CERITA PERJALANAN

Berbagai kisah dan cerita yang menarik dari berbagai sumber tentunya dari mereka para penggiat atau petualang alam bebas.

INFORMASI SEPUTAR TEMPAT WISATA MENARIK

berbagai informasi seputar tempat-tempat wisata menarik,asik ,ngehitsz dari berbagai tempat yang tentunya dengan suasana dan pesona alam yang sangat luar biasa.

CERITA MISTIS

Rangkuman cerita mistis dari berbagai tempat yang langsung di alami oleh narasumber.

GALERY FHOTOGRHAPY

berbagai momen momen yang di abadikan dari berbagai tempat - tempat menarik.

informasi materi teknik dasar pecinta alam

informasi materi - materi teknik dasar untuk berkegiatan di alam bebas baik survival, navigasi, gunung hutan dan lain-lain.

Showing posts with label informasi seputar gunung indonesia. Show all posts
Showing posts with label informasi seputar gunung indonesia. Show all posts

Tuesday, 3 July 2018

Gn. Agung meletus kembali???

Hasil gambar untuk gunung agung meletus
letusan gunung agung pada senin malam 02/07/2018
Tepatnya pada hari  senin tanggal 2/07/201 dari pagi Gn. Agung sudah mengalami beberapa kali erupsi kecil dengan abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter. Pada senin malam tiba-tiba masyarakat sekitar Gn, Agung dikejutkan dengan letusan yang di sertai dengan suara dentuman yang begitu keras dan disertai dengan lontaran batu pijar. PVBMG melaporkan bahwa tanggal 2/07/2018 tepatnya pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di ataws puncak (± 5.142 meter di atas permukaan laut ). Saat di amati kolom abu berwarna  kelabu denga intensitas tebal condong ke arah barat.
Erupsi ini terekam di seismogtam dengan amplituo maksimum 24mm dan durasi ± 7 menit 21 detik. Erupsi terjadi secara strombolian dengan di ikuti sura dentuman.
Erupsi ini bersifat explosive dengan melontarkan batur pijar karena adanya tekanan dari dalam kawah. Sifar magma yang lebih cair dibandingakan dengan letusan tahun lalu yang juga  menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.

nampak kebakaran di sekitar puncak kawah gunung agung
sumber : dokumentasi warga sekitar
Lontaran lava pijar yang teramati keluar kawah mencapai hinga jarak 2 km . dan hutan di sekitar puncak kawah Gn. Agung Nampak memerah akibat terbakar oleh lava pijar yang terlontar di sekitaran puncak,  dan api yang terlihat Nampak begitu besardi beberapa bagian.
Relawan pasebaya melaporkan bahwa lontaran lava pijar dari puncak Gn. Agung ke lereng timur hingga timur laut  tepat nya ke daerah culik dan dukuh di kabupaten karangasem. Selain itu juga lava pijar mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar  cukup luas.
Saat itu masyarakat sekitar langsung melakukan evakuasi mandiri ,turun ke desa-desa yang dalam radius aman untuk di tempati . saat ini status Gn. Agung  tetap dalam status siaga (level 3) dengan radius berbahaya  4 km dari puncak kawah.
Dalam pantauan satelit Himawari BMKG menunjukan bahwa sesebaran abu vulkanik lebih dominan mengarah kea rah barat. Tapi hingga saat ini aktivitas di Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di denpasar Bali  masih beroprasi normal begitupun dengan bandara Banyuwangi Jember fan Lombok.
Untuk masyarakat sekitar (BALI) Dihimbau untuk tetap tenang  tetap dalam zona radius aman , dan jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar ,gunakan semua informas terkait dengan  kegunung apian dari PVMBG  sebagai lembaga yang resmi dan dapat di pertanggung jawabkan,.
Tetap tenang ,tetap waspada,dan teruslah berdo’a agar semuanya segera berakhir dan normal kembali. Trimakasih
Sumber @sutopopurwo BNPB @BNPB @PVBMG

Baca juga

Friday, 2 March 2018

Estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn.ciremai dari jakarta ke jalur linggasana kuningan terbaru

ESTIMASI PERJALANAN  DAN BIAYA PENDAKIAN KE GN. CIREMAI DARI JAKARTA.KE JALUR LINGGA SANA KUNINGAN TERBARU DAN TERLENGKAP.
Hasil gambar untuk jalur pendakian ciremai via linggasanaSelamat pagi ,siang ,sore dan malam buat kalian para penggiat alam bebas, para pecinta petualangan dan para penikmat alam.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang informasi perjalanan menuju jalur pendakian  LINGGASANA dari Jakarta. Semoga bisa membantu buat kalian yang memang sedang mencari informasi tersebut.
Mungkin sebelumnya kalian masih merasa kebingungan dengan rute perjalanan ke jalur linggasana. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn. Ciremai dari terminal kampung rambutan,
Untuk bisa sampai ke jalur pendakian Linggasana kalian bisa menggunakan jasa transfortasi umum dari terminal kampung rambutan dengan menggunakan bus , disana banyak terdapat bus jurusan kuningan, tapi kalian harus hati-hati saat hendak naik bis, karena beberapa bus jurusan kuningan itu ternyata tidak sampai ke kuningan ,melainkan hanya sampai ciperna saja, biasanya di over dari sana salah satunya bus BINEKA yang ternyata tidak sampai, tapi ketika ditanya kondekturnya bilang sampai kuningan, itu kemarin ketika saya hendak mendaki gunung ciremai naik bus ini kendekturnya bilang seperti itu.
tarif biaya transfortasi menuju kuningan
Untuk ongkos dari Terminal Kampung Rambutan sampai ke camatan cilimus itu Rp. 80.000/orang bus ekonomi ,tapi jika kalian di over di Daerah Ci Perna, ongkosnya akan bertambah Rp. 5000. Orang dan totalnya menjadi Rp. 85.000/orang, sampai desa bojong cilimus.
Untuk jarak tempuhnya dari terminal kampung rambutan sampai ciperna itu kurang lebih sekitar 4-5 jam normal.
Dari sana kalian akan melanjutkan perjalanan bisa dengan ojeg bisa dengan angkot, jika menggunakan ojeg itu ongkosnya Rp. 15.000/orang sampai basecamp, jika menggunakan angkot ongkosnya Rp. 10.000/ orang, tapi kalau sedikitan ongkos angkot bisa menjadi Rp. 15.000/orang sampai basecamp pendakian linggasana,
Nanti tinggal bilang saja ke mamang nya, dan pasti di anterin kok, dari jalan raya sampai basecamp pendakian jaraknya tidak terlalu jauh kok,kurang lebih sekitar 15 menitan lah, dekat kok.
Jika dihitung biaya perjalanan dari Jakarta sampai basecamp normalnya hanya menghabiskan biaya sekitar Rp. 100.000/orang untuk sekali jalan, jika di hitung denga pulang – pergi yah tinggal di kalikan 2 saja hehe. Yah PP Rp/ 200.000 /orang lah, belum termasuk biaya logisitk dan pendaftarannya yah
sertifikat pendakian gn ciremai
Jika untuk biaya registrasi nya itu dikenakan biaya Rp. 50.000 / orang , sama dengan jalur-jalur pendakian Gn. Ciremai yang lainnya seperti jalur pendakian  apuy, palutungan dan linggarjati. Karena masih 1 kawasan taman nasional gunung ciremai  (TNGC),  dikasih makan 1 kali nanti saat turun dari gunung ,dan dikasih sertifikat pendakian masing-masing  1 perorangnya, sampai atau tidak kepuncak tetap dikasih kok.
Jika di total semuanya dari mulai ongkos kendaraan dan biaya registrasi itu Rp. 250.000/orang. Nah untuk biaya logistic nya itu tergantung kita sendiri, biasanya semakin banyak anggota team semakin irit juga pengeluaran untuk belanja logistic, itu kita sendiri yang mengaturnya mau berapa perorangnya tinggal hitung saja dengan kebutuhan yang akan kita bawa.
Mungkin ini sedikit informasi yang bisa saya berikan mengenai informasi Estimasi Perjalnan Dan Biaya Perjalanan Menuju Jalur Pendakian Linggasana Gunung Ciremai,semoga bisa membantu kalian yang memang sedang mencari informasi mengenai ini.



Salam Petualangan Sala Rimba ,Salam Lestari
BACA JUGA

GEMURUH SUMPAH DI LEMBAH KUMBOLO

GEMURUH SUMPAH DI LEMBAH KUMBOLO
cengkrama pagi di sebelum di sebelum melakukan upacara sumpah pemuda ,
ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul "menuju surga tersembunyi ,Gn. Semeru"
Riuh suasana pagi di lembah kumbolo, lalu lalang orang bergantian dari dan menuju danau ranu kumbolo, Nampak ramai di pagi itu, cengkrama di pagi begitu hangat terasa ,di kala para pejalan  saling bersahutan tawar menawarkan segelas kopi dan teh untuk  di nikmati, indah terasa ,seperti biasan cahaya matahari di saat itu ketika ia kembali menampakan diri,
Kesibukan telah dimulai dan Nampak juga beberapa anggota POLISI dan TNI sedang sibuk mempersiapkan diri di bibir danau, sembari merapihkan area dan lain sebagainya, untuk persiapan upacara SUMPAH PEMUDA yang di pimpin langsung oleh KAPOLRES LUMAJANG,
Setelah semua siap, baru lah para pendaki yang kebetulan sedang berada disitu yang  belum melakukan perjalanan pulang maupun ke mahameru, ikut serta juga dalam upacara perayaan sumpah pemuda itu, termasuk saya sendiri ikut merasakan atmosfer disana,
Setelah upacara dimulai dan berjalan ada suasana yang begitu luar biasa yang saya rasakan, yaitu ketika pemimpin upacara membacakan SUMPAH PEMUDA dan di ikuti oleh seluruh peserta upacara yang berada disitu,
Lantang suaranya, dan kumbolo pun bergema saat itu, anginpun seolah berhenti sejenak,dan hanya suara suara kami yang terdengar menggema saat itu,
Sempat terbayang oleh saya saat itu, ketika membayangkan suasana dulu ketika pertama kali sumpah pemuda di bacakan, pasti lebih bergemuruh dan lebih lantang suaranya,
Hasil gambar untuk sumpah pemuda di ranukumbolo 2016
sumber fhoto instagram @saverino
Setelah upacara, acara foto foto selesai, kita semua kembali ke tenda masing masing, dan bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat selanjutnya, dan kali ini puncak MAHAMERU adalah targetnya,
Setelah packing selesai,kita pun kembali melanjutkan perjalanan ke titik camp terakhir yaitu
KALI MATI (ZONA TERAKHIR PERKEMAHAN SEMERU)
Sebelum tiba di kali mati kita akan melewati beberapa tempat yang sangat din anti oleh para pendaki, diantaranya adalah
TANJAKAN CINTA, tanjakan cinta masih berada di sekitaran danau ranu kumbolo, yang merupakan tanjakan pertama kea rah menuju puncak,
Tanjakanya tidak terlalu extrim, biasa saja, tapi membosankan karena panjang ,berasa jalan sudah lama tapi tak sampai sampai, soalnya jka dilihat dari bawah terlihat biasa saja dan dekat lah,
Di TANJAKAN CINTA ini ada mitos yang sudah terkenal dan beredar luas di kalangan pendaki maupun penduduk,
sumber fhoto google
Mitosnya adalah, JANGAN MENOLEH KEBELAKANG, DAN INGAT SESEORANG YANG SEDANG KITA CINTAI DAN SEBUT NAMANYA TERUS,MAKA AKAN TERSAMPAIKAN KEINGINANNYA,
Banyak orang yang percaya tapi tidak sedikit juga yang tidak, termasuk saya sendiri hehe,
Kenapa tanjakan tersebut di sebut tanjakan cinta, kalau yang saya lihat , tanjakan tersebut berada di antara 2 lembah yang berada di ranu kumbolo, yang jika di lihat dari sana seperti bentuk love pada bagian atasnya, melengkung dan menukik di tengahnya, untuk yang tadi,perihal  JANGAN MENOLEH KEBELAKANG, memang masuk akal kalau itu, karena yang saya rasakan sendiri , jika menoleh kebelakang rasanya jalan itu udah lama tapi masih disini sini ajah,ujungnya masih jauh, karena saya jengkel, saya sih berhenti dulu untuk merokok sambil melihat danau ranukumbolo dari atas, masalah mitos, bodo amat deh ,pikir saya saat itu, yang ada juga cape haha.
Sebenarnya kalau cepat tanpa banyak berhenti, tanjakan tersebut bisa di lalui dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 20-30 menitan, tapi yah namanya kita membawa beban berat siapa yang tidak cape hehe,
Tapi tenang, setelah lelah menjalar tubuh, obat penawarnya sudah disiapkan disana, semeru itu komplit kalau kata paket makanan mah, setelah lapar air teh sedia,setelah air teh habis,makanan penutupnya pun ada, seperti itulah kira kira hehe, setelah tanjakan cinta tadi, seketika kalian sampai di tempat yang agak dataran, disana kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa dari ORO ORO OMBO
ORO ORO OMBO,merupakan sabana ilalang yang terhampar luas di tengah tengah gunung semeru, disana terdapat bunga yang sering disebut bunga lavender oleh para pendaki, padahal aslinya itu bukan lavender, alias bunga bunga verbena basiliensis
Itu merupakan tanaman parasit yang menyerap air dari dalam tanah tanpa  memberikannya kembali, dan otomatis jika dibiarkan terus menerus itu sangat berbahaya bagi sekitarnya, terutama untuk pasokan air disana, khusunya areal DANAU RANUKUMBOLO, makanya untuk tanaman ini tak ada larangan jika pendaki ingin membawanya pulang sebagai oleh oleh dari semeru, dengan catatan ketika membawanya tidak mematahkannya tapi dengan cara mecabut dengan sampai akar akarnya, karena jika tidak begitu, yang ada juga percuma, pertumbuhannya sangat cepat , kembali ke cerita he,
Di sana ada 2 jalan untuk melewati oro oro ombo, ada yang langsung turun kebawah melewati sabana langsung, berjalan di anatara bunga lavender, ada yang lewat pinggir lereng,
Saat itu saya memilih jalan muter di lereng, karena ingin menikmati pemandangan dari atas, sayang jika tak di nikmati, suasana saat itu cukup lumayan cerah,Nampak matahari pun bertengger pasti di atas kepala kita, disana saya sempat bertanya Tanya sama teman saya mba april, mengenai keberadaan puncaknya mahameru, karena lucu juga, kita berjalan udah memasuki hari ke 2 tapi titik perburuannya ko belum terlihat , dia pun memberitahu saya, jika ingin melihat nanti setelah melewati 2 bukin di depan, karena dari sini katanya terhalang kabut ,
Saya sempat kaget saat itu, gimana tida,harus melewati bukit di depan yang kelihatanya lumayan terjal, tapi ah sudah lah pasrah saja pikir saya hee,
jalan sebelah kiri melewati oro-oro ombo
Setelah melewati oro oro ombo, kita sempat beristirahat di waturejeng ,disana ada gubuk yang katanya itu adalah warung warga, dan biasanya sering ada yg berjualan disana, sempat kecewa juga sih, karena memang saya sama teman saya kang alif pengen ngerasain nikmatnya semangka semeru, ditengah panas nya matahari,ketemu semangka,duh nikmat, tapi sayang ,tutup warungnya,
Tapi sempat ada kejadian lucu disana, ketika kita semua sedang beristirahat, satu persatu pendaki ambil posisi disana, ada sekitar 30 pendaki lah saat itu di cemoro kandang, kita tertahan oleh satu pemandangan dari kejauhan, yang Nampak seorang yang sedang berjalan dengan anjingnya yang mengikuti,dan dia memikul karung yang dari penampilannya seperti porter, tapi kita semua nahan diri sambil berbisik bisik ramai, wah ini porter ni, sakut yg lain,jawab yang lainya juga,” ini warung ni kayaknya”, wah penasaran kan akhirnya, kita tungguin sampai dia benar benar melewati kita, sekitar 15 menit kita menunggu dia jalan menghampiri kita semua,setelahlama menunggu,akhirnya dia pun mendekat mendakat dan saat itu kita udah kegirangan dengan semangka,tapi apa yang terjadi,dia hanya melewati kita dengan sedikit senyuman,setelah ditanya pak de warung nya dimana? Dia menjawab bahwa warungnya di pos 7 jambangan, beuuh gaduh semua itu, tau gitu kita jalan saja dari tadi,,dan akhirnya kita pun semua berjalan satu persatu melanjutkan perjalanan dengan rasa kecewa dan  harapan yang tersimpan, semoga tidak habis nanti ,itu saja do’a kita selama di jalan, hehe
Saat itu ketika saya dan team sampai di cemoro kandang,sekitar pukul 10 pagi, dan kembali melanjutkan pada pukul 11 siang,
sumber fhoto google
Dari cemoro kandang menuju JAMBANGAN saat itu saya kurang lebih sekitar 3 jam, terbilang lama karena sering istirahat,enggak tau berapa kali saya sama teman teman istirahat,
Saat itu saya tiba di jambangan sekitar pukul 02 sore lebih, saat itu di jambangan di warung nya, Nampak sudah sangat rame sekali oleh para pendaki yang sedang memburu dagangan pa de yang tadi, kang alif sudah dari 30 menit yang lalu di disana, dan saya baru sampai, langsung saja menghajar semangka yang ada, beuuuh nikmat sekali rasanya,penantian panjang akhrinya terbayar, disanapun saya sama teman teman istirahat cukup lama,pukul 3 sore kita baru melanjutkan kembali, namun sebelum kita berlanjut mas maru sama mba april mengajak saya untuk memperlihatkan puncak mahameru, setelah itu baru kita kembali melanjutkan perjalanan menuju kalimati, titik camp terakhir sebelum kepuncak,
Dari jambangan ke kalimati itu jaraknya kurang lebih sekitar 500m, dan bisa di tempuh dengan waktu kurang lebih 45 menitan lah, karena memang jalannya menurun ,,setelah melewati hutan dulu baru kita akan tiba di kalimati,sebuah areal terbuka ,
puncak maha meru dari arah jembangan (sumber fhoto google)

KALIMATI (camp zone finish), kalimati memili ketinggian kurang lebih 2700MDPL, (Meter Diatas Permukaan Laut dan tepat di lereng terjal mahameru,
Saat itu kita tiba di kalimati pada pukul 4 sore, dan langsung mendirikan tenda , setelah tenda berdiri, semua rapih, baru persiapan masak, saat itu saya sempat turun kebawah untuk mengambil air, dan sebelum turun,saya sempat bertemu kembali sama mas aji dan mass atria di sana, mereka mendirikan tenda jauh dari yang lain di tempat sepi pula, setelah mengobril kesana sini, baru saya berangkat turun, dan sempat di kasih pinjam tas nya dia untuk bisa membawa air lebih banya,,
Dari kali mati ke titik mata air terakhir itu sekitar 10-15menitan lah jaraknya, saya juga sempat bareng juga sama pendaki yang kebetulan dari daerah Sulawesi, sempat mengobrol lama juga sama mereka, setelah itu saya kembali ke tenda,dan kembali ke tenda mas aji, setelah lumayan lama ,baru mas maru sama kang alif memanggil saya untuk makan dulu,,persiapan untuk kepuncak nanti malam soalnya, setelah selesai makan, kita semua beres beres dan ganti pakaian , agar supaya nanti ketika hendak summit attack kita sudah siap berangkat, peralatan yang akan dibawa juga kita siapkan,semua di rapihkan, baru lah kita semua istirahat, namun saya belum terlalu ngantuk jadi saya memilih tidur belakangan, saat sebelum istrahat , kalimati sempat menjadi ramai, dengan kedatangan rombongan CAK TARPIN ,peserta jalan mundur yang akan membuat rekor duinia , dengan jalan mundur terpanjang,dimulai dari setasiun malang kalau tidak salah,sampai ke mahameru turun lagi hingga ke titik awal perjalanan dengan jalan mundur lagi, luar biasa memang,
Tak lama saya pun pergi keluar dan pergi ke tendanya mas aji dan mass atria di pojokan sana sebelum tenda saya, setelah ditenda kita ngobrol ngobrol sambil ngopi, karena kebetulan mas aji dia sedang menggeluti dunia climbing juga,sya sempat bertanya mengenai itu, karena saya dulu ketika pertama suka main di alam bebas,sebelum mendaki yah climbing dulu,makanya nyambung kita ngobrolnya juga,
Namun sempat ada yang lucu juga disana, ketika saya mengeluarkan cangklongan rook yang saya buat, mass atria bangun dan bertanya, apa bahan yang saya gunakan, saya pernah belajar dan dikasih juga sama teman saya kata dia ,tetapi berbentuk gelang, dari situ saya sudah agak ketawa” kayaknya kenal ini saya ,karena biasanya sesame pengukir kenal ,apalagi ini medianya paku anam dan kayu, ddan benar saja ketika dia menyebutkan nama temannya ternyata teman saya juga, Bang Alaw, dia memang yang pertama ngajarin saya ngukir,barulah dari situ obrolan makin hangat, dan saya inget juga, bang alaw pernah bercerita ketika dia ke gunung raung,dia ditemani oleh temanya yang dari semarang, pas saya bilang demikina, mas satria langsung ngasih tau, itu dia yang d ceritakan bang alaw, ketawa saya saat itu, dunia memang sempit yah,
Kalau kata temen saya sih, “BUKAN DUNIA YANG TERLALU SEMPIT,TAPI LANGKAHMU YANG TERLALU LUAS” bisa jadi demikian hehe,
Setelah perbincangan hangat itu berlalu saya pun pamit untuk beristirahat sebelum melakukan summit ke mahameru, akhrinya saya pulang ke tenda dan langsung tidur,
(KLIK DISINI UNTUK HALAMAN BERIKUTNYA)


Diskusi Summit Atack Gn. Ciremai ,Muncak Atau Tidak???

DISKUSI SUMMIT ATACK GN. CIREMAI ,MUNCAK ATAU TIDAK???
suasana pagi di pos 5 ki bima 
(ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul " gagal menggapai puncak Gn. Ciremai karena cuaca extream".
Setelah kita merasa cukup istirahat pagi pukul 6 kita bangun, tak lama setelah terbangun langsung saja kita masak dan kebetulan  saat itu kita membawa beberapa pisang buat di bikin pisang goreng, itu salah satu perbekalan wajib yang harus di bawa dan masuk dalam daftar pokok logistic jika saya sedang mendaki bareng Rahma, karena memang makanan kesukaanya dia, dan beberapa kali naik gunung juga sama dia selalu bawa pisang , saya juga suka lah kalau makan mah, apa ajah juga di hajar di gunung mah hahhaa,
Sambil membuat pisang goreng kita sedikit berbincang dan mendengarkan pengalaman mang ali ketika melakukan pendakian ke Gn. Argopuro dulu, biar tidak terlalu jenuh juga dan lumayan kan dapat referensi lebih dari dia, sambil berdiskusi tentang perjalanan hari ini, APAKAH KITA AKAN KE PUNCAK ATAU PULANG?
jalur pendakian menuju puncak
Mang ali sempat mengusulkan untuk turun saja karena cuaca saat itu juga memang tidak terlalu mendukung, saya sih turun hayo muncak hayo , tapi saat itu Rahma juga pengen mencoba dulu ke puncak, saya juga sempat mengusulkan untuk mencoba dulu sesampainya saja, jika hujan turun kita langsung turun kembali ke camp,yah masa iya juga menyerah sebelum mencoba,, akhirnya kita ber3 sepakat untuk mencoba melanjutkan perjalanan ke puncak, dengan catatan “ SESAMPAINYA DAN KEMBALI JIKA CUACA MEMBURUK”, kita mencoba bukan sekedar asal menghilangkan rasa penasaran,tapi dengan mengutamakan keselamatan masing – masing dari kita, dan mang ali tetap yang memegang komando,karena dia yang lebih tahu tempat ini dari pada kita.
Setelah selesai membuat pisang goreng dan mencicipinya , kita bergegas dan packing sedikit perbekalan untuk dibawa ke atas.
Saat itu waktu menunjukan pukul 08 : 45 pagi, dan cuaca masih cukup cerah, perlahan kita mulai berjalan kearah puncak dengan naafas sedikit terengah-engah Karena kondisi badan masih dingin juga.
POS 5 KI BIMA – POS 6 TARAWANGSA
Dari pos 5 kita menuju pos 6 ,treknya sudah mulai terasa berat lebih dari pos 4  ke pos 5, tapi kita pelan-pelan saja. Jarak dari pos 5 ke pos 6 itu kurang lebih sekitar  30 menitan, dengan kondisi badan lenggang ,jika normalnya bisa 1 jam lebih,.. di pos 6 lokasinya cukup luas ,lebih luas dari pos 5 ,dan bisa menampung lebih banyak tenda ,hanya saja disini sudah tidak terdapat sumber air, karena sumber air terakhir  berada di pos 5, di sini juga terdapat 2 cabang jalur menuju puncak, jalur lama ( Linggar Jati) dan jalur baru ( Linggasana), saat itu sempat diskusi dulu sebelum melanjutkan perjalanan, mang ali sempat bertanya kepada Rahma, jalur mana yang akan di gunakan, dan akhirnya Rahma mau berbelok arah saja ke jalur lama yaitu ke jalur linggar jati, saya lupa nama pos nya, pokonya sudah di atas tanjakan BAPAK TERE   Ada pohon tumbang lah disana, kita masih melanjutkan perjalanan dan istirahatpun hanya berhenti sejenak tidak sampai duduk, begitu disepanjang jalan.
pos batu lingga jalur pendakian linggar jati
Baru ketika di pos  BATULINGGA LINGGAR JATI   kita berhenti untuk duduk lah, Rahma dan sayapun duduk menyelonjorkan kaki, hanya mang ali saja yang tidak duduk dia masih berdiri, saya pun sempat mengeluarkan cemilan yang saya bawa dan beberapa pisang goreng yang saya bawa,, saat itu waktu menujukan tepat pukul  10;30 siang . tapi sayangnya hanya sebentar kita disana menikmati lelah, kira- baru 3/5 menitan lah, rokok mang alipun belum sempat di nyalakan, eeh tiba tiba ada suara yang tidak asing, tapi jadi pertanyaan.
Ini hujan apa bukan ? atau hanya angin, mang ali sempat bertanya seperti itu, saya kira sih angin saja, eh taunya hujan, dan itu tak lama setelah gerimis langsung menjadi deras, tapi untungnya mang Ali dan Rahma langsung menggunakan jas hujan,saat itu mang Ali sempat bertanya sama Rahma, antara lanjut atau tidak ke puncak, dan Rahma langsung meminta untuk turun kembali ke tenda,karena dia pernah merasakan bagaimana harus muncak dengan kondisi cuaca hujaan,saat itu dia sempat menceritakan pengalamannya yang memaksa muncak ke gunung merbabu saat kondisi hujan, ,saya sih senang lah turun lagi, karena percuma jika harus kepuncak juga yang ada cuman tembok putih penuh ratapan saja, itu juga kalau cuaca tidak lebih buruk.
Akhirnya kitapun turun kembali dengan kondisi badan diguyur hujan sampai tenda, tapi setelah mau sampai pos 5 hujan tidak terlalu deras. Dan saat itu tiba di tenda tepat puku 11:30 siang.
Rahma dan mang ali langsung masuk ke tenda , saya masih di luar untuk mengamankan tenda , dan membetulakan parit di sekitar tenda, saat itu sih saya memakai payung dan masih menggunakan baju, tidak seperti semalam lah,ini mah posisinya sudah tidak danger lah wkwkwk
Setelah selesai saya pun berganti pakayan dan masuk ketenda, lalu kitapun berdiskusi, turun hari itu atau besok,
Ketika awal pendakian niat saya pengen 1 malam saja di atas jika kondisi cuaca tidak buruk,dan memilih berisitirahat di bawah saja ,dan juga biar ada space waktu buat Rahma istirahat ,karena tanggal 25 nya dia harus sudah masuk kerja dan kebetulan masuk pagi. Tapi saya juga tidak memaksakan malah saya pengen menginap lagi di atas, bukan karena apa-apa , melihat kondisi cuaca saat itu hujan di sertai petir terus mengguyur tenda kami, akhirnya kita pun memutuskan untuk turun ke esokan harinya, hari itu hujan baru reda sekitar pukul 8 malam. Bahkan di sore hariketika saya sedang tidur, karena memang sedikit mengantuk, Rahma dan Mang Ali sempat merasakan seperti sengatan listik ,yah mungkin di atas ada yang terkena sambaran petir, mengingat pasak tenda kita juga terbuat dari besi dan golok tramontina juga menacap ke tanah di depan tenda, mungkin karena posisi saya sedang tidur jadi saya tidak terlalu sadar ,dan hanya mereka berdua yang merasaka,malah saya kebangun bukan karena ikut tersengat melainkan karena mereka berdua yang berteriak dan juga suara petir yang memang cuukup kencang, mereka juga sempat bertanya pada saya, tapi yah saya tidak merasakan apa-apa , alhmdulilah hihi, akhirnya yah cengengesan saja ketawa-ketawa di dalam tenda, sambil menunggu hujan reda  kita hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol, yang lebih sering mengobrol itu Rahma dan mang Ali, saya tidak terlalu banyak mengobrol hanya mendengarkan saja apa yang mereka obrolkan,yah kadang ikut nimbrung,
Setelah hujan reda kita sempat memasak nasi dulu dan sisa logistic yang masih tersisa untuk mengisi perut kembali sebelum istirahat tidur. Setelah selesai masak dan makan, pukul 10 malam kita baru istirahat tidur.
Dan kembali terbangun sekitar pukul 5 pagi lebih lah, sebenarnya sempat beberapa kali terbangun tapi yah lanjut lagi tidur mau ngapain juga melek tengah hutan hahha.
pos 5 ki bima linggasana (cerita para pejalan)
Setelah terbangun saya pun langsung bergegas turun kebawah untuk mengambil air, karena pasokan air sudah habis , dan untungnya air di bawah sudah bening kembali, awalnya saya kira akan keruh akibat hujan semalam tapi ternyata tidak, stelah itu langsung ke tenda dan sempat memasak air juga untuk membut kopi dan the manis. Kebetulan saat itu Rahma  bawa agar- agar , kita bikin saja , memang tidak masak nasi atau yang lainya, hanya mengisi perut dengan agar saja, karena memang tidak terlalu lapar juga. Saat itu kita sedang asik menikmati suasana pagi dan secangkir kopi, tak lama datang 2 orang pendaki yang berasal dari bekasi, beuh alangkah senangnya saat itu bisa ketemu pendaki juga, Karena sudah 2 hari kita tidak bertemu orang hanya ber3 saja haha, akhirnya kita pun sempat berbincang-bincang sebentar sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan, tapi tidak lama juga mereka mampir ke tenda kita hanya beberapa menit saja, lalu kemudian mereka kembali melanjutkan ke puncak.
Kitapun sama langsung beres-beres saja dan packing, yang pertama packing duluan adalah Rahma, lalu saya, mang Ali terkahir karena kebetulan tenda berada di tas cerrier mang ali,
Setelah semua selesai packing kita sempat berfoto-fhoto dulu dipos 5 , lalu kembali turun menuju basecamp pendakian, kita turun dari pos 5 pukul 09:30 pagi, dan tiba di basecamp itu pukul 12:30 siang.,
Di pos 3 sempat berhenti sejenak untuk mengambil gambar tapi tidak begitu lama hanya sebentar saja. Dan setelah di pos 2 kita juga sempat bertemu 3 pendaki asal purwakarta , dan hanya mereka saja hari itu yang mendaki ke gunung ciremai via jalur linggasana.
pos 5 ki bima
Setelah di basecamp kita juga tidak langsung turun, sempat membersihkan badan dulu sebelum pulang dan mengobrol-ngobrol sama ranger setempat terutama bah yatna yang menanyakan kondisi cuaca di atas.
Setelah itu kita makan dulu karena kebetulan sudah di siapkan oleh abah yatna  ,baru setelah makan kita langsung pulang  kembali ke Jakarta, dari basecamp kita bertiga naik ojeg 2 ojeg, saya dempetan sama mang ali, Rahma misah sendiri, masa iya dempetan 4 di motor,udah kaya anak jaman now saja hahaa. Ojeg dari basecamp sampai jalan raya itu kita bertiga habis Rp.45.000 3 orang, dan tak lama langsung naik bis jurusan kuningan –jakarta ,dari sana kita berangkat pukul  16: 40 dan tiba di terminal kampung rambutan itu pukul 23 : 18 tengah malam.
salah satu spot di kiara lawang ( if Rahma daniyah)
@khoncolongok
Di sini kita baru berpencar , awalnya kita mau naik angkot bertiga ke depok ,cuman takutnya tidak ada angkutan akhirnya Rahma meminta temannya di jemput ke sana , kalau saya sama mang ali mah selau gak pernah mikirin buat tempat tidur, laki mah bebas haha, lagi pula Rahma esok paginya haru sudah masuk kerja lagi. Setelah rahma berangkat saya dan mang ali memutuskan untuk ke depok terlebih dahulu sebelum pulang ke slipi, dan bermalam di rumah teman saya di depok.
Yaah mungkin itu sedikit ulasan cerita pengalaman saya dan teman-teman kemarin saat kita mendaki ke Gn. Ciremai kuningan jawabarat, semoga ada yang bisa menjadi pelajaran buat kalian yang akan hendak mendaki ke Gn. Ciremai ,
Saya dan Rahma masih punya PR di di ciremai  yang belum tuntas, entahlah kapan akan di selelasikan , tapi itu hanya sebuah PR biasa saja ,karena tidak wajib juga ,kita juga memang tidak pernah membuat keharusan untuk selalu sampai kepuncak, karena kita memang bukan pendaki gunung, hanya sekedar menikmati saja tanpa harus berambisi lebih, toh puncak tidak kemana ko, kapan saja juga bisa berangkat lagi kesana , di perjalanan kemarin buat saya priabadi menjadi pelajaran baru ,karena bagi saya setiap tempat yang baru saya kunjungi akan menjadi guru bagi saya untuk belajar termasuk gunung ciremai sendiri.
Pesan dari saya, jangan pernah menganggap puncak sebagai tujuan akhir, puncak itu hanya sebatas bonus kecil di perjalanan,karena tujuan kita yang utama adalah bisa kembali pulang kerumah dengan selamat , jangan menjadikan puncak sebagai sebuah keharusan yang mesti di gapai, karena jika sudah berambisi seperti itu hal-hal yang lain sudah tidak akan di perhitungkan,dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain juga akan tidak ada ,karena yang ada hanya mengejar ambisi, tidak sedikit yang mati di puncak di perjalanan karena ulahnya sendiri, memaksa diri melawan alam sementara kita sendiri siapa? Melawan alam itu rasa nya tidak ada pantas pantasnya bagi kita, ikuti saja aturan alam toh tuhan juga akan menilai siapa yang lebih pantas ia berikan nikmat lebih di perjalanan, yang penting kita berjuang tapi dengan catatan tanpa mengesampingkan keselamatan diri dan rombongan, ini bukan saya bermaksud menasehati ,memang kadang jika dari segi tulisan seperti seakan di buat-buat, tapi yah ini yang saya terima dari teman-teman yang selalu mengingatkan saya,dan yang saya alami sendiri, karena ceroboh hanya akan mendatangkan masalah.
Terimakasih sudah bersedia membaca, maaf jika kepanjangan, saya sendiri saja cape ngetiknya wkwkwkw.
Salam petualangan,salam rimba,dan salam lestari.

Baca juga

Tuesday, 27 February 2018

Estimasi Perjalanan Dan Biaya Pendakian Ke Gn. Slamet Via Jalur Bambangan Purbalingga (Dari jakarta)

ESTIMASI PERJALANAN DAN BIAYA PENDAKIAN KE GUNUNG SLAMET VIA JALUR BAMBANGAN PURBALINGGA
jalur pendakian gunung slamet via bambangan purbalingga (ceritaparapejalan)
Gunung selamet dengan ketinggian 3428 mdpl( meter di atas permukaan laut) adalah sebuah gunung berapi kerucu yang terdapat di pulau jawa indonesia, Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten di provinsi jawa tengah, yaitu
  • >; Kabupaten Brebes
  • >; Kabupaten Banyumas 
  • >; Kabupaten Purbalingga
  • >; Kabupaten  Tegal
  • >; Kabupaten Pemalang


Karena letaknya yang berada Diantara 5 kabupaten, membuat  Gunung Selamet memiliki 6 jalur pendakian yang  diantaranya adalah
  • Jalur Pendakian Via Kaliwadas Brebes
  • Jalur Pendakian Via Kaligua Brebes
  • Jalur Pendakian Via Bambangan Purbalingga
  • Jalur Pendakian Via Guci Tegal
  • Jalur Pendakian Via Sawangan Tegal
  • Jalur Pendakian Via Baturaden Purwokerto,


Kali ini saya hanya akan membahas jalur pendakian via jalur bambangan purbalingga ,sesuai yang pernah saya rasakan sendiri bersama rombongan saya. Untuk jalur pendakian via bambangan ,mengingat jalurnya yang tidak terlalu terjal dan bisa di bilang banyak bonusnya,karena biasanya yang dicari adalah yang paling banyak bonusnya, maklum bukan pendaki ulung hihihi,
Walau begitu jalur bambangan terbilang cukup panjang di antara jalur-jalur pendakian lainya, karena memang dibuat agak melingkar sehingga tidak langsung terabas puncak,dan titik awal pendakianya juga terbilang sudang tinggi ,kurang lebih ketinggian 1000 mdpl,
Pembahasan kali ini yaitu mengenai, ESTIMASI WAKTU PERJALANAN,DAN ESTIMASI BIAYAPENDAKIAN dari daerah JAKARTA sampai basecamp Bambangan Purbalingga, dengan menggunakan armada transfortasi umum,

Gambar terkait
teminal kampung rambutan jakarta . sumber fhoto liputan.com
Untuk kalian yang berada di daerah ibu kota , kalian bisa menggunakan jasa angkutan BIS jurusan PURWOKERTO, kalian bisa naik bis dari terminal bis Kampung Rambutan atau dari terminal bis Pasar Rebo, sampai terminal purwokerto,dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 7-8 jam normal 7jam ,
Dari sana kalian bisa melanjutkan dengan menggunakan bis ¾ sampai ke pertigaan SERAYU dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 1 jam.
Dari pertigaan sana kalian bisa menggunakan angkutan yang sudah tersedia,biasanya dengan menggunakan mobil pickup atau mobil keri sampai ke basecamp pendakian, dengan jarak tempuh kurang lebih sekita 30 menitan,
Jadi estimasi waktu dari Jakarta sampai basecamp pendakian jalur Bambangan Purbalingga dengan menggunakan angkutan umum Bus, yaitu 8 jam 30 menitan,

Untuk tarif  bis dari
  • Jakarta-Purwokerto itu sebesar Rp. 80.000/orang
  • Purwokerto – Pertigaan Serayu Rp. 20.000/orang
  • Pertigaan Serayu – Basecamp Bambangan Rp.30.000/orang (pinter-pinteran ngelobi ajah,biasanya bisa lebih kurang dari segitu harganya)
  • Total biaya dari Jakarta sampai basecamp pendakian bambangan adalah Rp.140.000/orang ,jika PP Rp.260.000/orang. Tarif tersebut belum termasuk dengan biaya pendaftaran dan biaya perbekalan logistic,

Untuk biaya pendaftaran pendakian itu sendiri, dijalur pendakian Bambangan dikenakan tarip sebesar Rp.5000/orang, dan jika di total dari biaya transfortasi dan tiket masuknya itu kurang lebih sekitar , Rp.265.000/orang, diluar biaya logistic yang akan kalian bawa.
Nah untuk informasi ESTIMASI PERJALANAN DAN ESTIMASI BIAYA PENDAKIAN VIA JALUR BAMBANGAN PURBALINGGA mungkin dicukupkan sekian, semoga bermanfaat dan bisa membantu kalian para penggiat alam bebas, selamat mendaki
Tetap utamakan keselamatan,dan selalu mengikuti arahan para ranger / voulenteer setempat,dan tetap hormati adat dan kepercayaan warga setempat, terimakasih .

baca juga

Sunday, 25 February 2018

CUACA EXTREME GUNUNG CIREMAI (HARUS KAH DI TUTUP ATAU TETAP DI BUKA)

penampakan puncak gunung ciremai di sebelum mendaki( cerita para pejalan)
Sekedar berbagi informasi buat kalian para traveler,penikmat alam,pendaki gunung dan lain sebagai nya, yang mempunyai hobi berkegiatan di alam bebas (outdoor),
Untuk kalian yang hendak mau mendaki ke Gn,Ciremai kuningan jawa barat, mau yang memakai jalur via linggar jati, palutungan,apuy ataupun via jalur linggasana , disarankan untuk menunda dulu sementara jadwal pendakian kalian ke Gn,Ciremai ,dikarenakan cuaca disana sedang tidak bersahabat alias cuaca extream, hujan lebat di sertai petir masih sering terjadii,bahkan Gn,Ciremai pun di selimuti kabut tebal,

Saya hanya mau mengingatkan saja, untuk tetap menjaga diri,tetap memperhatikan cuaca di saat mau mendaki, karena belum lama kemarin lusa tepatnya tanggal 21 Februari 2018 , saya dan 2 rekan saya pergi dari Jakarta untuk mendaki ke gunung ciremai via jalur lingga sana, dan pada tanggal 22 February 2018 tepatnya sekitar pukul 09:45 kita bertiga mulai melakukan pendakian,
Titik camp yang dituju yaitu pos 5, hari itu cuaca sebenernya tidak mendukung,puncak Ciremai hanya sebentar saja terlihat dan sisanya tertutup kabut, kita  berjalan dan sembari berdo’a semoga tidak terkena hujan di sebelum pos 5, dan alhamdulilah sesuai rencana kita sampai di pos 5 ki bima pada pukul 14:58 sore, sesampainya disana kita langsung mendirikan tenda, setelah selesai mendirikan tenda kita siap siap masuk dan  masak,
Hujan di sore itu baru reda sekitar pukul 8 malam, itu hujan benar benar lebat, dan disertai petir,
Ke esokan harinya pagi sekitar pukul 08:50 pagi ,kita bertiga mencoba untuk melakukan summit attack menuju puncak ciremai, sebenarnya sudah merasa tidak yakin untuk bisa sampai kepuncak,mengingat cuaca saat itu memang tidak memungkinkan untuk bisa sampai puncak,namun hanya sekedar menghilangkan rasa penasaran tanpa mengesampingkan keselamatan kita mencoba semampunya saja untuk mendaki  menuju puncak Gn,Ciremai,
pos batu lingga jalur linggar jati
Dan benar saja baru saja tiba di pos Batulingga di jalur linggar jati,karena kebetulan kita pindak trek saat di pos 6 jalur linggasana , baru saja tiba dan berniat untuk istirahat sejenak, hujan deras langsung mengguyur kami ,saat itu waktu menunjukan tepat pukul 10 :45 siang, dan tanpa memikirkan yang lain-lain kita langsung mengambil keputusan untuk turun,terutama teman kita yang kebetulan ada satu perempuan,dia langsung mengambil intruksi untuk meminta kembali ke tenda,kita pun langsung mendemgarkan karena memang dia yang sedang kita kawal,tanpa intstruksi dari dia pun sebenarnya kita memang tidak akan melanjutkan perjalanana ,
 selama kita turun menuju camp hujan tak kunjung reda  bahkan makin deras dan di sertai hujan petir yang bisa dikatakan sangat keras lah,
sebenarnya untuk pendakian harusnya itu sudah di tutup ,karena sangat berbahaya untuk para  pendaki sendiri, jika hanya hujan biasa ,mungkin masih iya di perbolehkan dan dikatageorykan aman untuk tetap di daki, tapi untuk kondisi dan cuaca seperti itu ,memang saharusnya harus segara di tutup ,tapi entah lah kenapa belum di tutup juga, yang pasti sudah seharusnya team dari Taman Nasional Gunung Ciremai untuk segera mengambil tindakan yang lebih lanjut, alias ditutup sementara,
dari pada terjadi hal-hal yang tidak inginkan, karena keselamatan memang sangat di utamakan,jangan sampai memaksakan di buka hanya untuk sekedar kebutuhan perorangan saja tanpa memikirkan yang lainya, tapi yah hanya mereka yang tahu dan memang mereka yang bertanggung jawab,saya sendiri hanya bisa mengingatkan saja bagi kalian yang sempat membaca tulisan ini dan ingin tetap mendaki, saya sarankan untuk tetap berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan diri dan team,dan tetap berkomunukasi dengan team ranger setempat,jangan sampai tidak mengindahkan apa yang di sarankan oleh team voulenter setempat,supaya tetap aman dan selamat dan yang paling terpenting tetap berdo’a di sebelum dan ketika mau turun dari gunung,
mungkin hanya sekian informasi yang bisa saya sampaikan semoga bisa membantu buat kalian yang memang sedang mencari informasi seputar Gn,Ciremai.
Trimakasi dan salam lestari
Baca juga

Saturday, 24 February 2018

MUNUJU SURGA TERSEMBUNYI GN,SEMERU

MUNUJU SURGA TERSEMBUNYI GN,SEMERU

keindahan danau ranu pane gn semeru ( sumber fhoto google)

Setelah lumayan beristirahat , sekitar pukul 4 shubuh saya bangun, Nampak saat itu dani pun sudah bangun juga, entahlah dia sudah bangun atau memang tidak bisa tidur, karena bisa dibilang lumayan cukup dingin,
Saat itu saya belum tau jam  berapa itu, saya mengira saat itu pukul 5 pagi lebih lah, karena memang suasananya sudah terang, dan Nampak ada beberapa orang juga yang sudah berada  pinggir danau ranu pani, yang kelihatanya sedang memancing, setelah shalat subuh, baru tau saya kalau saat itu baru jam 4 subuh, itupun setelah saya bertanya sama dani karena memang saya tidak menggunakan jam tangan, danipun memberitahu kalau saat itu masih jam 4, saya sedikit tidak percaya, keadaan jam 4 subuh masa iya sudah seterang ini kata saya, setelah dani memperlihatkan jam berapa itu, baru saya percaya, seketika saat itupun saya tertawa , karena biasanya kan jam 4 di tempat saya garut bisa dibilang  masih sangat gelap, kata danipun memberitahu letak  letak geograpis jawa barat sama jawa timur kan berbeda, jelas perbandingan cuacanya juga agak berbeda, termasuk dari terbit dan terbenamnya matahari, setelah itu saya baru saya sada, singkat cerita, setelah disakasih tau dani, sayapun pergi ke tenda untuk mengambil peralatan masak, dan memasak air panas untuk menyeduh kopi, karena sangat sayang jika terlewat begitu saja tanpa secangkir kopi, berlanjut lah obrolan kita sambil menikmati kopi, tak lama teman teman di tenda pun bangun , satu persatu keluar dari tenda,perbincangan pun makin hangat se irama dengan sinar matahari yang perlahan merambat menyelinap masuk ke balik kabut tebal yang tak begitu pekat dipagi itu,
Tak lupa juga kita sempatkan untuk berpoto poto dulu, untuk mengabadikan momen kebersamaan, sambil bercanda canda,karena kami tak lupa membawa kamera yang sudah disiapkan sebagai penyimpan momen,

Sekitar pukul 6 pagi lebih, kita pun menyempatkan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan,
Setelah selesai sarapan, kita  langsung packing ulang peralatan yang sempat dikeluarkan semalam,barulah sekitar pukul 8 pagi, setelah pos pendaftaran dubuka, teman saya mba april sama mas maru, langsung bergegas melakukan registrasi ulang di pos,
Setelah  itu kitapun pergi ke satu ruangan yang berada di bawah pos pendaftaran, yaitu ruang breping, ruangan yang sengaja di sediakan oleh para ranger dan pengurus balai taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) untuk memberikan pengarahan kepada para pendaki yang akan berangkat mendaki ke gunung semeru ,dari mulai rute perjalanan, pos pos di perjalanan, peraturan adat/kepercayaan setempat,,titik rawan hewan atau titik perlintasan hewan buas, hingga rute menuju puncak mahameru, ,itu benar benar di berikan dengan detail oleh mereka disana, supaya pendaki bisa lebih berhati hati, bisa lebih menjaga diri dan team,menjaga apa yang menjadi kepercayaan ada istiadat warga setempat,dan terutama menjaga kebersihan,,
Setelah selesai diruangan tersebut, kitapun bersiap siap untuk berangkat ,tak lupa kita berdo’a terlebih dahulu untuk  meminta keselamatan pada allah swt  agar kita bisa selamat sampai pulang kerumah masing masing,
Setelah selesai  berdo’a berangkatlah kita menuju titik camp pertama di daerah DANAU RANUKUMBOLO,

PERJALANAN MENUJU DANAU RANU KUMBOLO
Dari ranu pani sampai danau ranu kumbolo, itu berjarak kurang lebih sekitar 10km, dengan melewati beberapa pos pendakian, jarak hitungan jam antar posnya tidak menentu , yah kurang lebih 1-2 jam dari satu pos ke pos yang lainnya, saat itu saya berangkat sekitar pukul 9 pagian,
Perjalanan menuju pos 1 tidaklah sulit karena memang treknya bisa dibilang tidak terlalu susah seperti di trek pendakian pada umumnya,terbilang landay lah, saat itu yah masih terasa lelah lelah perkenalan ,belum lelah yang sesungguhnya hehe,
Perjalanan Menuju pos satu itu kurang lebih sekitar 1jam, setengahan lah, dengan perjalanan santai karena kita masih pemula,
Tiba di pos 1 itu kurang lebih sekitar pukul 10:00an, kita beristirahat dulu sebentar kurang lebih sekitar 20 menitan,sambil merokok,karena kebetulan saya peroko,kecuali kang alif dia nge vave soalnya  , setelah rokok habis, kita pun bergegas kembali menuju pos 2,
Naaah dari sini mulai lah lelah perlahan menjalar meraba tubuh, kebetulan cerrier yang saya bawa berukuran sekitar 85 ltr pull pack, dan 1 daypack di depan, karena memang logistic kita bawa banyak,yang penting tidak sampai kekurangan,jadi tidak apa apa cape di jalur juga,
Perlahan kaki mulai terasa keram di sebelum tiba pos 2, yah kira kira sekitar 10 menitan lagi menuju pos 2, istrihat saja yang saja banyakin, supaya tidak terlalu parah sambil saya urut perlahan,
Sekitar pukul 11 siang lebih saya tiba di pos 2, kita pun kembali beristirahat ,malahan teman saya kang alif sempat menelpon istrinya yang berada di bandung, karena kebetulan ada singal  buat nelpon. Selagi nunggu dia nelpon saya urut urut lagi kaki saya supaya tidak terlalu tegang,hanya untuk pelemasan otot saja tidak pada urat uranya,,ketika sedang  mengurutu kaki, tak lama ada seorang anggota TNI datang dan beristirahat, sambil saya sapa dia, biasa basa basi ala pendaki sudah tau lah hehe,  kebetulan dia datang sendirian ,disana tidak terlalu banyak mengobrol sih karena ketika dia datang saya sudah agak lama beristirahat , kemudian saya pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya yaitu pos 3,


watu rejeng gunung semeru
Setelah kurang lebih 30-40 menitan saya berjalan bersama teman teman, sesampainya di watu rejeng, sekitar 500 meter dari pos 2, saya bersama teman teman memutuskan untuk beristirahat kembali, karena sudah memasuki jam makan siang di perjalanan, saya keluarin alat masak dari tas cerrier saya, mba april mengeluarkan logistic mas maru kebetulan dia membawa kursi lipat mini,dia keluarkan juga untuk sekedar duduk duduk manja he, kang alif, seperti biasa dia mengeluarkan vavening nya, sambil menunggu air matang, kita ngobrol ngobrol saja ,banyak juga orang lalu lalang, dan lebih banyak seperti anggota polisi, rombonganya banyak banyak juga, dan ternyata saat itu kita naik pas bertepatan esok nya hari sumpah pemuda ,dan kebetulan pemerintah lumajang, polres lumajang kodim lumajang dan satuan dinas lainya ,mengadakan hari jadi sumpah pemuda di ranu kumbolo,barulah saya ngeuh pantesan banyak orang orang yang naik seperti anggota yang lewatin kita,
Tak lama teman kita dani dan rombonganya tiba juga di pos 3,dan ikut beristirahat bareng bersama kita, sambil berbincang bercanda sembari menghilangkan rasa lelah, tak lama kemudian seorang anggota TNI yang sempat bertegur sapa di pos 2 ,baru sampai, sempat berhenti dalam ke adaan berdiri sambil mengobrol dengan saya, tak lama saya paksa beliau untuk duduk bergabung dengan kita, akhirnya yah makin rame, tak lama kemudian setelah air sudah panas, kopipun tersaji, akhirnya perbincangan di bawah lereng terjal waturejeng dengan suasana yang sedikit ramai dengan gelak tawa makin terasa hangat, akhirnya perkenalan dimulai dengan bpk tentara tadi, beliau bernama bpk,Agus ,anggota kesatuan KODIM LUMAJANG, ternyata secangkir cerita memang sudah siap tersaji di waturejeng untuk kita, banyak perbincangan yang menarik dan bermanfaat yang saya tanggap dari beliau,terutama dari pengalaman pengalaman ketika dia tugas dulunya,  saking asik nya perbincangan kita lupa ternyata mie rebus sudah matang dan siap santap, mba april sudah memasakan mie  buat kita ,sedari kita semua asik berbincang dan bercanda,
Akhirnya makanlaaah dengan lahap hihi, makan rame rame kita, dan setelah selesai makan,kitapun kembali bercanda canda sambil mengunggu makanan turun keperut hhe,
Saat itu kita beristirahat lumayan cukup lama ,kurang lebih 1 jam lah ada,, saat itu Pk,Agus berangkat duluan, kita mah sih barudak santei hehe,setelah semua perlengkapan di packing ulang, tak lama kitapun bergegas berangkat melanjutkan perjalanan menuju pos 3,
Nah dari pos 2 ke pos pos berikutnya,perjalanan menjadi terasa lebih lama, biasa kaki saya kembali keram, malah bertambah,kejang otot juga ,parah kan , saat itu memang ada yang salah dengan celana yang saya kenakan,dan beban yang saya bawa, saat itu saya memakai celana jeans robek robek yang sudah agak ketat, dan beban yang saya bawa sudah melebihi batas yang biasa saya bawa ketika mendaki,  celana jeans memang tidak di anjurkan untuk dipakai ketika mendaki, karena mengingat dari segi safety prosedur pendakian,itu tidak di anjurkan, karena jeans mengandung bahan yang lumayan keras, untuk standa kemananannya di anjurkan memakai celana yang berbahan lentur dan mudah menyerap keringat atau berbahan QUICK DRY /cepat kering,  tapi yah kembali lagi ke kenyamanan pemakayan pribadi, kebetulan saya suka memakai jeans saja kalau mendaki, tapi perhitungan ke amanan tetap saya pakai, dan hanya pada ketinggian tertentu saja ,itupun hanya untuk perjalanan, untuk tidur saya menggunakan celana berbahan polar biar badan tetap hangat, yah seperti yang di anjurkan saja, kembali ke tofik,
Ketika kaki saya sudah terasa makin parah, saya selalu berhenti lalu kemudian melepas sepatu dan kemudian mengurut perlahan untun pelemasan dan memperlancar aliran darah yang sempat tertekan , setelah merasa baikan,saya pun kembali melanjutkan perjalanan,
Setibanya di pos 3 ,saat itu pendaki memang cukup ramai, saya beristirahat kembali disana, dan tak lama hujan turun yang lumayan cukup deras, kebetulan di pos 3 ada shelter kecil,yah muat lah beberapa orang disana, saya pun ikut masuk kedalam sambil plangak plongok dengerin yang ngobrol pake bahasa jawa, kalau teman saya kang alif dia paham dan ngerti, karena dulunya pernah lama tinggal di malang waktu dia mesantren. Dia hanya ketawa ketawa saja sambil ledekin saya yang gak paham, kadang kalau saya sudah jengkel,saya nanya pendaki yang berasal dari daerah jawa dengan bahasa sunda tanpa bahasa Indonesia sedikitpun, dan mereka menjawab pake bahasa jawa, ibarat ayam ngobrol sama monyet ,kayak nyambung padahal mah gak tau kemana arahnya ,mereka pun ketika menjawab sambil tertawa juga,,yah kita sama sama paham lah,dalam keadaan cape otak manusia itu daya pikirnya menurun dan tingkat emosionalnya lebih tinggi,makanya dibawa becanda saja ketika diperjalanan itu,
Dan ketika hujan reda kita langsung berjalan kembali, sebelum jalan,saya sempat bertanya, tanjakannya sepanjang apa dan tingkat kemiringannya seberapa,sama teman saya mba april, kata dia kurang dari 50 meter panjangnya dan tidak terlalu curam juga,
Karena saat itu kaki saya memang sudah tidak bakalan kuat lama jika harus berjalan ditanjakan dengan durasi yang lama, dan alhamdulilahnya tanjakan yang saya lewati memang tidak lebih dari 50 meter, namun saya juga melewatinya entah berapa menit, Karen 3,4  langkah saya jalan, kaki saya gemetar dan terasa mau keram, dan kembali berhenti, ketika di tengah tengah habis lah saya di jahilin sama bpk bpk polisi yang kebetulan saat itu ada orang tasik, nanyain kaki saya yang gemeteran dan bentar bentar behenti, saya jawab ajah sambil selengean , saya hanya sedang menikmati perjalanan saja pa, ini kaki mah emang saya lagi berimajinasi mendengarkan music, kan music  box saya tadi jatuh di jalan, mendengar saya ber alibi seperti itu mereka makin jadi tertawanya sambil bilang “ kehed kehed, bisa wae maneh” , sambil tertawa tawa kita berjalan pelan pelan, dan ternyata mereka sendiri pun sudah kelelahan,dan saya menjadi korban tawaran mereka, biasa mereka cape nawarin kesaya  istrahat ,padahalmah mereka kecapean hahaa,
Kurang lebih 20 menit saya  lewatin tanjakan itu ,terlama lah pokonya, dan Alhamdulillah setelah tanjakan itu jalan pun perlahan menurun, dan taklama kemudian hujan pun mulai turun , kondisi tubuh yang sudah terasa sangat lelah kembali menjadi bersemangat, apalagi ketika remang remang penampakan danau yang sebelumnya hanya ibarat dongeng pengantar tidur buat saya, bisa saya saksikan langsung, perlahan perlaham makin terlihat dan benarlah ada nya ciptahan tuhan yang satu ini memang luar biasa indahnya, saat itupun semangat makin menjadi, rasanya ingin cepat sampai,tapi yah apa daya meskipuun semangat menggebu kalau fisik sudah melehoy  mah jalan mah sama ajah,pelan booos capee haha,,tapi setidaknya jalan tidak terlalu lama saya, teman teman saya pun sudah jauh di depan, karena memang saya suruh mereka untuk terus jalan saja ,karena kalau bareng saya ,akan lebih lama ,kasihan mereka yang masih kuat bisa ikutan melemah, tapi saya juga tidak sembrono, karena mentang mentang cape, istirahat se enaknya, tidak lah,jalan saja walau pelan ,tak perlu berburu buru yang penting sampai,itu saja moto say amah hehe,
Ketika sampai di pos 4 di mana bisa melihat pemandangan danu ranu kumbolo dari atas tanpa terhalang sedikitpun dan langsung  ,wih indahnyaa, saat itu mas maru dan mba april masih di shelter menunggu saya, kang alif terus lanjut menunggu di bawah turunan ranukumbolo,
Tak lama kamipun kembali jalan dengan irama langkah yang lebih santai,bukan karena paktor kondisi, tapi lebih ke menikmati tapi tak lama cerita kembali seperti saat di tanjakan pos 3 haha,
Diturunan rakum(ranu kumbolo) yah kurang lebih 20 menit juga sama saya turun disitu, turun itu padaha, kaki saya masih ngerasa keram juga, mungkin karena factor turunan, beban yang di topang kaki pun 7x lipat dari sebelumnya ,yah wajar kalau lebih lama mah hehe, nampak kang alif sudah menggu dibawah sambil tertawa melihat pergerakan saya ketika turun, lama ,sering jatuh lagi,karena sepatu yang saya gunakan kebetulan alasnya yang menahan licin di batu bukan di tanah, yah ketemu tanah  basah ketawa ketawa yang ada ,jatuh nya sering hehe,

danau ranu kumbolo gunung semeru ( sumber fhoto google)
Saat itu  ketika kita sampai di DANAU RANU KUMBOLO, kira kira pukul 4 sorean lah, terbilang waktu yang lama memang, yah mau gimana lagi kondisi badan yang tak mendukung, tetapi yang terpenting kita selamat sampai lokasi camp,
Saat itu Nampak di bibir danau ranu kumbolo terlihat dari kejauhan sudah sangat ramai, tenda para pendaki pun sudah berjejeran seperti perkampungan saja, ragam rupa warna dari tenda tenda yang berdiri menambah suasana menjadi semakin menarik,dan asik, walaupun saya tidak terlalu suka dengan tempat tempat yang terlalu ramai, tapi yah ini bukan di KOTA, ini gunung, dimana secara tidak langsung tingkat social setiap individu menjadi lebih tinggi, tegus sapa selama diperjalanan dari berangkat hingga pulang tak pernah putus, tawar menawarkan antara satu dan yang lainya bukan hanya sekedar basa basi atau ajakan semata,walaupun hanya secangkir kopi yang di sajikan,itu benar benar mereka ingin kita ikut menikmati apa yang sudah mereka bawa, merasakan bersama sembari bertukar cerita, entah itu asal ataupun seputar pengalaman yang pernah di lalui di tempat tempat lain, dan itu terjadi bukan hanya di semeru saja, bukan hanya di satu tempat saja, disetiap tempat yang dimana mereka harus mengeluarkan extra tenaga ,fikiran dan lain sebagainya untuk bisa mencapainya, itu pasti akan terjadi dan sejatinya seorang manusia harus berbuat seperti apa itu akan terjadi disana dan akan Nampak siapa yang lebih lemah dan siapa yang paling kuat siapa yang paling bertanggung jawab siapa yang hanya memikirkan isi perut sendiri, dan siapa yang lebih perduli terhadap yang lainya,meskipun itu bukan bagian dari anggotanya.
Itulah alasan kenapa saya selalu ingin melakukan perjalanan yang selalu membutuhkan waktu waktu lama, karena saya bisa belajar dari setiap tempat yang akan dan sudah saya kunjungi,.
Ketika di ranukumbolopun itu saya rasakan,tegur sapa dari teman teman yang sudah berada disana, menawarkan secangkir kopi untuk sekedar penghangat badan, karena memang cuacanya cukup dingin disana,,makanya ketika sampai kita langsung saja bergegas mendirikan tenda untuk beristirahat, dan berganti pakayan yang sudah basah ketika terguyur hujan pas di perjalanan, setelah tenda siap kan lebih leluasa kita jika ingin melakukan aktivitas, begitupun kami saat itu, seperti biasa memasak air panas, membuat secangkir kopi, lalu merokok sambil menikmati suasa, dan tak lupa juga untuk masak he,
Tapi alhamdulilah ketika disemeru yang lebih sering megang kompor mba april teman saya, rasanya merdeka jauh dari kompor itu,karena keseringan setiap naik gunung pasti selalu urusan dapur,entah lah hhiihi,
Sembari menunggu makanan siap santap, saya pergi mencari teman saya tadi Pak,Agus,yang ketika di perjalanan sempat berbincang bincang dengan kami, sekitar pukul 7 malam saya mencari dia ke shelter yang ada di ranukumbolo,,saat itu didalam penuh dengan beberapa anggota TNI yang sedang istirahat dan sebagian porter yang sedang asik bercanda ria, akhirnya ketemu sama beliau, sayapun mengajaknya untuk mampir ke tenda saya,
Yaah untuk kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda lah , setibanya ditenda obrolan pun makin hangat, dan tak lama kemudian, makanan pun sudah siap untuk di santap, ya sudah kita kembali makan rame rame he,karena lebih nikmat rasanya jika rame rame,
Setelah selesai makan kembali lagi kekopi sambil merokok juga, hingga tak terasa sudah 2 jam kita bercerita,
Sekitar pukul 9 malam Pak,Agus pamit untuk beristirahat, dan kita pun segera beres beres peralatan dan merapihkannya, setelah selesai tak lama kang alif,mas maru dan ,mba aprilpun masuk tenda, tinggal saya sendiri di luar headlam tetap saya nyalakan, dan sempat mengambil apa yang sudah saya persiapkan sedari berangkat menuju tempat ini,kayu kayu untuk saya ukir, sempat membuat beberapa ukiran salah satunya kalung yang memang sudah direncanakan untuk membuatnya, sekitar pukul 11 malam baru selesai, barulah saya juga merapihkan kembali peralatan saya, dan mengambil sleping bag saya ditas,
Matras sengaja saya simpan diuar ,saya rapihkan ponco yang didepan tenda ,untuk menutupi atap, karena kebetulan saya pengen tidur diluar, jika masuk pasti gerah,sempit soalnya he,
Tak lupa juga bagian kepala ponco saya taro di atas muka saya, jadi buat persiapan ketika hujan turun air langsung ke muka saya dari lubang itu,
Alhamdulilah nyenyak karena kebetulan suhu di sana sedang bersahabat,tidak terlalu extream, tapi jam 4 subuh saya pindah ke dalam karena muka saya kena tetesan embun yang saya kira air hujan,hee
Melanjutkan tidur di tenda lah akhirnya sampai pagi,
 (klik disini untuk halaman selanjutnya)