CERITA PERJALANAN

Berbagai kisah dan cerita yang menarik dari berbagai sumber tentunya dari mereka para penggiat atau petualang alam bebas.

INFORMASI SEPUTAR TEMPAT WISATA MENARIK

berbagai informasi seputar tempat-tempat wisata menarik,asik ,ngehitsz dari berbagai tempat yang tentunya dengan suasana dan pesona alam yang sangat luar biasa.

CERITA MISTIS

Rangkuman cerita mistis dari berbagai tempat yang langsung di alami oleh narasumber.

GALERY FHOTOGRHAPY

berbagai momen momen yang di abadikan dari berbagai tempat - tempat menarik.

informasi materi teknik dasar pecinta alam

informasi materi - materi teknik dasar untuk berkegiatan di alam bebas baik survival, navigasi, gunung hutan dan lain-lain.

Showing posts with label catatan perjalanan pendakian. Show all posts
Showing posts with label catatan perjalanan pendakian. Show all posts

Monday, 1 March 2021

Berbagai Misteri Tentang Arcopodo Gn. Semeru

Norman Edwin saat menemukan sepasang arca kuno atau yang biasa di sebut
arcopodo pada tahun 1984 saat sedang melakukan perjalanan pelacakan
yang di pandu langsung oleh bpk Tumari .sumber fhoto : google

seperti yang sudah kita ketahui tentang arcopodo banyak sekali ragam cerita yang berlalu lalang tentang tempat yang satu ini, yah arcopodo beserta patung arca nya, tidak sedikit para pendaki yang berhasil menemukan arca tersebut.
bagi warga sekitar itu bukan lah hal yang aneh ,karena warga sekitar sudah percaya dan tahu tentang keberadaan arca tersebut ,arcopodo juga menjadi salah satu penanda jejak pendakian suci di masa lampau menuju puncak MAHAMERU , puncak tertinggi pulau jawa .
Arcopodo sendiri berada di ketinggian 3.002 Meter di atas permukaan laut , bahkan bisa di pastikan bahwa arcopodo merupakaan arca tertinggi di pulau jawa, bahkan bisa jadi di nusantara, namun seperti yang kita ketuhui bersama tentang arca tersebut banyak pertanya pertanyaan tentang arca tersebut yang masih menjadi misteri jawabanya, kenapa 2 arca tersebut di  buat dan siapakah sosok sang pembuatnya? yah itu memang masih menjadi misteri besar hingga saat ini.
paktor ketinggian menjadi salah satu kendala untuk bisa menjangkau tempat tersebut dengan tujuan meneliti,bahkan di beberapa sumber literatur dan beberapa catatan perjalanan pendakian ke Gn. Semeru Arcopodo sendiri status nya di anggap HILANG .
Arkeolog Universitas Negri Malang yakni Dwi Cahyono pada awalnya juga terkejut saat mengetahui bahwa arca tersebut masih ada .
sejak publikasi yang berupa tulisan dan dokumentasi foto yang menggambarkan keberadaan dua arca tersebut oleh salah satu pendaki senior di Mapala Universitas Indonesia ,yakni Norman Edwin, pada tahun 1986 du suara alam, arca tersebut tak pernah kembali di sebut - sebut,saat itu Norman Edwin pertama kalinya datang ke arcopodo bersama rekanya yaitu Herman O lantang,saat itu keduanya di antar langsung oleh juru kunci Gn. semeru yaitu Pak. Tumari , saat itu beliau memberi tahu Norman Bersama Herman bahwa keberadaan arca tersebut memang benar adanya , begitupun dalam tulisan herman dalam buku Soe Hoek gie (2009).
dengan memperhatikan foto dengan secara detail ,saat itu Dwi menyimpulkan ,bahwa salah satu arca tersebut adalah sosok Bima. lalu kemudian da membandingkan dengan foto arca bima yang berada di cadi sukuh di lereng gunung lawu. " Badan dan tangannya mirip bima,jika memang benar Bima,sangat masuk akal karena Bima adalah sosok untuk perwujudan tolak bala" tutur nya. dengan demikian tempat tersebut adalah tempat pemujaan yang di fungsikan untuk ritual menghalau bencana dari gunung semeru yang memang status nya masih aktif.
bahkan dwi mengungkapkan bahwa ARCOPODO dan RANUKUMBOLO  memiliki keterikatan ,dan keduanya merupakan tempat pemberhentian pendakian spiritual ke gunung semeru atau biasa di sebut SATRE. jika jejak di ranukumbolo itu bisa di lacak dikarenakan ada adanya prasasti ,sementara di arcopodo tidak terlacak sama sekali kapan waktu pembuatanya.

Monday, 9 July 2018

Estimasi Perjalanan Dan Biaya Pendakian ke Gn. Semeru

Estimasi perjalanan dan biaya pendakian Gn. Semeru jawa timur
Selamat pagi,sian ,sore ,malam buat kalian para pecinta petualangan alam bebas,para penggiat dan para pendaki gunung. Kali ini saya akan berbagi sedikit informasi seputar dunia pendakian ke salah satu gunung tertinggi di Indonesia ,yaitu Gn. Semeru jawa timur  gunung yang termasuk dalam seven summit nya Indonesia dengan ketinggian 3676 mdpl.
Nah untuk kali ini yang akan kita bahas adalah estimasi perjalanan dan biaya pendakian menuju Gn. Semeru  dengan menggunakan jasa transfortasi kreta api.
1.       Transfortasi dari  ST. Pasar senen ( Jakarta) – ST. Malang dan ST. kiara condong ( bandung) – ST. Malang
·         ST. Pasar Senen ( Jakarta) – ST. Malang / KA. MATARMAJA ( Rp. 109.000)
Dari untuk yang dari daerah Jakarta, kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api dari stasiun pasar senen Jakarta. Untuk kretanya itu tergantung kalian pesan yang mana ,salah satunya yang akan saya bahas sekarang yaitu  kreta api matarmaja  ,dengan biaya Rp. 109.000 / orang  (EKONOMI),langsung sampai stasiun malang, dengan  lama perjalanan kurang lebih sekitar 17 jam perjalanan, pemberangkatan pukul 03 sore dan tiba pukul 08/09 pagi .
·         ST. Kiara Condong ( Bandung) – ST. MalanG / KA . MALABAR (Rp. 185.000)
Untuk yang di daerah bandung kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api malabar, dengan total biaya perjalanan Rp. 165.000/ orang, dengan waktu pemberangkatan pada pukul 16:00 sore dan tiba di stasiun malang pada pukul 07:30 pagi
2.       ST. Malang – Pasar Tumpang/ basecamp tumpang  ( Rp. 10.000 )
Dari stasiun malang kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju pasar tumpang/ basecamp tumpang dengan menggunakan angkutan umum Angkot , dengan biaya Rp. 10.000 / orang.
3.       Basecamp tumpang – Ranu Pane (pos pendaftaran) (Rp. 50.000)
BASECAMP TUMPANG
Untuk melanjutkan perjalanan menuju desa terakhir ranu pane kalian harus menggunakan jasa angkutan JEEP ,di basecamp tumpang inilah para pendaki biasanya transit untuk beralih kendaraan , untuk biaya nya sih sebenarnya bisa beda-beda , karena hitungan disini kita dibilangnya mencarter jeep itu, jadi makin banyak yah makin murah ,makin sedikit makin mahal,


Untuk satu jeep itu sendiri biayanya sekitar Rp. 650.000 / jeep bukan perorang.  Biasanya 1 jeep itu ada yang muat 12 orang ada yang 15 orang. Kalau di bagi 15 orang / orangnya bisa kena biaya kurang lebih sekitar Rp.45.000/orang.ya  hitung saja Rp, 50,000 / orang untuk jaga-jaga dulu.
4.       Baiaya pendaftaran pendakian Gn. Semeru ( TNBTS)
Untuk poin ini saya tidak menyebutkan berapa di atas, karena disini hitunganya per hari dan tergantung hari apa kalian mendaki,  soalnya beda- beda biayanya
·         Hari Biasa Rp. 17.500
·         Weckend RP. 22,500
Itu semua sudah termasuk dengan asuransi sebesar Rp. 2.500/orang
Jadi disini tergantung kalian mau naik hari apa dan berapa lama di atas, hitungan biaya diatas adalah /hari bukan selama kalian mendaki. jadi tinggal dihitung saja berapa hari kalian di atas dengan biaya registrasi di atas.
5.       Logistic dan perbekalan pribadi ( Rp.450.000)
Sebenarnya untuk nominal di atas itu cuman menurut saya pribadi aman segitu,itu juga tidak akan semua di habiskan untuk logistic saja, bisa untuk tambahan pegangan kita selama di perjalanan. Untuk logistic biasanya patungan dengan team biar tidak terlalu besar pengeluaran.
Adapun persyaratan yang harus kalian lengkapi diantaranya.
·         Surat keterangan sehat dari puskesmas
·         Fhoto kopi ktp pribadi(bukan orang lain)
·         Selebihnya persayaratan dan peraturan pendakian yang lain akan di jelaskan ketika nanti di ruang bripping.
Jadi kita tarik kesimpulan untuk biaya pendakian ke Gn. Semeru jawa timur jika dihitung pemberangkatan  dariEstimasi perjalanan dan biaya pendakian Gn. Semeru jawa timur
Selamat pagi,sian ,sore ,malam buat kalian para pecinta petualangan alam bebas,para penggiat dan para pendaki gunung. Kali ini saya akan berbagi sedikit informasi seputar dunia pendakian ke salah satu gunung tertinggi di Indonesia ,yaitu Gn. Semeru jawa timur  gunung yang termasuk dalam seven summit nya Indonesia dengan ketinggian 3676 mdpl.
Nah untuk kali ini yang akan kita bahas adalah estimasi perjalanan dan biaya pendakian menuju Gn. Semeru  dengan menggunakan jasa transfortasi kreta api.
1.       Transfortasi dari  ST. Pasar senen ( Jakarta) – ST. Malang dan ST. kiara condong ( bandung) – ST. Malang
·         ST. Pasar Senen ( Jakarta) – ST. Malang / KA. MATARMAJA ( Rp. 109.000)
Dari untuk yang dari daerah Jakarta, kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api dari stasiun pasar senen Jakarta. Untuk kretanya itu tergantung kalian pesan yang mana ,salah satunya yang akan saya bahas sekarang yaitu  kreta api matarmaja  ,dengan biaya Rp. 109.000 / orang  (EKONOMI),langsung sampai stasiun malang, dengan  lama perjalanan kurang lebih sekitar 17 jam perjalanan, pemberangkatan pukul 03 sore dan tiba pukul 08/09 pagi .
·         ST. Kiara Condong ( Bandung) – ST. MalanG / KA . MALABAR (Rp. 185.000)
Untuk yang di daerah bandung kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api malabar, dengan total biaya perjalanan Rp. 165.000/ orang, dengan waktu pemberangkatan pada pukul 16:00 sore dan tiba di stasiun malang pada pukul 07:30 pagi
2.       ST. Malang – Pasar Tumpang/ basecamp tumpang  ( Rp. 10.000 )
Dari stasiun malang kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju pasar tumpang/ basecamp tumpang dengan menggunakan angkutan umum Angkot , dengan biaya Rp. 10.000 / orang.
3.       Basecamp tumpang – Ranu Pane (pos pendaftaran) (Rp. 50.000)
Untuk melanjutkan perjalanan menuju desa terakhir ranu pane kalian harus menggunakan jasa angkutan JEEP ,di basecamp tumpang inilah para pendaki biasanya transit untuk beralih kendaraan , untuk biaya nya sih sebenarnya bisa beda-beda , karena hitungan disini kita dibilangnya mencarter jeep itu, jadi makin banyak yah makin murah ,makin sedikit makin mahal,

baca juga

Untuk satu jeep itu sendiri biayanya sekitar Rp. 650.000 / jeep bukan perorang.  Biasanya 1 jeep itu ada yang muat 12 orang ada yang 15 orang. Kalau di bagi 15 orang / orangnya bisa kena biaya kurang lebih sekitar Rp.45.000/orang.ya  hitung saja Rp, 50,000 / orang untuk jaga-jaga dulu.
4.       Baiaya pendaftaran pendakian Gn. Semeru ( TNBTS)
Untuk poin ini saya tidak menyebutkan berapa di atas, karena disini hitunganya per hari dan tergantung hari apa kalian mendaki,  soalnya beda- beda biayanya
·         Hari Biasa Rp. 17.500
·         Weckend RP. 22,500
Itu semua sudah termasuk dengan asuransi sebesar Rp. 2.500/orang
Jadi disini tergantung kalian mau naik hari apa dan berapa lama di atas, hitungan biaya diatas adalah /hari bukan selama kalian mendaki. jadi tinggal dihitung saja berapa hari kalian di atas dengan biaya registrasi di atas.
5.       Logistic dan perbekalan pribadi ( Rp.450.000)
Sebenarnya untuk nominal di atas itu cuman menurut saya pribadi aman segitu,itu juga tidak akan semua di habiskan untuk logistic saja, bisa untuk tambahan pegangan kita selama di perjalanan. Untuk logistic biasanya patungan dengan team biar tidak terlalu besar pengeluaran.
Adapun persyaratan yang harus kalian lengkapi diantaranya.
·         Surat keterangan sehat dari puskesmas
·         Fhoto kopi ktp pribadi(bukan orang lain)
·         Selebihnya persayaratan dan peraturan pendakian yang lain akan di jelaskan ketika nanti di ruang bripping.
Jadi kita tarik kesimpulan untuk biaya pendakian ke Gn. Semeru jawa timur jika dihitung pemberangkatan  dari
·         ST. Pasar Senen ( Jakarta) – Ranu pane ( basecamp) Rp. 868.000
-          Tiket kreta PP ( Rp. 109.000 x 2) Rp. 218.000/orang
-          Angkot ST. malan – BC Tumpang  PP : Rp.20.000/orang
-          Jeep BC Tumpang- Ranu Pane PP Rp. 100.000/orang
-          Tiket kita hitung 4 hari 3 malam yaitu Rp. 80.000
Dihitung pemberangkatan awal jika dari hari sabtu – selasa.
·        
Untuk yang pemberangkatan dari bandung kalian tinggal merubah saja harga tiket kreta api dari jurusan bandung lalu dengan dari Jakarta, perhitunganya sama saja hanya beda di tiket kreta saja.
Nah itu mungkin sedikit ulasan mengenai estimasi  perjalanan dan badjeting naik Gn. Semeru jawa timur, sebenarnya itu hanya badjeting aman menurut perhitungan saya sih tapi yah segitu sudah aman lah tidak terlalu nge pres dompet, tapi kalau kalian ingin lebih merasa aman di badjeting yah tinggal lebihin lagi dari perhitungan saya ,yah mungkin setelah pulang ingin jalan-jalan dulu ke tempat lain selama di malang,mumpang mumpung di sana sekalian gitu , he
Terimakasih buat kalian yang sudah membaca artiketl ini semoga bermanfaat buat kalian kalau ada salah informasi mengenai  hal-hal tersebut silahkan bisa di sampaikan buat saya koreksi ulang. Trimakasih
Salam petualangan. Tetap utamakan keselamatan bukan kekinian.

Baca juga



Sunday, 3 June 2018

Peningkatan Status Gunung Merapi, DIY-Jateng dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada)
Hasil gambar untuk merapi meletus21 May 2018 23:39 WIB, Dr. Agus Budi Santoso, S.Si., M.Sc.
1. Hasil Pengamatan
Berdasarkan pengamatan visual dari Pos Pengamatan dan CCTV cuaca cerah terjadi pada siang hari, pagi dan sore hingga malam hari dominan berkabut, disertai hujan berangin. Asap solfatara umumnya berwarna putih tebal, tekanan gas lemah dengan tinggi maksimum 25 m, teramati dari Pos Kaliurang. Cuaca di Pasar Bubar 12 °C kelembaban 92,3 % RH, tekanan udara 74,26 kph, kecepatan angin maksimum 23,28 km/jam, dan arah angin dominan dari Barat Laut ke Tenggara.
Pos-pos pemantauan melaporkan terjadi suara gemuruh bersamaan dengan erupsi freatik sebanyak tiga (3) kali pada tanggal 21 Mei 2018 masing-masing pada pukul 01.25 WIB durasi 19 menit ketinggian kolom erupsi 700 m, pukul 09.38 WIB durasi 6 menit ketinggian kolom erupsi 1200 m, dan pukul 17.50 durasi 3 menit ketinggian kolom erupsi tidak teramati. Erupsi freatik yang terjadi pada tanggal 21 Mei 2018 terhitung intensif. Erupsi freatik sebelumnya terjadi pada tanggal 11 Mei 2018 setelah sekitar 4 tahun tidak terjadi letusan freatik.
Pada minggu ini, kegempaan G. Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT), 12 kali gempa multiphase (MP), 1 kali gempa tremor, 12 kali gempa guguran (RF), 3 kali gempa letusan, dan 5 kali gempa tektonik (TT). Gempa guguran yang terjadi pada tanggal 20 Mei 2018 pukul 21.30 WIB tergolong besar dan sempat terdengar oleh penduduk.
Pada tanggal 21 Mei 2018, kegempaan G. Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT), 1 kali gempa tremor, 2 kali gempa guguran (RF), 3 kali gempa letusan, dan 3 kali gempa tektonik (TT). Gempa VT dan Tremor terjadi setelah letusan pukul 17.50 WIB. Gempa Tremor berfrekuensi sekitar 0,2 Hz dengan amplitudo rata-rata 5-10 mm. 
Suhu pusat kawah sekitar 85 °C meningkat dari kondisi normal (<50 °C).
2. Kesimpulan
Sehubungan telah terjadi peningkatan aktivitas letusan freatik dan diikuti dengan kejadian gempa VT dan gempa Tremor maka disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik G. Merapi mengalami peningkatan.
Dengan meningkatnya aktivitas tersebut, maka terhitung mulai tanggal 21 Mei 2018 pukul 21.00 WIB, status aktivitas G. Merapi dinaikkan dari tingkat NORMAL menjadi WASPADA.
3. Rekomendasi
Dengan peningkatan status aktivitas G. Merapi dari NORMAL menjadi WASPADA kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :
1. Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
2. Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
3. Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi. 
4. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali.
5. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G. Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
6. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini kepada masyarakat.
Sumber: KESDM, Badan Geologi, PVMBG Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi


Friday, 2 March 2018

Estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn.ciremai dari jakarta ke jalur linggasana kuningan terbaru

ESTIMASI PERJALANAN  DAN BIAYA PENDAKIAN KE GN. CIREMAI DARI JAKARTA.KE JALUR LINGGA SANA KUNINGAN TERBARU DAN TERLENGKAP.
Hasil gambar untuk jalur pendakian ciremai via linggasanaSelamat pagi ,siang ,sore dan malam buat kalian para penggiat alam bebas, para pecinta petualangan dan para penikmat alam.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang informasi perjalanan menuju jalur pendakian  LINGGASANA dari Jakarta. Semoga bisa membantu buat kalian yang memang sedang mencari informasi tersebut.
Mungkin sebelumnya kalian masih merasa kebingungan dengan rute perjalanan ke jalur linggasana. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn. Ciremai dari terminal kampung rambutan,
Untuk bisa sampai ke jalur pendakian Linggasana kalian bisa menggunakan jasa transfortasi umum dari terminal kampung rambutan dengan menggunakan bus , disana banyak terdapat bus jurusan kuningan, tapi kalian harus hati-hati saat hendak naik bis, karena beberapa bus jurusan kuningan itu ternyata tidak sampai ke kuningan ,melainkan hanya sampai ciperna saja, biasanya di over dari sana salah satunya bus BINEKA yang ternyata tidak sampai, tapi ketika ditanya kondekturnya bilang sampai kuningan, itu kemarin ketika saya hendak mendaki gunung ciremai naik bus ini kendekturnya bilang seperti itu.
tarif biaya transfortasi menuju kuningan
Untuk ongkos dari Terminal Kampung Rambutan sampai ke camatan cilimus itu Rp. 80.000/orang bus ekonomi ,tapi jika kalian di over di Daerah Ci Perna, ongkosnya akan bertambah Rp. 5000. Orang dan totalnya menjadi Rp. 85.000/orang, sampai desa bojong cilimus.
Untuk jarak tempuhnya dari terminal kampung rambutan sampai ciperna itu kurang lebih sekitar 4-5 jam normal.
Dari sana kalian akan melanjutkan perjalanan bisa dengan ojeg bisa dengan angkot, jika menggunakan ojeg itu ongkosnya Rp. 15.000/orang sampai basecamp, jika menggunakan angkot ongkosnya Rp. 10.000/ orang, tapi kalau sedikitan ongkos angkot bisa menjadi Rp. 15.000/orang sampai basecamp pendakian linggasana,
Nanti tinggal bilang saja ke mamang nya, dan pasti di anterin kok, dari jalan raya sampai basecamp pendakian jaraknya tidak terlalu jauh kok,kurang lebih sekitar 15 menitan lah, dekat kok.
Jika dihitung biaya perjalanan dari Jakarta sampai basecamp normalnya hanya menghabiskan biaya sekitar Rp. 100.000/orang untuk sekali jalan, jika di hitung denga pulang – pergi yah tinggal di kalikan 2 saja hehe. Yah PP Rp/ 200.000 /orang lah, belum termasuk biaya logisitk dan pendaftarannya yah
sertifikat pendakian gn ciremai
Jika untuk biaya registrasi nya itu dikenakan biaya Rp. 50.000 / orang , sama dengan jalur-jalur pendakian Gn. Ciremai yang lainnya seperti jalur pendakian  apuy, palutungan dan linggarjati. Karena masih 1 kawasan taman nasional gunung ciremai  (TNGC),  dikasih makan 1 kali nanti saat turun dari gunung ,dan dikasih sertifikat pendakian masing-masing  1 perorangnya, sampai atau tidak kepuncak tetap dikasih kok.
Jika di total semuanya dari mulai ongkos kendaraan dan biaya registrasi itu Rp. 250.000/orang. Nah untuk biaya logistic nya itu tergantung kita sendiri, biasanya semakin banyak anggota team semakin irit juga pengeluaran untuk belanja logistic, itu kita sendiri yang mengaturnya mau berapa perorangnya tinggal hitung saja dengan kebutuhan yang akan kita bawa.
Mungkin ini sedikit informasi yang bisa saya berikan mengenai informasi Estimasi Perjalnan Dan Biaya Perjalanan Menuju Jalur Pendakian Linggasana Gunung Ciremai,semoga bisa membantu kalian yang memang sedang mencari informasi mengenai ini.



Salam Petualangan Sala Rimba ,Salam Lestari
BACA JUGA

PERTARUHAN DI LERENG TERJAL MAHAMERU (PERJUANGAN MENUJU PUNCAK)

PERTARUHAN DI LERENG TERJAL MAHAMERU (PERJUANGAN MENUJU PUNCAK)
fhoto cak tarpin ketika jalan mundur pertama


Tepat pada jam 11:00 malam, kami sudah terbangun ,dan menyudahi istirahat di malam itu dan segera mempersiapkan diri untuk segera ke puncak, hari itu tepat pada tanggal 28 oktober 2016 , kami ber 4 siap melakukan perjalanan malam menuju mahameru, tapi di saat kita sedang bersiap siap, tiba satu orang menghampiri kami, namanya bang rekta dari Jakarta, dia ijin sama kita untuk ikut bergabung menuju puncak, rombongan dia lumayan banyak dan kita pun senang karena rombongan makin bertambah,bertambah pula teman nantinya, tapi tau sendiri lah jika berjalan dengan jumlah orang yang banyak, akan seperti apa? ,yah akan banyak berhenti, apalagi ini kita belum kenal satu sama lain, tapi itu tidak menjadi soal untuk bisa bersama sama meraih puncak, setelah kami mempersilahkannya untuk bergabung, Rekta pun kembali ke pasukannya, sebenarnya dia pernah juga ke semeru,tapi saat itu dia sedang menjadi peserta, dan saat itu di mungkin agak lupa lagi jalannya, yang saya lihat dari rekta, dia berusaha tetap bertanggung jawab terhadap teamnya, langkahnya tepat karena tidak malu untuk berkata, dan untungnya 2 orang dari kami yaitu mba april sama mas maru mereka sudah bisa di percaya lah di antara yang lainya, terlebih dia bisa dibilang termasuk warga local,sudah pasti dia tau trek, dan kebetulan dia juga sudah pernah beberapa kali mendaki ke gunung semeru dan ikut melakukan pencarian korban pada saat ada pendaki yang ke sasar di sana, yah jam terbangnya sudah oke mantap oke punya lah,
Saat itu rombongan rekta ada beberapa orang, yang saya ingat ,ada ucok farid tony yang berasal dari Palembang, ada juga yang lainya dari teman tony dan rekta, saya lupa lagi he, karena jarang komunikasi selain dari mereka,,
Tepat pada pukul 12 malam kurang, kita ber 11 orang kurang lebih, memulai start dari kalimati menuju puncak, dengan leadernya mas maru dan mba april, di ikuti kang alif rekta dan yang lainya, saya menjadi sweaper di belakang di temani parid,dan tony, awal perjalanan kita tak terlalu banyak berbicara ,hanya seperlunya saja, karena memang jika baru jalan biasanya langsung terasa  cape karena badan masih dingin,
Di perjalanan pun kami tidak menjadikan puncak sebagai target ,jika memang ada rejeki kita di atas sana kenapa tidak untuk mengambilnya, jika memang belum waktunya ,jangan memaksakan hari ini, mungkin lusa,minggu depan,bulan depan,atau mungkin tahun depan bisa kita ambil kesini, itu lah yang menjadi pegangan buat saya dan teman teman, beberapa kali kita beristirahat di sebelum melewati arcopodo , bahkan setelah melewati batas vegetasi pun kita memang sering  berhenti, saat melewati batas vegetasi saat itu kalau tidak salah seingat saya sekitar pukul 01 pagi buta, kita beristirahat kembali sembari mengingatkan satu sama lain ,yang terutama focus pada track dan pijakan yang akan di injak,
Setelah beberapa kali beristirahat ,kita  sampai di tengah tengah track pasir itu sekitar pukul 3 pagi,, dan kondisi tubuh masing masing sudah mulai goyah namun masih bisa di bilang aman untuk di lanjutkan, saya sempat merasakan kegerahan karena pakayan yang saya gunakan saat itu doble doble, celana doble,dalam baselayer polar,luar celana PDL, kaos baselayer ,tshirt, iner polar,dan jaket tebal waterproof, sudah hitungan aman lah dari kedinginan, memang iya di jalan tidak terasa dingin,,
Jaket bagian dalam iner polar sempat saya buka, dan hanya mengenakan 1 jaket saja di tengah tengah, setelah team sedikit goyah dan mulay acak acakan, barulah saya sempat merasakan dingin kembali, teman saya yang menjadi sweaper bersama saya yaitu parid, dia tiba tiba kelelahan dan mulai tak stabil, di depan saya ada kang alif mba april dan mas maru, sisanya saya nggak tau kemana, jujur saja saat itu  emosi saya sempat  ikut memuncak, siapa yang tidak pusing, leader di depan di lewati begitu saja oleh mereka, sementara 1 anggota temannya tertinggal di belakang bersama saya, saat itu saya sempat berteriak untuk menahan 2 orang dari mereka untuk tetap di tempat, namun sudah kepalang jauh, bukan maksud saya mau meninggalkan farid, disini ada yang lebih bertanggung jawab dari saya ,ya itu teman temannya yang sudah bersama sedari awa, meski itu masih menjadi tanggung jawab saya juga sebagai seorang sweaper, saya tidak ada masalah dengan posisi terakhir,karena sudah menjadi kebiasaan saya menjadi seorang sweaper, dan saat itu sempat kaget juga ketika parid saya minta meneriakan 2 orang anggota temannya terserah siapa mereka,yang penting buat saya mereka berhenti dan menunggu lalu kemudian membantu, ternya parid pun tidak tau siapa siapa nya mereka, sebab ia hanya anggota tambahan yang ikut bergabung di tengah perjalanan,dia sempat bercerita dulu di track sambil saya bawa dia istirahat dulu, dia bermula berangkat berdua dengan temannya, namun teman tidak bisa melanjutkan perjalanan,di pos 2 temannya harus di evakuasi turun,kalau tidak salah dia alergi terhadap cuaca dingin,dan saat itu dia harus menunrunknnya ke pos bawah,setelah temannya aman baru kemudian dia naik kembali melanjutkan perjalanan ,setibanya di ranu kumbolo ketika dia hendak menuju kali mati dan puncak, dia sempat mencari barengan di jalur, supaya dia tidak terlalu sendirian ,karena memang tidak di anjurkan dimanapun juga, akhirnya bertemulah rekta dan kawan kawan dan saat itu dia langsung ikut bergabung hingga bisa melanjutkan ke puncak,
                Setelah mendengar itu baru saya paham, kenapa mereka berangkat duluan kepuncak dan memisahkan diri di tengah tengah, entah lah memisahkan atau terpisah, yang pasti di pendakian jika bertindak seperti itu ,itu tidak di perbolehkan kecuali ada instruksi dan kesepakatan bersama dari masing masing anggota team,
Akhir nya saya di belakang sama parid dan tetap melanjutkan perjalanan, dia juga sempat cerita, baru kali ini dia bisa separah itu, tapi saya tidak terlalu ambil pusing, karena siapa saja bisa kelelahan,lelah yah lelah,sekuat kuatnya orang juga jika terus berjalan dia akan drop,termasuk saya saat itu juga sudah mulai merasa kedingin, dan alhamdullahnya jaket masih aada,saya pakai kembali, ditengah tengah ketika sedang berjalan,sempat beberapa kali bercanda sambil bertanya  perihal asal masing masing,,sambil ketawa ketawa menikmati lelah ,untungnya saya membawa air panas yang sudah di masukan ke termos, jadi saat dijalan kedinginan sesekali meminumnya sama parid dan yang lainya, setelah lumayan lama, sekitar pukul 4 pagi lah kang alif memanggil saya untuk ke atas karena dia butuh air panas, saya pun pergi dan meninggalkan parid di belakang,tetapi masih dalam jangkawan pandangan saya, tidak lebih dari 50 me, setelah saya sama kang alif bertemu baru dia bertanya dan kemudian saya jelaskan,setelah itu baru lah saya meminta kang alif untuk tetap di depan jangan sampai menunggu saya terus saja jalan,karena ada mas maru dan mba april saya pun tidak khawatir, dan mba aprilpun setuju dengan opsi saya yang menjaga jarak dengan parid dan mereka, jadi ketika berjalan saya di tengah tengah antara parid dan kang alif, parid berhenti saya berhenti,parid jalan saya jalan, hingga sampai terlihat bendera yang menjadi tanda bahwa puncak sudah semakin dekat,nah saat itu kondisi tubuh saya juga sudah terasa sangat lelah ,hingga sudah kayak orang gila, ngomong sendiri ketawa ketawa kadang nyanyi gak jelas,karena parid dia masih di bawah, lama lama jengkel saya, akhir nya saya duduk menunggu parid yang masih di bawah hingga dia menghampiri saya, saat itu juga parid sudang kayak orang tak berdaya hihi, terlelah pokonya lah, setelah parid bareng saya,kita masih kembali dalam kesenangan “istirahat kembali” hha,dan mulai mengacau bersama, saya sempat mau tidur di track karena saking lelahnya, namun ketahuan sama mba april, dengan cepat dia mengingatkan saya dengan setengah maksa, bahwa disana tidak aman untuk istirahat,dan mengingatkan saya sama pesan mas jalil ,jangan mengikuti ke inginan untuk tidur di jalur, lawan saja, kata dia saat berpesan sama saya, dan mba aprilpun member opsi sama saya untuk tidur di puncak saja, kocak juga sih,lagi cape mah iya ajah hihi,dan dia pergi dengan pelan pelan sambil masih memperhatikan saya takutnya saya kembali ke posisi mau tidur, karena memang ia mau tidur, setelah di ingetin lagi baru saya sama parid kembali melanjutkan perjalanan dengan sisa sisa tenaga yang masih tersisa, dengan pelan yang amat sangat langkah kembali berayun setengah maksa, lutut sepertinya sudah ingin segera beristirahat dengan bebas, tapi ya itu tadi ,jangan mengikuti ke inginan lawan saja focus sama yang di tuju, kita memang perlu beristirahat ,namun jika masih di perjalanan ,istarahat sewajarnya saja, kecuali kalau memang sudah benar benar tidak mampu,itu berbeda cerita ,
Dititik ini saya sempat merasakan kesal yang lumayan sangat, saat itu waktu menunjukan pukul 5 pagi,dan cuaca saat itupun sudah sangat cerah,dan otomatis puncak kelihatan ,jalur yang akan di lalui juga semakin Nampak jelas, disitu rasanya kesel sekali saya, tenaga udah tinggal sisaan, mental udah kena juga, yang bikin kesel itu bendera, dikira sudah bener bener sangat dekat dengan puncak,taunya masih lumayan jauh, jam 5 pagi saya melihat puncak jam 7 pagi baru saya sampai di puncak,kan bikin kesel,dan ternyata yang bendera yang saya lihat ukurannya bukan ukuran yang kecil melainkan yang besar, dari pertama saya lihat bendera juga saya sebenernya sudah jalan duluan dari parid yang masih istirahat saat itu saya mutusin buat ninggalin dia di belakang dan saya berangkat duluan, itupun bukan tanpa sebab,karena saya masih merasa dia aman,karena mba april sama mas maru dia masih di bawah sedang poto poto dengan expresi santai padahal kita ngos ngosan setengah mati, gak taulah apa mereka itu hha, dan kedatangan parid pun ternyata lebih dulu dari mas maru sama mba april, yah mungkin mereka memilih santai di belakang menjadi sweaper, perbedaan waktu sampai nya antara saya sama rombongan itu berbeda beda, ada yang sampai di atas masih agak pagian sebelum pukul 6 pagi, saya sama kang alif saja beda jaraknya 1 jam, dan terakhir jarak saya sama parid beda 30menitan,,
           
Ketika sampai puncak pemandangan luar biasa itu terjadi,dari apa yang sebelumnya belum pernah rasakan,di mahameru saya rasakan pertama kalinya, dimana orang ketika sampai puncak disana benar benar sujud syukur dengan air mata yang jatuh,bukan karena cengeng,kalau mau bilang ukuran cengeng,rasanya TIDAK MUNGKIN SEORANG PENDAKI GUNUNG CENGENG, disana itu menangis karena rasa terharu,benar benar terbayar apa yang sudah di perjuangkan dan di pertaruhkan,dan setiap mereka yang baru tiba di puncak sambutan hangat dari mereka yang sudah berada dipuncak terlebih dahulu itu benar benar terasa,perjuangan yang amat sangat luar biasa,dan tidak semua orang bisa mencapainya, disaat orang lain tidur nyenyak,kita harus bertempur dengan rasa lelah yang mendera, disaat orang lain sedang merasakan empuknya tempat tidur,kita disana harus bertarung dengan kerikil keriki tajam yang sewaktu waktu bisa membunuh kita , disaat orang lain merasakan hangatnya selimut,disana kita sedang bertarung melawan rasa dingin yang menusuk tulang, dan disaat orang lain sedang merasakan indahnya mimpi malam, ,kita sedang bersusah payah menjemput kenyataan,dari mimpi kita wujudkan,
fhotobareng bersama teman-teman dari malaysia
Bertaruh nyawa, berjudi dengan diri sendiri, saling terjaga,saling semangati,saling bantu, tangan satu ke yang lainya,saling gapai menarik satu sama lain, itu benar benar terjadi bukan dari sekedar cerita atau hanya sebuah karangan saja,, suasana saat itupun bisa dibilang benar benar luar biasa, titik tertinggi ditanah kelahiran,menjadi bukti bahwa kita memang masih mahluk bertuhan, karena apa yang sedang kita lakukan saat itu,tak lain sedang mencari dan membuktikan sendiri bahwa ciptaan tuhan itu indah bukan sekedar kiasan semata,bukan cerita dari lisan ke lisan semata,bukan kata dari perkata, tapi kami menyaksikannya sendiri dan langsung dengan ke dua mata kami sendiri, dengan langkah kaki kami sendiri,dengan raihan tangan kami sendiri dengan tekad kami sendiri, dan yang paling utama TUHAN MENGIJINKAN ITU.
Saya sendiri di atas mahameru sempat meneteskan air mata ketika saya sampai dan mengucap syukur lalu bersujud, tanpa disuruh tetesan air mata dengan sendirinya mengalir, saya sendiri bukan tivikal  orang cengeng, saat saat seperti itu mah nangis yah nangis sudah tidak perduli dengan ke adaan,,
puncak maha meru ( cerita para pejalan)
Saya berada dipuncak mahameru lumayan cukup lama, sekitar 2 jam saya di atas,, dan disana juga saya sempat bertemu juga dengan mas aji dan mas  satria, mereka tiba kira kira sekitar pukul 8 pagian lah, sehabis itu yah kita lamanya fhoto fhoto disana,puas puasin ,setelah merasa puas mah kita juga  bosen,
Saya bersama kang alif dan team turun kira kira sekitar pukul 9 pagi kurang lah, kalau turun cepet sih sampai bawahnya, di pasir juga kita setengah lari juga,memanfaatkan daya tarik gravitasi bumi saja,tapi tidak terlalu cepat juga, takutnya ada batu yang ikut ke geser akiba gerakan kami, sementara di bawah masih ada banyak pendaki yang masih berjuang menuju puncak, apalagi di bawah ada rombongan jalan mundur cak tarpin,dan rekan rekan dari gimbal alas juga,yang sedang ikut mengawal, entahlah mereka sampai jam berapa ke sana, yang pasti saat itu mereka baru memasuki track pasir ,tak jauh dari batas vegetasi, saya sempat melihat dulu sebentar lalu kemudian berlanjut kembali menuju camp, dan ternyata parid sudah turun sebelum saya, bahkan sempat bertemu sama saya saat dia sedang tidur di jalur menunggu saya dan teman teman,dan akhirnya kita pun turun bersama sama menuju kalimati,
Sesampainya di kalimati kita langsung tepar seadaadanya tidur pulas sampai sore,sampai jam 2 siang  saya baru terbangun, tidur dari  jam 11 siang, habis itu langsung ngisi perut dulu terus packing ulang peralatan, sekitar jam 4 sore kita baru turun kembali ke ranu kumbolo, dan mendirikan tenda kembali disana, untuk istirahat sejenak,suapaya besok ketika turun kondisi tubuh sudah kembali normal walau tak sepenuhnya kembali fit
Saat itu kita sampai di ranu kumbolo pas ketika magrib tiba, dan langsung mendirikan tenda, masak ,makan dan istirahat
fhoto bareng sebelum pulang
Besoknya setelah kita beristirahat sebelum pergi pulang,kta sempatkan dulu untuk bercengkrama bersama teman teman, kebetulan saya bertemu sama rombongan rekta yang sudah duluan sampai di ranu kumbolo, setelah kumpul, baru ke pembantayan sisa logisitik, separo di makan disana,separonya lagi di kasih sama orang yang masih bertahan di ranukumbolo, dan sisanya baru kita bawa turun untuk perbekalan dikereta,,karena memang logitsik kita kalau mau bertahan 2-3 hari kita masih bisa bertahan saking over nya he,tapi mending lebih dari pada kurang,
Setelah asik bercengkarama,baru kita kembali merapihkan peralatan tempur kita masing masing dan kemudian packing ulang, setelah selesai packing, kita sempatkan dulu fhoto fhoto di pinggir danau ranu kumbolo dengan peralatan lengkap,
Sekita pukul 10 pagi baru kita beranjak pulang menuju pos pendakian ranupani,,
Sampai diranupani itu kita masih agas sorean, sekita pukul 4 sore kita sudah tiba disana dengan kondisi badan basah kuyup karena diguyur hujan dari pertengahan pos 2 dan pos 1 sampai basecamp pendakian,dan alhamdulilah ketika dibawah ternyata mas yusuf sudah berada disana dan kebetulan sedang menunggu kami turun, sebelum turun kita juga sempat mengisi perut dulu di warung sekitar basecamp,baru setelah makan, kita pun turun, yah sekitar pukul 5 sorean lah,cuaca kebetulan menjadi cerah, jadi saat diperjalanan melintas area bromo kita sempat berhenti sejenak untuk sekedar berfoto foto dulu, karena ketika pertama berangkat kita tidak sempat menikmati perjalanan,karena kondisinya sudah kemalaman,
fhoto bareng ketika di perjalanan pulang 
Dan di jep pun kita masih dengan rombongan yang sama, hanya kurang rombongan dany saja yang sudah turun terlebih dahulu, hanya bertambah parid sama temannya yang tidak sempat ikut naik ke puncak, sampai basecamp tumpang itu kira kira jam setengah 7 malam lah, dan mas jalil pun disana sudah menunggu kita disana, setelah sampai ,kita sempat juga bersih bersih disana, baru setelah bersih bersih kita mulai terpisah dari rombonga, mas aji dan mas satria mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah begitupun parid sama temannya, saya dan teman teman langsung menuju kampus unisma malang, dan istirahat disana, ,dari sana saya dan kang alif tidak langsung pulang, ke esokan harinya kang alif mengajak saya dan mas jalil untuk mencari oleh oleh yang sudah di pesan sama the lucy istri kang alif, setelah selesai baru menuju rumah mas jalil dan lanjut ke rumah temenya mas alif yang satu lagi, tour sidoarjo lah judulnya hehe,
Besok nya tanggal 1 november baru kita siap siap untuk pulang ke bandung, dengan menggunakan kereta,
Setibanya di setasiun malang, saya sempat bertemu kembali sama rombongan rekta, namun yang tersisa hanya ucok tony dan teman temannya,  ternyata mereka kehabisan tiket kreta, dan baru bisa dapat tiket ke esokan harinya,,lucu iya kasihan iya, lucunya kita sudah kemana mana mereka masih distasiun, kalau tau juga mereka saya ajak untuk istirahat di kampus ,biar lebih nyaman dari pada harus di stasiun, tapi ya sudahlah sudah terjadi,
Sebelum berangkat pulang kita sempat mengisi perut dulu sambil menunggu kereta tiba,baru setalah waktu menunjukan pukul 3 sore, kita pun bergegas menuju kereta  tujuan bandung, dan pulaaaaaaaaang, hehe
Terimakasih buat kalian yang sudah mau membaca cerita saya ini, membosankan yah,? Yah namamya juga diceritakan ,tidak mungkin dipersingkat,  sengaja saya buat cukup detail walau tak terlalu detail, supaya ada yang bisa di pelajari entah itu dari kesalahan saya ketika di pendakian, atau apapun, berbagi cerita jangan sampai hanya garis besarnya sajak,saya ingin ada yang di tangkap lebih dari sekedar cerita, saya ingin kisah saya ini menjadi salah satu pembelajaran juga,, perihal suka atau tidaknya dengan cerita saya ini,itu buat saya tidak penting karena saya tidak butuh like, ini cerita saya ,saya yang mengalami saya yang merasakan,dan saya yang menuntaskan dan tuhan mengijinkan saya untuk bisa membuat bahan untuk selalu saya kisahkan pada orang orang,walaupun banyak kesalahan,setidaknya orang bisa belajar, hanya itu saja buat sayamah hehe,

Sekali lagi terimakasih banyak, buat yang belum pernah kesemeru,silahkan persiapkan diri kalian pergilah kesana dan raih lah apa yang ingin kalian raih,jika yang sudah tapi belum pernah sampai kemahameru, jangan berkecil hati, tuhan bukan berarti tidak mengijinkan,mahameru bukan berarti tidak mau menerima tamu,hanya waktunya saja belum tiba, tapi kenapa tidak untuk selalu mencoba, tapi jangan pernah menganggap puncak adalah akhir dari perjalanan, puncak itu hanya persinggahan saja,dan merupakan bonus kecil diperjalanan,bonus terbesarnya, ketika kita bisa pulang dengan selamat sampai rumah yang menjadi zona nyaman kita setiap hari. Salam rimba ,lestari.!!!!!!!!!!

GEMURUH SUMPAH DI LEMBAH KUMBOLO

GEMURUH SUMPAH DI LEMBAH KUMBOLO
cengkrama pagi di sebelum di sebelum melakukan upacara sumpah pemuda ,
ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul "menuju surga tersembunyi ,Gn. Semeru"
Riuh suasana pagi di lembah kumbolo, lalu lalang orang bergantian dari dan menuju danau ranu kumbolo, Nampak ramai di pagi itu, cengkrama di pagi begitu hangat terasa ,di kala para pejalan  saling bersahutan tawar menawarkan segelas kopi dan teh untuk  di nikmati, indah terasa ,seperti biasan cahaya matahari di saat itu ketika ia kembali menampakan diri,
Kesibukan telah dimulai dan Nampak juga beberapa anggota POLISI dan TNI sedang sibuk mempersiapkan diri di bibir danau, sembari merapihkan area dan lain sebagainya, untuk persiapan upacara SUMPAH PEMUDA yang di pimpin langsung oleh KAPOLRES LUMAJANG,
Setelah semua siap, baru lah para pendaki yang kebetulan sedang berada disitu yang  belum melakukan perjalanan pulang maupun ke mahameru, ikut serta juga dalam upacara perayaan sumpah pemuda itu, termasuk saya sendiri ikut merasakan atmosfer disana,
Setelah upacara dimulai dan berjalan ada suasana yang begitu luar biasa yang saya rasakan, yaitu ketika pemimpin upacara membacakan SUMPAH PEMUDA dan di ikuti oleh seluruh peserta upacara yang berada disitu,
Lantang suaranya, dan kumbolo pun bergema saat itu, anginpun seolah berhenti sejenak,dan hanya suara suara kami yang terdengar menggema saat itu,
Sempat terbayang oleh saya saat itu, ketika membayangkan suasana dulu ketika pertama kali sumpah pemuda di bacakan, pasti lebih bergemuruh dan lebih lantang suaranya,
Hasil gambar untuk sumpah pemuda di ranukumbolo 2016
sumber fhoto instagram @saverino
Setelah upacara, acara foto foto selesai, kita semua kembali ke tenda masing masing, dan bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat selanjutnya, dan kali ini puncak MAHAMERU adalah targetnya,
Setelah packing selesai,kita pun kembali melanjutkan perjalanan ke titik camp terakhir yaitu
KALI MATI (ZONA TERAKHIR PERKEMAHAN SEMERU)
Sebelum tiba di kali mati kita akan melewati beberapa tempat yang sangat din anti oleh para pendaki, diantaranya adalah
TANJAKAN CINTA, tanjakan cinta masih berada di sekitaran danau ranu kumbolo, yang merupakan tanjakan pertama kea rah menuju puncak,
Tanjakanya tidak terlalu extrim, biasa saja, tapi membosankan karena panjang ,berasa jalan sudah lama tapi tak sampai sampai, soalnya jka dilihat dari bawah terlihat biasa saja dan dekat lah,
Di TANJAKAN CINTA ini ada mitos yang sudah terkenal dan beredar luas di kalangan pendaki maupun penduduk,
sumber fhoto google
Mitosnya adalah, JANGAN MENOLEH KEBELAKANG, DAN INGAT SESEORANG YANG SEDANG KITA CINTAI DAN SEBUT NAMANYA TERUS,MAKA AKAN TERSAMPAIKAN KEINGINANNYA,
Banyak orang yang percaya tapi tidak sedikit juga yang tidak, termasuk saya sendiri hehe,
Kenapa tanjakan tersebut di sebut tanjakan cinta, kalau yang saya lihat , tanjakan tersebut berada di antara 2 lembah yang berada di ranu kumbolo, yang jika di lihat dari sana seperti bentuk love pada bagian atasnya, melengkung dan menukik di tengahnya, untuk yang tadi,perihal  JANGAN MENOLEH KEBELAKANG, memang masuk akal kalau itu, karena yang saya rasakan sendiri , jika menoleh kebelakang rasanya jalan itu udah lama tapi masih disini sini ajah,ujungnya masih jauh, karena saya jengkel, saya sih berhenti dulu untuk merokok sambil melihat danau ranukumbolo dari atas, masalah mitos, bodo amat deh ,pikir saya saat itu, yang ada juga cape haha.
Sebenarnya kalau cepat tanpa banyak berhenti, tanjakan tersebut bisa di lalui dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 20-30 menitan, tapi yah namanya kita membawa beban berat siapa yang tidak cape hehe,
Tapi tenang, setelah lelah menjalar tubuh, obat penawarnya sudah disiapkan disana, semeru itu komplit kalau kata paket makanan mah, setelah lapar air teh sedia,setelah air teh habis,makanan penutupnya pun ada, seperti itulah kira kira hehe, setelah tanjakan cinta tadi, seketika kalian sampai di tempat yang agak dataran, disana kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa dari ORO ORO OMBO
ORO ORO OMBO,merupakan sabana ilalang yang terhampar luas di tengah tengah gunung semeru, disana terdapat bunga yang sering disebut bunga lavender oleh para pendaki, padahal aslinya itu bukan lavender, alias bunga bunga verbena basiliensis
Itu merupakan tanaman parasit yang menyerap air dari dalam tanah tanpa  memberikannya kembali, dan otomatis jika dibiarkan terus menerus itu sangat berbahaya bagi sekitarnya, terutama untuk pasokan air disana, khusunya areal DANAU RANUKUMBOLO, makanya untuk tanaman ini tak ada larangan jika pendaki ingin membawanya pulang sebagai oleh oleh dari semeru, dengan catatan ketika membawanya tidak mematahkannya tapi dengan cara mecabut dengan sampai akar akarnya, karena jika tidak begitu, yang ada juga percuma, pertumbuhannya sangat cepat , kembali ke cerita he,
Di sana ada 2 jalan untuk melewati oro oro ombo, ada yang langsung turun kebawah melewati sabana langsung, berjalan di anatara bunga lavender, ada yang lewat pinggir lereng,
Saat itu saya memilih jalan muter di lereng, karena ingin menikmati pemandangan dari atas, sayang jika tak di nikmati, suasana saat itu cukup lumayan cerah,Nampak matahari pun bertengger pasti di atas kepala kita, disana saya sempat bertanya Tanya sama teman saya mba april, mengenai keberadaan puncaknya mahameru, karena lucu juga, kita berjalan udah memasuki hari ke 2 tapi titik perburuannya ko belum terlihat , dia pun memberitahu saya, jika ingin melihat nanti setelah melewati 2 bukin di depan, karena dari sini katanya terhalang kabut ,
Saya sempat kaget saat itu, gimana tida,harus melewati bukit di depan yang kelihatanya lumayan terjal, tapi ah sudah lah pasrah saja pikir saya hee,
jalan sebelah kiri melewati oro-oro ombo
Setelah melewati oro oro ombo, kita sempat beristirahat di waturejeng ,disana ada gubuk yang katanya itu adalah warung warga, dan biasanya sering ada yg berjualan disana, sempat kecewa juga sih, karena memang saya sama teman saya kang alif pengen ngerasain nikmatnya semangka semeru, ditengah panas nya matahari,ketemu semangka,duh nikmat, tapi sayang ,tutup warungnya,
Tapi sempat ada kejadian lucu disana, ketika kita semua sedang beristirahat, satu persatu pendaki ambil posisi disana, ada sekitar 30 pendaki lah saat itu di cemoro kandang, kita tertahan oleh satu pemandangan dari kejauhan, yang Nampak seorang yang sedang berjalan dengan anjingnya yang mengikuti,dan dia memikul karung yang dari penampilannya seperti porter, tapi kita semua nahan diri sambil berbisik bisik ramai, wah ini porter ni, sakut yg lain,jawab yang lainya juga,” ini warung ni kayaknya”, wah penasaran kan akhirnya, kita tungguin sampai dia benar benar melewati kita, sekitar 15 menit kita menunggu dia jalan menghampiri kita semua,setelahlama menunggu,akhirnya dia pun mendekat mendakat dan saat itu kita udah kegirangan dengan semangka,tapi apa yang terjadi,dia hanya melewati kita dengan sedikit senyuman,setelah ditanya pak de warung nya dimana? Dia menjawab bahwa warungnya di pos 7 jambangan, beuuh gaduh semua itu, tau gitu kita jalan saja dari tadi,,dan akhirnya kita pun semua berjalan satu persatu melanjutkan perjalanan dengan rasa kecewa dan  harapan yang tersimpan, semoga tidak habis nanti ,itu saja do’a kita selama di jalan, hehe
Saat itu ketika saya dan team sampai di cemoro kandang,sekitar pukul 10 pagi, dan kembali melanjutkan pada pukul 11 siang,
sumber fhoto google
Dari cemoro kandang menuju JAMBANGAN saat itu saya kurang lebih sekitar 3 jam, terbilang lama karena sering istirahat,enggak tau berapa kali saya sama teman teman istirahat,
Saat itu saya tiba di jambangan sekitar pukul 02 sore lebih, saat itu di jambangan di warung nya, Nampak sudah sangat rame sekali oleh para pendaki yang sedang memburu dagangan pa de yang tadi, kang alif sudah dari 30 menit yang lalu di disana, dan saya baru sampai, langsung saja menghajar semangka yang ada, beuuuh nikmat sekali rasanya,penantian panjang akhrinya terbayar, disanapun saya sama teman teman istirahat cukup lama,pukul 3 sore kita baru melanjutkan kembali, namun sebelum kita berlanjut mas maru sama mba april mengajak saya untuk memperlihatkan puncak mahameru, setelah itu baru kita kembali melanjutkan perjalanan menuju kalimati, titik camp terakhir sebelum kepuncak,
Dari jambangan ke kalimati itu jaraknya kurang lebih sekitar 500m, dan bisa di tempuh dengan waktu kurang lebih 45 menitan lah, karena memang jalannya menurun ,,setelah melewati hutan dulu baru kita akan tiba di kalimati,sebuah areal terbuka ,
puncak maha meru dari arah jembangan (sumber fhoto google)

KALIMATI (camp zone finish), kalimati memili ketinggian kurang lebih 2700MDPL, (Meter Diatas Permukaan Laut dan tepat di lereng terjal mahameru,
Saat itu kita tiba di kalimati pada pukul 4 sore, dan langsung mendirikan tenda , setelah tenda berdiri, semua rapih, baru persiapan masak, saat itu saya sempat turun kebawah untuk mengambil air, dan sebelum turun,saya sempat bertemu kembali sama mas aji dan mass atria di sana, mereka mendirikan tenda jauh dari yang lain di tempat sepi pula, setelah mengobril kesana sini, baru saya berangkat turun, dan sempat di kasih pinjam tas nya dia untuk bisa membawa air lebih banya,,
Dari kali mati ke titik mata air terakhir itu sekitar 10-15menitan lah jaraknya, saya juga sempat bareng juga sama pendaki yang kebetulan dari daerah Sulawesi, sempat mengobrol lama juga sama mereka, setelah itu saya kembali ke tenda,dan kembali ke tenda mas aji, setelah lumayan lama ,baru mas maru sama kang alif memanggil saya untuk makan dulu,,persiapan untuk kepuncak nanti malam soalnya, setelah selesai makan, kita semua beres beres dan ganti pakaian , agar supaya nanti ketika hendak summit attack kita sudah siap berangkat, peralatan yang akan dibawa juga kita siapkan,semua di rapihkan, baru lah kita semua istirahat, namun saya belum terlalu ngantuk jadi saya memilih tidur belakangan, saat sebelum istrahat , kalimati sempat menjadi ramai, dengan kedatangan rombongan CAK TARPIN ,peserta jalan mundur yang akan membuat rekor duinia , dengan jalan mundur terpanjang,dimulai dari setasiun malang kalau tidak salah,sampai ke mahameru turun lagi hingga ke titik awal perjalanan dengan jalan mundur lagi, luar biasa memang,
Tak lama saya pun pergi keluar dan pergi ke tendanya mas aji dan mass atria di pojokan sana sebelum tenda saya, setelah ditenda kita ngobrol ngobrol sambil ngopi, karena kebetulan mas aji dia sedang menggeluti dunia climbing juga,sya sempat bertanya mengenai itu, karena saya dulu ketika pertama suka main di alam bebas,sebelum mendaki yah climbing dulu,makanya nyambung kita ngobrolnya juga,
Namun sempat ada yang lucu juga disana, ketika saya mengeluarkan cangklongan rook yang saya buat, mass atria bangun dan bertanya, apa bahan yang saya gunakan, saya pernah belajar dan dikasih juga sama teman saya kata dia ,tetapi berbentuk gelang, dari situ saya sudah agak ketawa” kayaknya kenal ini saya ,karena biasanya sesame pengukir kenal ,apalagi ini medianya paku anam dan kayu, ddan benar saja ketika dia menyebutkan nama temannya ternyata teman saya juga, Bang Alaw, dia memang yang pertama ngajarin saya ngukir,barulah dari situ obrolan makin hangat, dan saya inget juga, bang alaw pernah bercerita ketika dia ke gunung raung,dia ditemani oleh temanya yang dari semarang, pas saya bilang demikina, mas satria langsung ngasih tau, itu dia yang d ceritakan bang alaw, ketawa saya saat itu, dunia memang sempit yah,
Kalau kata temen saya sih, “BUKAN DUNIA YANG TERLALU SEMPIT,TAPI LANGKAHMU YANG TERLALU LUAS” bisa jadi demikian hehe,
Setelah perbincangan hangat itu berlalu saya pun pamit untuk beristirahat sebelum melakukan summit ke mahameru, akhrinya saya pulang ke tenda dan langsung tidur,
(KLIK DISINI UNTUK HALAMAN BERIKUTNYA)