CERITA PERJALANAN

Berbagai kisah dan cerita yang menarik dari berbagai sumber tentunya dari mereka para penggiat atau petualang alam bebas.

INFORMASI SEPUTAR TEMPAT WISATA MENARIK

berbagai informasi seputar tempat-tempat wisata menarik,asik ,ngehitsz dari berbagai tempat yang tentunya dengan suasana dan pesona alam yang sangat luar biasa.

CERITA MISTIS

Rangkuman cerita mistis dari berbagai tempat yang langsung di alami oleh narasumber.

GALERY FHOTOGRHAPY

berbagai momen momen yang di abadikan dari berbagai tempat - tempat menarik.

informasi materi teknik dasar pecinta alam

informasi materi - materi teknik dasar untuk berkegiatan di alam bebas baik survival, navigasi, gunung hutan dan lain-lain.

Showing posts with label gunung indonesia. Show all posts
Showing posts with label gunung indonesia. Show all posts

Monday, 1 March 2021

Berbagai Misteri Tentang Arcopodo Gn. Semeru

Norman Edwin saat menemukan sepasang arca kuno atau yang biasa di sebut
arcopodo pada tahun 1984 saat sedang melakukan perjalanan pelacakan
yang di pandu langsung oleh bpk Tumari .sumber fhoto : google

seperti yang sudah kita ketahui tentang arcopodo banyak sekali ragam cerita yang berlalu lalang tentang tempat yang satu ini, yah arcopodo beserta patung arca nya, tidak sedikit para pendaki yang berhasil menemukan arca tersebut.
bagi warga sekitar itu bukan lah hal yang aneh ,karena warga sekitar sudah percaya dan tahu tentang keberadaan arca tersebut ,arcopodo juga menjadi salah satu penanda jejak pendakian suci di masa lampau menuju puncak MAHAMERU , puncak tertinggi pulau jawa .
Arcopodo sendiri berada di ketinggian 3.002 Meter di atas permukaan laut , bahkan bisa di pastikan bahwa arcopodo merupakaan arca tertinggi di pulau jawa, bahkan bisa jadi di nusantara, namun seperti yang kita ketuhui bersama tentang arca tersebut banyak pertanya pertanyaan tentang arca tersebut yang masih menjadi misteri jawabanya, kenapa 2 arca tersebut di  buat dan siapakah sosok sang pembuatnya? yah itu memang masih menjadi misteri besar hingga saat ini.
paktor ketinggian menjadi salah satu kendala untuk bisa menjangkau tempat tersebut dengan tujuan meneliti,bahkan di beberapa sumber literatur dan beberapa catatan perjalanan pendakian ke Gn. Semeru Arcopodo sendiri status nya di anggap HILANG .
Arkeolog Universitas Negri Malang yakni Dwi Cahyono pada awalnya juga terkejut saat mengetahui bahwa arca tersebut masih ada .
sejak publikasi yang berupa tulisan dan dokumentasi foto yang menggambarkan keberadaan dua arca tersebut oleh salah satu pendaki senior di Mapala Universitas Indonesia ,yakni Norman Edwin, pada tahun 1986 du suara alam, arca tersebut tak pernah kembali di sebut - sebut,saat itu Norman Edwin pertama kalinya datang ke arcopodo bersama rekanya yaitu Herman O lantang,saat itu keduanya di antar langsung oleh juru kunci Gn. semeru yaitu Pak. Tumari , saat itu beliau memberi tahu Norman Bersama Herman bahwa keberadaan arca tersebut memang benar adanya , begitupun dalam tulisan herman dalam buku Soe Hoek gie (2009).
dengan memperhatikan foto dengan secara detail ,saat itu Dwi menyimpulkan ,bahwa salah satu arca tersebut adalah sosok Bima. lalu kemudian da membandingkan dengan foto arca bima yang berada di cadi sukuh di lereng gunung lawu. " Badan dan tangannya mirip bima,jika memang benar Bima,sangat masuk akal karena Bima adalah sosok untuk perwujudan tolak bala" tutur nya. dengan demikian tempat tersebut adalah tempat pemujaan yang di fungsikan untuk ritual menghalau bencana dari gunung semeru yang memang status nya masih aktif.
bahkan dwi mengungkapkan bahwa ARCOPODO dan RANUKUMBOLO  memiliki keterikatan ,dan keduanya merupakan tempat pemberhentian pendakian spiritual ke gunung semeru atau biasa di sebut SATRE. jika jejak di ranukumbolo itu bisa di lacak dikarenakan ada adanya prasasti ,sementara di arcopodo tidak terlacak sama sekali kapan waktu pembuatanya.

Monday, 30 July 2018

Evakuasi pendaki yang terjebak di danau sagara anak Gn. Rinjani Lombok.

Evakuasi pendaki yang terjebak di danau sagara anak Gn. Rinjani Lombok.

para pendaki dan porter yang terjebak di gunung rinjani (29/0718)

Menyikapi kejadian gempa yang terjadi hari kemarin (29/07) , gabungan team evakuasi yang terdiri dari Team SAR. TNI .POLRI. Relawan. Porter dan masyarakat setempat, pada hari ini (30/07) mulai bergerak ke areal sagara anak Gn. Rinjani.


team relawan gabungan, basarna ,tni ,polri dan relawan-relawan lainya
yang aan mengevakuasi para pendaki yg terjebak di gn, rinjani
Tepatnya pada pukul 08:00 wita pagi tadi rombongan evakuasi memulai jalannya evakuasi terhadap para pendaki yang masih terjebak di danau sagara anak Gn. Rinjani Lombok NTB, berdasarkan keterangan dari para pendaki sudah turun dari Gn. Rinjani ada sekitar 500 pendaki yang terjebak di areal danau sagara anak dan palawangan .





Sebelumnya pada malam hari  pukul  24:00 WITA (29/07) yang bertempat  dikantor camat sembalun, telah di adakan rapat koordinasi yang di lakukan oleh
·         Forkompimba Lotim.
·         Forkompinca senbalun
·         Kadis pariwisata NTB
·         Kadis BPBD NTB
·         BASARNAS
·         Perwakilan porte/ranger

Guna membahas penanganan paska gempa dan rencana evakuasi pendaki korban  gempa yang meninggal dunia di Pelawangan Gn. Rinjani a/n MUHAMMAD AINUL TASQIM 26TH. .MAHASISWA asal makasar. Dan juga para pendaki lainnya yang masih terjebak di sana,
nampak kepulan pasir akibat gempa bumi yang
mengakibatkan sekitaran lereng longsor
Dan di waktu bersamaan  pada pukul 24. 05 WITA yang bertempat di balenta sembalun outdoor desa sembalun kec, sembalun kab, lotim , juga telah di lakukan pengencekan ulang di buku register  pengunjung / pendaki yang melakukan pendakian , pengecekan di lakukan oleh petugas  TNGR  dengan hasil perhitungan totalo dari petugas TNGR yaitu sebanyak 524 orang yang terdiri dari WNA 358 orang dan WNI yang berjumlah 166 orang. Dan berdasarkan dari data di atas para pengunjung tersebut di antaranya :

PENGUNJUNG / PENDAKI (WNA)
·         Pendaki asal Negara  Malaysia berjumlah 21 orang
·         Pendaki asal Negara Prancis berjumlah 35 orang
·         Pendaki asal Negara Belanda berjumlah 23 orang
·         Pendaki  asal Negara Thailand berjumlah 174 orang
·         Pendaki asal Negara Indian berjumlah 5 orang
·         Pendaki asal Negara Singapura berjumlah 5 orang
·         Pendaki asal Negara Italia berjumlah 3 orang
·         Pendaki asal Negara U.K berjumlaj 6 orang
·         Pendaki asal Negara USA berjumlah 5 orang
·         Pendaki asal Negara Spain berjumlah 5 orang
·         Pendaki asal Negara Belgia berjumlah 7 orang
·         Pendaki asal Negara Swiss berjumlah 13 orang
·         Pendaki asal Negara China berjumlah 7 orang
·         Pendaki asal Negara Kanada berjumlah 8 orang
·         Pendaki asal Negara Denmark berjumlah 4 orang
·         Pendaki asal Negara Swedia berjumlah 2 orang
·         Pendaki asal Negara Australian berjumlah 2 orang
·         Pendaki asal Negara  Kroasia berjumlah 1 orang
·         Pendaki asal Negara Myanmar 1 orang
·         Pendaki asal Negara Germain berjumlah 13 orang
·         Pendaki asal Negara Austria 5 orang
·         Pendaki asal Negara jepang 2 orang
·         Pendaki asal Negara Polandia 2 orang
·         Pendaki asal Negara Bahrain 1 orang
·         Pendaki asal Negara Pakistan 1 orang,

PENGUNJUNG / PENDAKI WNI
·         Pendaki asal Jakarta 15 orang
·         Pendaki asal malang 2 orang
·         Pendaki asal probolinggo 4 orang
·         Pendaki asal Banyuwangi 1 orang
·         Pendaki asal Cirebon 1 orang
·         Pendaki asal tangerang 2 orang
·         Pendaki asal Jombang 1 orang
·         Pendaki asal Cilegon 1 orang
·         Pendaki asal Gresik 2 orang
·         Pendaki asal Solo 4 orang
·         Pendaki asal Aik Beriq 1 orang
·         Pendaki asal Mataram 2 orang
·         Pendaki asal Loteng 1 orang
·         Pendaki asal Lingsar 1 orang
·         Pendaki asal Janapria 1 orang
·         Pendaki asal KLU 4 orang
·         Pendaki asal Lotim 5 orang
·         Pendaki asal Lombok 12 orang
·         Pendaki/ pengunjung yang tidak mengisi register.daftar (9) orang

Ada pun tempat pintu masuk Gn. Rinjani adalah
§  Pintu masuk desa senaru kec , bayan , kab, lotim
§  Pintu masuk desa sembalun ,kec, sembalun kab, lotim
§  Pintu masuk desa Timba Nuh, desa tete batu, kec, sikur kab. Lotim.
§  Pintu masuk Aik Berik kec, batu kliang, utara, kec sikur ,kab ,loteng
§  Pintu masuk desa loloan  torean, kec bayan, kab, lotim,” jalur illegal”.

Berikut data pengunjung/ pendaki yang masih tertahan di tas Gn. Rinjani tepat nya berada di kawasan danu sagara anak, dan pelawangan,, sementara baru itu saja informasi yang berhasil saya dapatkan dari salah satu reman saya di sana, @hendra anggota GGI Korwil Lombok,,informasi mengenai kelanjutannya masih menunggu hasil dari team evakuasi dan yang lainya.
Kita do.akan saja semoga team evakuasi berhasil membawa turun kembali para pendaki yang terjebak di Gn. Rinjani ,dan semua dalam ke adaan selamat ,tanpa adanya korban tambahan lagi , amin.

Monday, 9 July 2018

Estimasi Perjalanan Dan Biaya Pendakian ke Gn. Semeru

Estimasi perjalanan dan biaya pendakian Gn. Semeru jawa timur
Selamat pagi,sian ,sore ,malam buat kalian para pecinta petualangan alam bebas,para penggiat dan para pendaki gunung. Kali ini saya akan berbagi sedikit informasi seputar dunia pendakian ke salah satu gunung tertinggi di Indonesia ,yaitu Gn. Semeru jawa timur  gunung yang termasuk dalam seven summit nya Indonesia dengan ketinggian 3676 mdpl.
Nah untuk kali ini yang akan kita bahas adalah estimasi perjalanan dan biaya pendakian menuju Gn. Semeru  dengan menggunakan jasa transfortasi kreta api.
1.       Transfortasi dari  ST. Pasar senen ( Jakarta) – ST. Malang dan ST. kiara condong ( bandung) – ST. Malang
·         ST. Pasar Senen ( Jakarta) – ST. Malang / KA. MATARMAJA ( Rp. 109.000)
Dari untuk yang dari daerah Jakarta, kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api dari stasiun pasar senen Jakarta. Untuk kretanya itu tergantung kalian pesan yang mana ,salah satunya yang akan saya bahas sekarang yaitu  kreta api matarmaja  ,dengan biaya Rp. 109.000 / orang  (EKONOMI),langsung sampai stasiun malang, dengan  lama perjalanan kurang lebih sekitar 17 jam perjalanan, pemberangkatan pukul 03 sore dan tiba pukul 08/09 pagi .
·         ST. Kiara Condong ( Bandung) – ST. MalanG / KA . MALABAR (Rp. 185.000)
Untuk yang di daerah bandung kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api malabar, dengan total biaya perjalanan Rp. 165.000/ orang, dengan waktu pemberangkatan pada pukul 16:00 sore dan tiba di stasiun malang pada pukul 07:30 pagi
2.       ST. Malang – Pasar Tumpang/ basecamp tumpang  ( Rp. 10.000 )
Dari stasiun malang kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju pasar tumpang/ basecamp tumpang dengan menggunakan angkutan umum Angkot , dengan biaya Rp. 10.000 / orang.
3.       Basecamp tumpang – Ranu Pane (pos pendaftaran) (Rp. 50.000)
BASECAMP TUMPANG
Untuk melanjutkan perjalanan menuju desa terakhir ranu pane kalian harus menggunakan jasa angkutan JEEP ,di basecamp tumpang inilah para pendaki biasanya transit untuk beralih kendaraan , untuk biaya nya sih sebenarnya bisa beda-beda , karena hitungan disini kita dibilangnya mencarter jeep itu, jadi makin banyak yah makin murah ,makin sedikit makin mahal,


Untuk satu jeep itu sendiri biayanya sekitar Rp. 650.000 / jeep bukan perorang.  Biasanya 1 jeep itu ada yang muat 12 orang ada yang 15 orang. Kalau di bagi 15 orang / orangnya bisa kena biaya kurang lebih sekitar Rp.45.000/orang.ya  hitung saja Rp, 50,000 / orang untuk jaga-jaga dulu.
4.       Baiaya pendaftaran pendakian Gn. Semeru ( TNBTS)
Untuk poin ini saya tidak menyebutkan berapa di atas, karena disini hitunganya per hari dan tergantung hari apa kalian mendaki,  soalnya beda- beda biayanya
·         Hari Biasa Rp. 17.500
·         Weckend RP. 22,500
Itu semua sudah termasuk dengan asuransi sebesar Rp. 2.500/orang
Jadi disini tergantung kalian mau naik hari apa dan berapa lama di atas, hitungan biaya diatas adalah /hari bukan selama kalian mendaki. jadi tinggal dihitung saja berapa hari kalian di atas dengan biaya registrasi di atas.
5.       Logistic dan perbekalan pribadi ( Rp.450.000)
Sebenarnya untuk nominal di atas itu cuman menurut saya pribadi aman segitu,itu juga tidak akan semua di habiskan untuk logistic saja, bisa untuk tambahan pegangan kita selama di perjalanan. Untuk logistic biasanya patungan dengan team biar tidak terlalu besar pengeluaran.
Adapun persyaratan yang harus kalian lengkapi diantaranya.
·         Surat keterangan sehat dari puskesmas
·         Fhoto kopi ktp pribadi(bukan orang lain)
·         Selebihnya persayaratan dan peraturan pendakian yang lain akan di jelaskan ketika nanti di ruang bripping.
Jadi kita tarik kesimpulan untuk biaya pendakian ke Gn. Semeru jawa timur jika dihitung pemberangkatan  dariEstimasi perjalanan dan biaya pendakian Gn. Semeru jawa timur
Selamat pagi,sian ,sore ,malam buat kalian para pecinta petualangan alam bebas,para penggiat dan para pendaki gunung. Kali ini saya akan berbagi sedikit informasi seputar dunia pendakian ke salah satu gunung tertinggi di Indonesia ,yaitu Gn. Semeru jawa timur  gunung yang termasuk dalam seven summit nya Indonesia dengan ketinggian 3676 mdpl.
Nah untuk kali ini yang akan kita bahas adalah estimasi perjalanan dan biaya pendakian menuju Gn. Semeru  dengan menggunakan jasa transfortasi kreta api.
1.       Transfortasi dari  ST. Pasar senen ( Jakarta) – ST. Malang dan ST. kiara condong ( bandung) – ST. Malang
·         ST. Pasar Senen ( Jakarta) – ST. Malang / KA. MATARMAJA ( Rp. 109.000)
Dari untuk yang dari daerah Jakarta, kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api dari stasiun pasar senen Jakarta. Untuk kretanya itu tergantung kalian pesan yang mana ,salah satunya yang akan saya bahas sekarang yaitu  kreta api matarmaja  ,dengan biaya Rp. 109.000 / orang  (EKONOMI),langsung sampai stasiun malang, dengan  lama perjalanan kurang lebih sekitar 17 jam perjalanan, pemberangkatan pukul 03 sore dan tiba pukul 08/09 pagi .
·         ST. Kiara Condong ( Bandung) – ST. MalanG / KA . MALABAR (Rp. 185.000)
Untuk yang di daerah bandung kalian bisa menggunakan jasa transfortasi kreta api malabar, dengan total biaya perjalanan Rp. 165.000/ orang, dengan waktu pemberangkatan pada pukul 16:00 sore dan tiba di stasiun malang pada pukul 07:30 pagi
2.       ST. Malang – Pasar Tumpang/ basecamp tumpang  ( Rp. 10.000 )
Dari stasiun malang kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju pasar tumpang/ basecamp tumpang dengan menggunakan angkutan umum Angkot , dengan biaya Rp. 10.000 / orang.
3.       Basecamp tumpang – Ranu Pane (pos pendaftaran) (Rp. 50.000)
Untuk melanjutkan perjalanan menuju desa terakhir ranu pane kalian harus menggunakan jasa angkutan JEEP ,di basecamp tumpang inilah para pendaki biasanya transit untuk beralih kendaraan , untuk biaya nya sih sebenarnya bisa beda-beda , karena hitungan disini kita dibilangnya mencarter jeep itu, jadi makin banyak yah makin murah ,makin sedikit makin mahal,

baca juga

Untuk satu jeep itu sendiri biayanya sekitar Rp. 650.000 / jeep bukan perorang.  Biasanya 1 jeep itu ada yang muat 12 orang ada yang 15 orang. Kalau di bagi 15 orang / orangnya bisa kena biaya kurang lebih sekitar Rp.45.000/orang.ya  hitung saja Rp, 50,000 / orang untuk jaga-jaga dulu.
4.       Baiaya pendaftaran pendakian Gn. Semeru ( TNBTS)
Untuk poin ini saya tidak menyebutkan berapa di atas, karena disini hitunganya per hari dan tergantung hari apa kalian mendaki,  soalnya beda- beda biayanya
·         Hari Biasa Rp. 17.500
·         Weckend RP. 22,500
Itu semua sudah termasuk dengan asuransi sebesar Rp. 2.500/orang
Jadi disini tergantung kalian mau naik hari apa dan berapa lama di atas, hitungan biaya diatas adalah /hari bukan selama kalian mendaki. jadi tinggal dihitung saja berapa hari kalian di atas dengan biaya registrasi di atas.
5.       Logistic dan perbekalan pribadi ( Rp.450.000)
Sebenarnya untuk nominal di atas itu cuman menurut saya pribadi aman segitu,itu juga tidak akan semua di habiskan untuk logistic saja, bisa untuk tambahan pegangan kita selama di perjalanan. Untuk logistic biasanya patungan dengan team biar tidak terlalu besar pengeluaran.
Adapun persyaratan yang harus kalian lengkapi diantaranya.
·         Surat keterangan sehat dari puskesmas
·         Fhoto kopi ktp pribadi(bukan orang lain)
·         Selebihnya persayaratan dan peraturan pendakian yang lain akan di jelaskan ketika nanti di ruang bripping.
Jadi kita tarik kesimpulan untuk biaya pendakian ke Gn. Semeru jawa timur jika dihitung pemberangkatan  dari
·         ST. Pasar Senen ( Jakarta) – Ranu pane ( basecamp) Rp. 868.000
-          Tiket kreta PP ( Rp. 109.000 x 2) Rp. 218.000/orang
-          Angkot ST. malan – BC Tumpang  PP : Rp.20.000/orang
-          Jeep BC Tumpang- Ranu Pane PP Rp. 100.000/orang
-          Tiket kita hitung 4 hari 3 malam yaitu Rp. 80.000
Dihitung pemberangkatan awal jika dari hari sabtu – selasa.
·        
Untuk yang pemberangkatan dari bandung kalian tinggal merubah saja harga tiket kreta api dari jurusan bandung lalu dengan dari Jakarta, perhitunganya sama saja hanya beda di tiket kreta saja.
Nah itu mungkin sedikit ulasan mengenai estimasi  perjalanan dan badjeting naik Gn. Semeru jawa timur, sebenarnya itu hanya badjeting aman menurut perhitungan saya sih tapi yah segitu sudah aman lah tidak terlalu nge pres dompet, tapi kalau kalian ingin lebih merasa aman di badjeting yah tinggal lebihin lagi dari perhitungan saya ,yah mungkin setelah pulang ingin jalan-jalan dulu ke tempat lain selama di malang,mumpang mumpung di sana sekalian gitu , he
Terimakasih buat kalian yang sudah membaca artiketl ini semoga bermanfaat buat kalian kalau ada salah informasi mengenai  hal-hal tersebut silahkan bisa di sampaikan buat saya koreksi ulang. Trimakasih
Salam petualangan. Tetap utamakan keselamatan bukan kekinian.

Baca juga



Friday, 2 March 2018

Estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn.ciremai dari jakarta ke jalur linggasana kuningan terbaru

ESTIMASI PERJALANAN  DAN BIAYA PENDAKIAN KE GN. CIREMAI DARI JAKARTA.KE JALUR LINGGA SANA KUNINGAN TERBARU DAN TERLENGKAP.
Hasil gambar untuk jalur pendakian ciremai via linggasanaSelamat pagi ,siang ,sore dan malam buat kalian para penggiat alam bebas, para pecinta petualangan dan para penikmat alam.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang informasi perjalanan menuju jalur pendakian  LINGGASANA dari Jakarta. Semoga bisa membantu buat kalian yang memang sedang mencari informasi tersebut.
Mungkin sebelumnya kalian masih merasa kebingungan dengan rute perjalanan ke jalur linggasana. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas estimasi perjalanan dan biaya pendakian ke Gn. Ciremai dari terminal kampung rambutan,
Untuk bisa sampai ke jalur pendakian Linggasana kalian bisa menggunakan jasa transfortasi umum dari terminal kampung rambutan dengan menggunakan bus , disana banyak terdapat bus jurusan kuningan, tapi kalian harus hati-hati saat hendak naik bis, karena beberapa bus jurusan kuningan itu ternyata tidak sampai ke kuningan ,melainkan hanya sampai ciperna saja, biasanya di over dari sana salah satunya bus BINEKA yang ternyata tidak sampai, tapi ketika ditanya kondekturnya bilang sampai kuningan, itu kemarin ketika saya hendak mendaki gunung ciremai naik bus ini kendekturnya bilang seperti itu.
tarif biaya transfortasi menuju kuningan
Untuk ongkos dari Terminal Kampung Rambutan sampai ke camatan cilimus itu Rp. 80.000/orang bus ekonomi ,tapi jika kalian di over di Daerah Ci Perna, ongkosnya akan bertambah Rp. 5000. Orang dan totalnya menjadi Rp. 85.000/orang, sampai desa bojong cilimus.
Untuk jarak tempuhnya dari terminal kampung rambutan sampai ciperna itu kurang lebih sekitar 4-5 jam normal.
Dari sana kalian akan melanjutkan perjalanan bisa dengan ojeg bisa dengan angkot, jika menggunakan ojeg itu ongkosnya Rp. 15.000/orang sampai basecamp, jika menggunakan angkot ongkosnya Rp. 10.000/ orang, tapi kalau sedikitan ongkos angkot bisa menjadi Rp. 15.000/orang sampai basecamp pendakian linggasana,
Nanti tinggal bilang saja ke mamang nya, dan pasti di anterin kok, dari jalan raya sampai basecamp pendakian jaraknya tidak terlalu jauh kok,kurang lebih sekitar 15 menitan lah, dekat kok.
Jika dihitung biaya perjalanan dari Jakarta sampai basecamp normalnya hanya menghabiskan biaya sekitar Rp. 100.000/orang untuk sekali jalan, jika di hitung denga pulang – pergi yah tinggal di kalikan 2 saja hehe. Yah PP Rp/ 200.000 /orang lah, belum termasuk biaya logisitk dan pendaftarannya yah
sertifikat pendakian gn ciremai
Jika untuk biaya registrasi nya itu dikenakan biaya Rp. 50.000 / orang , sama dengan jalur-jalur pendakian Gn. Ciremai yang lainnya seperti jalur pendakian  apuy, palutungan dan linggarjati. Karena masih 1 kawasan taman nasional gunung ciremai  (TNGC),  dikasih makan 1 kali nanti saat turun dari gunung ,dan dikasih sertifikat pendakian masing-masing  1 perorangnya, sampai atau tidak kepuncak tetap dikasih kok.
Jika di total semuanya dari mulai ongkos kendaraan dan biaya registrasi itu Rp. 250.000/orang. Nah untuk biaya logistic nya itu tergantung kita sendiri, biasanya semakin banyak anggota team semakin irit juga pengeluaran untuk belanja logistic, itu kita sendiri yang mengaturnya mau berapa perorangnya tinggal hitung saja dengan kebutuhan yang akan kita bawa.
Mungkin ini sedikit informasi yang bisa saya berikan mengenai informasi Estimasi Perjalnan Dan Biaya Perjalanan Menuju Jalur Pendakian Linggasana Gunung Ciremai,semoga bisa membantu kalian yang memang sedang mencari informasi mengenai ini.



Salam Petualangan Sala Rimba ,Salam Lestari
BACA JUGA

Diskusi Summit Atack Gn. Ciremai ,Muncak Atau Tidak???

DISKUSI SUMMIT ATACK GN. CIREMAI ,MUNCAK ATAU TIDAK???
suasana pagi di pos 5 ki bima 
(ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul " gagal menggapai puncak Gn. Ciremai karena cuaca extream".
Setelah kita merasa cukup istirahat pagi pukul 6 kita bangun, tak lama setelah terbangun langsung saja kita masak dan kebetulan  saat itu kita membawa beberapa pisang buat di bikin pisang goreng, itu salah satu perbekalan wajib yang harus di bawa dan masuk dalam daftar pokok logistic jika saya sedang mendaki bareng Rahma, karena memang makanan kesukaanya dia, dan beberapa kali naik gunung juga sama dia selalu bawa pisang , saya juga suka lah kalau makan mah, apa ajah juga di hajar di gunung mah hahhaa,
Sambil membuat pisang goreng kita sedikit berbincang dan mendengarkan pengalaman mang ali ketika melakukan pendakian ke Gn. Argopuro dulu, biar tidak terlalu jenuh juga dan lumayan kan dapat referensi lebih dari dia, sambil berdiskusi tentang perjalanan hari ini, APAKAH KITA AKAN KE PUNCAK ATAU PULANG?
jalur pendakian menuju puncak
Mang ali sempat mengusulkan untuk turun saja karena cuaca saat itu juga memang tidak terlalu mendukung, saya sih turun hayo muncak hayo , tapi saat itu Rahma juga pengen mencoba dulu ke puncak, saya juga sempat mengusulkan untuk mencoba dulu sesampainya saja, jika hujan turun kita langsung turun kembali ke camp,yah masa iya juga menyerah sebelum mencoba,, akhirnya kita ber3 sepakat untuk mencoba melanjutkan perjalanan ke puncak, dengan catatan “ SESAMPAINYA DAN KEMBALI JIKA CUACA MEMBURUK”, kita mencoba bukan sekedar asal menghilangkan rasa penasaran,tapi dengan mengutamakan keselamatan masing – masing dari kita, dan mang ali tetap yang memegang komando,karena dia yang lebih tahu tempat ini dari pada kita.
Setelah selesai membuat pisang goreng dan mencicipinya , kita bergegas dan packing sedikit perbekalan untuk dibawa ke atas.
Saat itu waktu menunjukan pukul 08 : 45 pagi, dan cuaca masih cukup cerah, perlahan kita mulai berjalan kearah puncak dengan naafas sedikit terengah-engah Karena kondisi badan masih dingin juga.
POS 5 KI BIMA – POS 6 TARAWANGSA
Dari pos 5 kita menuju pos 6 ,treknya sudah mulai terasa berat lebih dari pos 4  ke pos 5, tapi kita pelan-pelan saja. Jarak dari pos 5 ke pos 6 itu kurang lebih sekitar  30 menitan, dengan kondisi badan lenggang ,jika normalnya bisa 1 jam lebih,.. di pos 6 lokasinya cukup luas ,lebih luas dari pos 5 ,dan bisa menampung lebih banyak tenda ,hanya saja disini sudah tidak terdapat sumber air, karena sumber air terakhir  berada di pos 5, di sini juga terdapat 2 cabang jalur menuju puncak, jalur lama ( Linggar Jati) dan jalur baru ( Linggasana), saat itu sempat diskusi dulu sebelum melanjutkan perjalanan, mang ali sempat bertanya kepada Rahma, jalur mana yang akan di gunakan, dan akhirnya Rahma mau berbelok arah saja ke jalur lama yaitu ke jalur linggar jati, saya lupa nama pos nya, pokonya sudah di atas tanjakan BAPAK TERE   Ada pohon tumbang lah disana, kita masih melanjutkan perjalanan dan istirahatpun hanya berhenti sejenak tidak sampai duduk, begitu disepanjang jalan.
pos batu lingga jalur pendakian linggar jati
Baru ketika di pos  BATULINGGA LINGGAR JATI   kita berhenti untuk duduk lah, Rahma dan sayapun duduk menyelonjorkan kaki, hanya mang ali saja yang tidak duduk dia masih berdiri, saya pun sempat mengeluarkan cemilan yang saya bawa dan beberapa pisang goreng yang saya bawa,, saat itu waktu menujukan tepat pukul  10;30 siang . tapi sayangnya hanya sebentar kita disana menikmati lelah, kira- baru 3/5 menitan lah, rokok mang alipun belum sempat di nyalakan, eeh tiba tiba ada suara yang tidak asing, tapi jadi pertanyaan.
Ini hujan apa bukan ? atau hanya angin, mang ali sempat bertanya seperti itu, saya kira sih angin saja, eh taunya hujan, dan itu tak lama setelah gerimis langsung menjadi deras, tapi untungnya mang Ali dan Rahma langsung menggunakan jas hujan,saat itu mang Ali sempat bertanya sama Rahma, antara lanjut atau tidak ke puncak, dan Rahma langsung meminta untuk turun kembali ke tenda,karena dia pernah merasakan bagaimana harus muncak dengan kondisi cuaca hujaan,saat itu dia sempat menceritakan pengalamannya yang memaksa muncak ke gunung merbabu saat kondisi hujan, ,saya sih senang lah turun lagi, karena percuma jika harus kepuncak juga yang ada cuman tembok putih penuh ratapan saja, itu juga kalau cuaca tidak lebih buruk.
Akhirnya kitapun turun kembali dengan kondisi badan diguyur hujan sampai tenda, tapi setelah mau sampai pos 5 hujan tidak terlalu deras. Dan saat itu tiba di tenda tepat puku 11:30 siang.
Rahma dan mang ali langsung masuk ke tenda , saya masih di luar untuk mengamankan tenda , dan membetulakan parit di sekitar tenda, saat itu sih saya memakai payung dan masih menggunakan baju, tidak seperti semalam lah,ini mah posisinya sudah tidak danger lah wkwkwk
Setelah selesai saya pun berganti pakayan dan masuk ketenda, lalu kitapun berdiskusi, turun hari itu atau besok,
Ketika awal pendakian niat saya pengen 1 malam saja di atas jika kondisi cuaca tidak buruk,dan memilih berisitirahat di bawah saja ,dan juga biar ada space waktu buat Rahma istirahat ,karena tanggal 25 nya dia harus sudah masuk kerja dan kebetulan masuk pagi. Tapi saya juga tidak memaksakan malah saya pengen menginap lagi di atas, bukan karena apa-apa , melihat kondisi cuaca saat itu hujan di sertai petir terus mengguyur tenda kami, akhirnya kita pun memutuskan untuk turun ke esokan harinya, hari itu hujan baru reda sekitar pukul 8 malam. Bahkan di sore hariketika saya sedang tidur, karena memang sedikit mengantuk, Rahma dan Mang Ali sempat merasakan seperti sengatan listik ,yah mungkin di atas ada yang terkena sambaran petir, mengingat pasak tenda kita juga terbuat dari besi dan golok tramontina juga menacap ke tanah di depan tenda, mungkin karena posisi saya sedang tidur jadi saya tidak terlalu sadar ,dan hanya mereka berdua yang merasaka,malah saya kebangun bukan karena ikut tersengat melainkan karena mereka berdua yang berteriak dan juga suara petir yang memang cuukup kencang, mereka juga sempat bertanya pada saya, tapi yah saya tidak merasakan apa-apa , alhmdulilah hihi, akhirnya yah cengengesan saja ketawa-ketawa di dalam tenda, sambil menunggu hujan reda  kita hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol, yang lebih sering mengobrol itu Rahma dan mang Ali, saya tidak terlalu banyak mengobrol hanya mendengarkan saja apa yang mereka obrolkan,yah kadang ikut nimbrung,
Setelah hujan reda kita sempat memasak nasi dulu dan sisa logistic yang masih tersisa untuk mengisi perut kembali sebelum istirahat tidur. Setelah selesai masak dan makan, pukul 10 malam kita baru istirahat tidur.
Dan kembali terbangun sekitar pukul 5 pagi lebih lah, sebenarnya sempat beberapa kali terbangun tapi yah lanjut lagi tidur mau ngapain juga melek tengah hutan hahha.
pos 5 ki bima linggasana (cerita para pejalan)
Setelah terbangun saya pun langsung bergegas turun kebawah untuk mengambil air, karena pasokan air sudah habis , dan untungnya air di bawah sudah bening kembali, awalnya saya kira akan keruh akibat hujan semalam tapi ternyata tidak, stelah itu langsung ke tenda dan sempat memasak air juga untuk membut kopi dan the manis. Kebetulan saat itu Rahma  bawa agar- agar , kita bikin saja , memang tidak masak nasi atau yang lainya, hanya mengisi perut dengan agar saja, karena memang tidak terlalu lapar juga. Saat itu kita sedang asik menikmati suasana pagi dan secangkir kopi, tak lama datang 2 orang pendaki yang berasal dari bekasi, beuh alangkah senangnya saat itu bisa ketemu pendaki juga, Karena sudah 2 hari kita tidak bertemu orang hanya ber3 saja haha, akhirnya kita pun sempat berbincang-bincang sebentar sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan, tapi tidak lama juga mereka mampir ke tenda kita hanya beberapa menit saja, lalu kemudian mereka kembali melanjutkan ke puncak.
Kitapun sama langsung beres-beres saja dan packing, yang pertama packing duluan adalah Rahma, lalu saya, mang Ali terkahir karena kebetulan tenda berada di tas cerrier mang ali,
Setelah semua selesai packing kita sempat berfoto-fhoto dulu dipos 5 , lalu kembali turun menuju basecamp pendakian, kita turun dari pos 5 pukul 09:30 pagi, dan tiba di basecamp itu pukul 12:30 siang.,
Di pos 3 sempat berhenti sejenak untuk mengambil gambar tapi tidak begitu lama hanya sebentar saja. Dan setelah di pos 2 kita juga sempat bertemu 3 pendaki asal purwakarta , dan hanya mereka saja hari itu yang mendaki ke gunung ciremai via jalur linggasana.
pos 5 ki bima
Setelah di basecamp kita juga tidak langsung turun, sempat membersihkan badan dulu sebelum pulang dan mengobrol-ngobrol sama ranger setempat terutama bah yatna yang menanyakan kondisi cuaca di atas.
Setelah itu kita makan dulu karena kebetulan sudah di siapkan oleh abah yatna  ,baru setelah makan kita langsung pulang  kembali ke Jakarta, dari basecamp kita bertiga naik ojeg 2 ojeg, saya dempetan sama mang ali, Rahma misah sendiri, masa iya dempetan 4 di motor,udah kaya anak jaman now saja hahaa. Ojeg dari basecamp sampai jalan raya itu kita bertiga habis Rp.45.000 3 orang, dan tak lama langsung naik bis jurusan kuningan –jakarta ,dari sana kita berangkat pukul  16: 40 dan tiba di terminal kampung rambutan itu pukul 23 : 18 tengah malam.
salah satu spot di kiara lawang ( if Rahma daniyah)
@khoncolongok
Di sini kita baru berpencar , awalnya kita mau naik angkot bertiga ke depok ,cuman takutnya tidak ada angkutan akhirnya Rahma meminta temannya di jemput ke sana , kalau saya sama mang ali mah selau gak pernah mikirin buat tempat tidur, laki mah bebas haha, lagi pula Rahma esok paginya haru sudah masuk kerja lagi. Setelah rahma berangkat saya dan mang ali memutuskan untuk ke depok terlebih dahulu sebelum pulang ke slipi, dan bermalam di rumah teman saya di depok.
Yaah mungkin itu sedikit ulasan cerita pengalaman saya dan teman-teman kemarin saat kita mendaki ke Gn. Ciremai kuningan jawabarat, semoga ada yang bisa menjadi pelajaran buat kalian yang akan hendak mendaki ke Gn. Ciremai ,
Saya dan Rahma masih punya PR di di ciremai  yang belum tuntas, entahlah kapan akan di selelasikan , tapi itu hanya sebuah PR biasa saja ,karena tidak wajib juga ,kita juga memang tidak pernah membuat keharusan untuk selalu sampai kepuncak, karena kita memang bukan pendaki gunung, hanya sekedar menikmati saja tanpa harus berambisi lebih, toh puncak tidak kemana ko, kapan saja juga bisa berangkat lagi kesana , di perjalanan kemarin buat saya priabadi menjadi pelajaran baru ,karena bagi saya setiap tempat yang baru saya kunjungi akan menjadi guru bagi saya untuk belajar termasuk gunung ciremai sendiri.
Pesan dari saya, jangan pernah menganggap puncak sebagai tujuan akhir, puncak itu hanya sebatas bonus kecil di perjalanan,karena tujuan kita yang utama adalah bisa kembali pulang kerumah dengan selamat , jangan menjadikan puncak sebagai sebuah keharusan yang mesti di gapai, karena jika sudah berambisi seperti itu hal-hal yang lain sudah tidak akan di perhitungkan,dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain juga akan tidak ada ,karena yang ada hanya mengejar ambisi, tidak sedikit yang mati di puncak di perjalanan karena ulahnya sendiri, memaksa diri melawan alam sementara kita sendiri siapa? Melawan alam itu rasa nya tidak ada pantas pantasnya bagi kita, ikuti saja aturan alam toh tuhan juga akan menilai siapa yang lebih pantas ia berikan nikmat lebih di perjalanan, yang penting kita berjuang tapi dengan catatan tanpa mengesampingkan keselamatan diri dan rombongan, ini bukan saya bermaksud menasehati ,memang kadang jika dari segi tulisan seperti seakan di buat-buat, tapi yah ini yang saya terima dari teman-teman yang selalu mengingatkan saya,dan yang saya alami sendiri, karena ceroboh hanya akan mendatangkan masalah.
Terimakasih sudah bersedia membaca, maaf jika kepanjangan, saya sendiri saja cape ngetiknya wkwkwkw.
Salam petualangan,salam rimba,dan salam lestari.

Baca juga