di perjalanan, setelah tenda siap kan lebih leluasa kita jika ingin melakukan aktivitas, begitupun kami saat itu, seperti biasa memasak air panas, membuat secangkir kopi, lalu merokok sambil menikmati suasa, dan tak lupa juga untuk masak he,
Tapi alhamdulilah ketika disemeru yang lebih sering megang kompor mba april teman saya, rasanya merdeka jauh dari kompor itu,karena keseringan setiap naik gunung pasti selalu urusan dapur,entah lah hhiihi,
Sembari menunggu makanan siap santap, saya pergi mencari teman saya tadi Pak,Agus,yang ketika di perjalanan sempat berbincang bincang dengan kami, sekitar pukul 7 malam saya mencari dia ke shelter yang ada di ranukumbolo,,saat itu didalam penuh dengan beberapa anggota TNI yang sedang istirahat dan sebagian porter yang sedang asik bercanda ria, akhirnya ketemu sama beliau, sayapun mengajaknya untuk mampir ke tenda saya,
Yaah untuk kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda lah , setibanya ditenda obrolan pun makin hangat, dan tak lama kemudian, makanan pun sudah siap untuk di santap, ya sudah kita kembali makan rame rame he,karena lebih nikmat rasanya jika rame rame,
Setelah selesai makan kembali lagi kekopi sambil merokok juga, hingga tak terasa sudah 2 jam kita bercerita,
Sekitar pukul 9 malam Pak,Agus pamit untuk beristirahat, dan kita pun segera beres beres peralatan dan merapihkannya, setelah selesai tak lama kang alif,mas maru dan ,mba aprilpun masuk tenda, tinggal saya sendiri di luar headlam tetap saya nyalakan, dan sempat mengambil apa yang sudah saya persiapkan sedari berangkat menuju tempat ini,kayu kayu untuk saya ukir, sempat membuat beberapa ukiran salah satunya kalung yang memang sudah direncanakan untuk membuatnya, sekitar pukul 11 malam baru selesai, barulah saya juga merapihkan kembali peralatan saya, dan mengambil sleping bag saya ditas,
Matras sengaja saya simpan diuar ,saya rapihkan ponco yang didepan tenda ,untuk menutupi atap, karena kebetulan saya pengen tidur diluar, jika masuk pasti gerah,sempit soalnya he,
Tak lupa juga bagian kepala ponco saya taro di atas muka saya, jadi buat persiapan ketika hujan turun air langsung ke muka saya dari lubang itu,
Alhamdulilah nyenyak karena kebetulan suhu di sana sedang bersahabat,tidak terlalu extream, tapi jam 4 subuh saya pindah ke dalam karena muka saya kena tetesan embun yang saya kira air hujan,hee
Melanjutkan tidur di tenda lah akhirnya sampai pagi,
 (klik disini untuk halaman selanjutnya)


MENUJU TITIK TERTINGGI DI TANAH KELAHIRAN ( Gn.Semeru)


MENUJU TITIK TERTINGGI DI TANAH KELAHIRAN ( Gn.Semeru)

Berawal dari sebuah rencana seorang teman, yang ketika pertama bertemu di basecamp pendakian yang saya tinggalin dulu, pada tahun 2015,Namanya alif , Dia  berencana untuk mendaki mendaki gunung cikuray bersama 7 teman lainya, ketika itu saya bertanya tujuan mereka, dan ternyata mau naik  kegunung cikuray, awal cerita pun dimulai,

Ketika itu kita berkesempatan naik bareng ke Gunungcikuray, lewat saja lah tentang perjalnannya,
Ketika beranjak pulang dia (kang alif) bercerita pada saya, bahwa istrinya dirumah sedang mengandung anak pertamanya, berlanjut cerita, dia memiliki nazar jika anaknya nanti sudah lahir, jika anak pertamanya itu perempuan ,insya alloh dia ingin mendaki ke gunung rinjani yang berada di nusa tenggara barat , tapi jika anak pertamanya itu laki laki, dia ingin mendaki ke gunung semeru ,
Singkat cerita ,tibalah saat yang ditunggu itu, dan ternyata anak pertamanya itu adalah laki laki , berarti semeru kan,
Selang beberapa bulan kemudian, dia berkabar ke saya setelah memberi kabar kelahiran anak pertamanya itu, dia berniat mengajak saya untuk perigi mendaki bersama ke gunung semeru, sedikit kaget, kenapa saya yang harus di ajak, saya sendiri belum pernah mendaki gunung semeru, karna kebetulan saya jarang naik gunung,apalagi untuk daerah jauh,
Setelah beberapa kali berniat berangkat gagal, akhirnya pada bulan oktober tahun 2016 .kita berkesempatan untuk bisa mendaki  ke mahameru,
Tanggal 26 oktober kita meluncur berangkat dari bandung menggunakan kreta api jurusan malang, itu merupakan perjalanan pertama saya yang paling jauh setelah sebelumnya ke gunung selamet jawa tengah,
baca juga
  1. pendakian gunung cikuray via jalur olan cikajang
  2. sejarah letusan gunung papandayan garut jawa barat


Jam 3 sore kita berangkat menuju malang ,kita berangkat berdua saja, tapi kita sudah ditungguin sama temenya kang alif yang berada di malang,,
Jam 3 sore berangkat, jam 8 pagi kita sudah sampai di stasiun malang,dan temannya kang alif sudah menunggu kita di stasiun, mas jalil namanya, seorang anggota mapala  ranti pager aji angkatan tahun 96 di kampus unisma,malang
Dia masih orang sunda asli dari majalaya, cuman dia lama tinggal di malang dan sidoarjo,
Singkat cerita akhirnya kita pun berangkat menuju kampus unisma, untuk sejenak beristirahat di sekre dan sembari melengkapi persyaratan untuk melakukan pendakian nanti ketika pendaftaran di pos pendakian,
Setelah kita selesai disana dengan jamuan hangat dari teman teman kampus diisana, jam 3 sore kita berangkat ke tumpang,di anterin mas jalil dengan mobil jep nya,

sumber fhoto google
Oh ia ,dari kampus kita berangkat jadi ber 4 orang, 2 adik mas jalil di mapala ikut menemani kita mendaki,karena kita berdua belum tau mengenai trek pendakian gunung semeru, yah jadi tambah rame juga, makin banyak makin seru,
Saat itu yang berangkat mas maru dan mba april,
Setelah kurang lebih 30mnitan lebih kita sampai di basecamp tumpang, disana kita beristirahat dulu sambil menunggu barengan di jep, karena kita cuman ber4 saja,
Dan ternyata disana sudah ada yang menunggu 2 orang pendaki yang sudah ada dari sebelum kami tiba disana, mereka adalah mas atria sama mas aji, mereka berasal dari daerah semarang jawatengah, setelah berkenalan kami pun ngobrol ngobrol Tanya sana sini he,
Sekitar jam 5 sore , rombongan kita bertambah lagi ,ada 3 orang pendaki yang baru datang saat itu, mereka langsung mengurusi persyaratan pendakian kebetulan saya juga belum selesai ada beberapa data yang harus di fhotocopy,
Akhirnya saya berangkat ke bawah tidak jauh dari basecamp tumpang ada fhotocopyan,
Nah disana saya bareng dengan salah satu pendaki yang akan bergabung sama saya di jep, yang ternyata dia masih orang sunda, dia berasal dari purwakarta,namanya Dany , setelah berkenalan ,ngobrol ksana kesini, karena kita tau masih sedarah pasundan, yah akhirnya kita ngobrol akrab saja walau baru ketemu juga,( alhamdulilah nikmat menjadi pejalan)
Setelah selesai semua persyaratan, kita pun bergegas mempacking cerrier kita ke jep, setelah shalat magrib kita baru berangkat menuju desa ranu pani, titik awal pendakian,
Karena posisi saat itu kita  berangkat malam, alhasil kita tidak tahu jalan kesana dan tidak bisa mengingat pasti, yang ada hanya ketawa ketawa saja sambil mengobrol di jep, ditengah perjalan kendaraan yang kita tumpangi sedikit bermasalah, setelah kita melihat percikan api di kap mesin mobil yang kelua, mobil pun akhirnya berhenti, dan di periksa dulu, beruntung tidak terjadi apa apa disana yang bisa sampai membahayangan ,
klick disini

  1. destinasi tempat wisata camping ground keluarga
  2. tiket masuk gunung papandayan terbaru
Kebetulan saat itu kita di antar oleh mas yusuf ,salah satu supir jep yang selalu mengantar jemput pendaki yang akan berangkat  menuju dan pulang dari semeru ,
Saat itu mas yusuf langsung memeriksa ke adaan mesin kendaraan, dan ternyata selang radiator yang menghubungkan air dari tangki ke mesin terlepas, kondisi mesin saat itu sudah merah, perhitungan saya kalau telat 5 menit saja saat itu mas yusuf memeriksa, mungkin bisa over heat mobilnya, karena kurang suplayan air kemesin,
Tak lama ada mobil truk yang turun dan langsung berhenti, ternyata masih teman temannya mas yusuf, merekapun akhirnya ikut membantu juga,
Kurang lebih sekitar 30 menitan lebih mobilpun selesai di perbaiki, kita pun bergegas kembali berangkat menuju pos pendakian gn semeru,

sumber fhoto google
Sekitar pukul 8/9 malaman, saya agak lupa he ,ya sekitar segituan lah, kita tiba di pos pendakian ranu pani ,karena waktu sudah malam,dan pos pendaftaranpun sudah tutup dari pukul 5 sore, kitapun memutuskan untuk berkemah disana sambil menunggu hari esok,
Disana kita berpencar menjadi 3 team, 2 orang yang dari semarang mas aji sama mas satria, mereka memutuskan untuk tidur disekitar areal warung dan tidak mendirikan tenda, rombongan saya sama rombongan dany kita berdempetan, mereka berangkat bertiga, 1 perempuan ,saya lupa lagi namanya he, yang satu lagi Randy namanya, dia berasal dari daerah subang jawabarat, masih satu tatar pasundan he,
Setelah tenda berdiri, kita sempatkan dulu untuk berbincang bincang biar saling mengenal satu sama lain,sambil menikmati secangkir kopi,, saat itu dany ke semeru kalau tidak salah dia itu yang ke 3 kalinya kalau gak salah, lebih mungkin he, saya lupa lagi, sementara 2 temannya kalau tidak salah mereka baru ,sama seperti saya dan kang alif,
Dani bisa disebut pernah beberapa kali kesana karena pernah tinggal di daerah sekitaran malang kalau tidak salah,yah wajar saja kalau pernah kesemeru beberapa kali,karena di untungkan dengan tempat tinggalnya yang berada disekitaran kaki gunung semeru,
Saya ingat saat itu dany tidak mendirikan tenda, karena peralatan mereka masih belum kumplit, bukan karena ketinggalan, Karen memang dia sudah janjian untuk bertemu di ranu pani sama temannya yang membawa alat, temannya tidak ikut naik hanya mengantarkan saja,
Saat itu juga tenda cuman 1 yang ssaya bawa,karena dia membawa perempuan, sleping bag saya saya berikan saja sama mereka untuk dipake selimut, Karen memang bisa dibuka di lebarkan, itu sambil kita lanjut ngobrol, saya sempat bertanya sama dani, kenapa bisa tau saya orang sunda, dia hanya tersenyum sambil menjawab, mamang kan pakai iket kepala, itu iket khas sunda kan, ya saya tau lah,makanya saya tegor pakai bahasa sunda, ujar dia,
Memang saat itu sebelum sampai ranu pani saya sepanjang perjalanan dari bandung memakai iket kepala sih he,
Setelah lama berbincang, hampir tengah malam ,kopi juga sudah habis, kita memutuskan untuk beristirahat supaya ketika pagi datang menyapa ,kita sudah siap dengan semangat menggebu(adeuh hihi).

Thursday, 8 June 2017

Sejarah Meletusnya Gunung Papandayan Garut

Sejarah Letusan Gunung Papandayan Garut

salah satu caldera bekas letusan di gunung papandayan,yang sekarang
menjadi sebuah danau kecil yang indah dan terdapat kawah dipinggirannya.

Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, dan masuk dalam golongan gunung berapi STRATO,
Gunung Api Strato adalah, Gunung api yang terbentuk akibat letusan Erupsi EKSTRUSI ESKLPOSIF dan EKSTRUKSI EFUSIF  secara terus menerus yang saling bergantian,
Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut Jawa Barat, tepat nya berada di Kecamatan Cisurupan,Gunung Papandayan sendiri memiliki  Ketinggian 2665  Meter Di Atas Permukaan Laut, 
Digunung Papandayan terdapat beberapa kawah bekas letusan yang terkenal, diataranya adalah
  • Kawah Mas
  • Kawah Baru
  • Kawah Nangklak
  • Kawah Manuk
  • Kawah Panganten
  • Kawah Balagadama

Yang selalu mengeluar kan kepulan kepulan asap dari dalamnya,,
Dari berntuk Tofograpi  kawasan GunungPapandayan merupakan kawasan  , Berbukit dan Bergunung Serta Terdapat Beberapa Tebing Tebing Terjal Dan Curam, dan menurut Klasifikasi Schmidt Dan Ferguson , Gunung Papandayan termasuk dalam Type Iklim B, yang dimana curah hujan Rata-Rata 3000mm/Thn, dengankelembaban udara antara 70-80% dan temperatus suhu berada dalam 10ยบ C.
Gunung Papandayan juga mempunya kawasan kawan hutan Dipterokar Bukit Hutan Dipterokart Atas Hutan Montane Dan Hutan Ericaceous.
Jika di gali ke arah potensi flora dan fauna papandayan memiliki beberapa jenis tumbuhan dan hewan disana,
Flora di kawan gunung papandayan diantaranya ada pohon Suagi (Vaccinium Valium), Bunga Edelweiss (Anaphalis Javanica), Puspa( Schima Walichii), Saninten (Castanea Argentea), Pasang (Quercus Platycorpa), Kihujan (Engelhardia Spicate), Jamuju( Podocarpus Imbricatus) Dan Manglid (Magnoliasp).
info harga tiket masuk TWA Gn,Papandayan Terbaru
Tempat tempat menarik di Gunung Papandayan
Bertualang Bersama Traveller Asal Garut Retsa 
Fauna di kawasan gunung papandayan gunung papandyana diantaranya, Babi Hutan (Sus Vitatus), Trenggiling (Manis Javanicus) ,Kijang (Muntiacus Muntjak), Lutung( Trachypitecus Auratus) Dan Beberapa Jenis Burung Antara Lain , Walik (Treron Griccipilla) Dan Kutilang (Phyucononotus Aurigateste Dan Beberapa Satwa Liar Lainnya Seperti Macan Tutul ,Macan Kumbang Dan Panther.
Nah bagaimana dengan sejarah letusan di Gunung Papandayan, sudah berapa kali? Kapan pertama kali papandayan meletus? Mungkin pertanyaan itu sudah sering di tanyakan oleh banyak orang terutama para pendaki yang sudah beberapa kali mendaki gunung papandayan,
Mungkin sekarang saya akan berbagi sedikit informasi tentang gunung papandaya, berdasarkan apa yang saya ketahui dari beberapa sumber di lapangan, tentang kapan dan berapa kali gunung papandayan meletus,
SEJARAH LETUSAN GUNUNG PAPANDAYAN
Gunung Papandayan meletus ketika pertama kalinya yaitu pada Tahun 1772 ,tepatnya pada tanggal 12 Agustus 1772, letusan pada Tahun 1772 merupakan letusan terbesar dalam sejarah letusan gunung papandayan, yang menghancurkan Sedikitnya 40 Desa , dan menelan korban jiwa Sekitar 2957 orang meninggal duni pada saat itu, langit garut gelap saat itu, dentuman dentuman keras dari gunung papandayan menggema di langit garut, semburan larva merah yang terus keluar dari gunung papandayan membuat langit di atas gunung papandayan memerah karna biasan cahaya dari larvanya,
Akibat letusan tersebut ,sebagian besar kawasan gunung papandayan hancur ,hingga terbelah , saking dahsyatnya letusan yang terjadi pada saat itu, dan bekas letusan pada saat itu meninggalkan tebing-tebing curam yang hingga saat ini bisa kita jumpai,
dan pada saat itu pun daerah yang tertutup longsoran terbilang sangat luas, yaitu  Mencapai 10 Km Dengan Lebar 5 Km.
info Tiket Masuk Gn,Cikuray Via Pemancar Cilawu
Informasi Terbaru Seputar Gn, Guntur Garut (Sikecil Cabe Rawit)
Info Wisata Baru Yang Lagi Hits Digarut 
Setalah letusan di Tahun 1772 ,gunung papandayan kembali meletus tepatnya pada tanggal 11 Maret 1923, pada letusan Tahun 1923 sedikitnya terjadi  7 Kali Erupsi di kawah baru yang di didahului dengan gempa yang berpusat di cisurupan garut
Pada tanggal 25 Januari 1924 suhu di kawah mas meningkat derastis dari 364 derajat celcius menjadi 500 derajat celcius ,suhu yang sangat panas ,dan terjadi sebuah letusan lumpur dan batu dikawah mas dan kawah  baru yang menghancurkan hutan disekitarnya, dan sementara itu letusan material saat itu hampir mencapai kawasan cisurupan
hutan mati gunung papandayan, bekas erupsi pada tahun 2002
Sementara pada Tahun 1925 tepatnya pada tanggal 21 februari terjadi letusan lumpur di kawah nagklak , dan pada Tahun 1926 kembali terjadi letusan kecil yang berlokasi di arel kawah mas,
Setelah letusan tersebut , kawah papandayan kembali meletus pada tanggal 11 Maret 1923 , 15 Agustus 1942 dan terakhir pada Tahun 2002
Pada Tahun 2002 letusan di gunung papandayan menghanguskan sebagian kawasan hutan di areal nangklak yang sekarang menjadi area HUTAN MATI ,salah satu tempat exotis di papandayan.
Itulah sedikit informasi mengenai meletusnya Gunung Papandayan yang bisa saya sampaikan,

Semoga bisa membantu kalian, dan mohon maaf bila ada penulisan yang salah.

jangan lupa baca juga